Ultimate magazine theme for WordPress.

Guru Aniaya Siswa Hingga Patah Rahang

BP/BELLY CASIO  DIANIAYA - M Sabilul Haq (12) siswa kelas VIII SMP yayasan Az-Zahra yang menjadi korban penganiayaan oknum guru mendapat perawatan intensif di RS AK Gani, Rabu (2/12).
BP/BELLY CASIO
DIANIAYA – M Sabilul Haq (12), siswa kelas VIII SMP Az-Zahra yang menjadi korban penganiayaan oknum guru, mendapat perawatan intensif di RS AK Gani, Rabu (2/12).

Palembang, BP

Satu lagi kasus yang mencemarkan dunia pendidikan terjadi di kota Palembang. M Sabilul Haq (12), siswa kelas VIII SMP Yayasan Az-Zahra, Jalan Telaga, Kelurahan 26 Ilir, Kecamatan Ilir Barat 1, Palembang harus mengalami patah rahang akibat penganiayaan yang diduga dilakukan oknum gurunya, Ibnu Sina.

Informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (17/11) lalu di dalam kawasan sekolah. Saat itu, M Sabilul Haq (12), bersama teman-teman satu kelasnya sedang masuk jam pelajaran olahraga.

Pelaku Ibnu Sina, oknum guru yang menganiaya korban, mengumpulkan seluruh pelajar kelas VIII, untuk berbaris.

Namun ketika berbaris, para pelajar masih bercengkerama hingga memancing emosi Ibnu. Tanpa basa-basi, Ibnu yang marah langsung menendang korban Sabilul hingga terjatuh.
“Salah saya apa Pak?” kata Sabilul seperti ditirukan Khairul Rahman (38), orangtuanya, saat membuat laporan di Polresta Palembang, Rabu (2/12).

Tak hanya menendang, ketika Sabilul terjatuh, Ibnu Sina diduga langsung melayangkan pukulannya ke arah dagunya hingga dari mulut korban keluar darah.

Sempat dirawat di ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS), akan tetapi karena darah terus mengalir deras dari mulut akhirnya korban dibawa ke Rumah Sakit AK Gani Palembang.
Di sana, hasil rontgen memperlihatkan rahang sebelah kiri korban mengalami patah dan harus menjalani operasi.
Khairul Rahman saat kejadian yang menimpa anaknya itu sedang berada di Kota Padang, Sumatera Barat, menghadiri pesta perkawinan kerabatnya. Dia ditelepon dari pihak sekolah yang mengabarkan jika anaknya dirawat di rumah sakit karena terjatuh di sekolah setelah terlibat perkelahian sesama murid.
Setiba di Palembang, Senin (30/11), Khairul langsung menemui anaknya di rumah sakit. Begitu terkejutnya Khairul, setelah Wakil Kepala Sekolah Az Zahra yang berada di rumah sakit menceritakan jika anaknya telah dipukul guru, bukan terlibat perkelahian sesama pelajar.
“Saya langsung menemui guru yang memukul anak saya. Dia mengatakan khilaf, tetapi saya tetap tak terima, karena anak saya mengalami luka yang serius hingga rahangnya patah. Bahkan, saya telah dibohongi oleh pihak sekolah,” cetus Khairul.

Dengan adanya laporan tersebut, Khairul berharap pihak kepolisian segera memproses perkara itu. ‎
“Anak saya harus dioperasi dan sampai sekarang masih dirawat. Atas kejadian ini saya ingin oknum guru tersebut diproses sesuai hukum yang berlaku,” kata pria yang berprofesi sebagai sopir ini.
Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Marully Pardede membenarkan laporan tersebut dan kini pihaknya sedang memeriksa para saksi.

“Laporannya sudah diterima, sekarang sedang ditindaklanjuti. Apabila terbukti dari hasil visum ada kekerasan, oknum guru itu bisa dijerat pasal 351 tentang penganiayaan dan undang-undang perlindungan anak,” tegas Kasat.

Hingga berita ini ditulis, BeritaPagi yang mencoba mengkonfirmasi melalui telpon seluler kepada pihak Yayasan Az-zahra belum mendapatkan tanggapan terkait penganiayaan tersebut.#bel

 

 

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...