Ultimate magazine theme for WordPress.
BI-26-27

Optimis Penutupan Asian Games Tetap di Palembang

Alex-NoerdinPalembang, BP

Pernyataan Direktur Departemen Dewan Olimpiade Asia atau Olimpic Councyl of Asia (OCA) Mr Haidar Farman soal penutupan Asian Games 2018 akan beralih ke Jakarta, dipandang hanya isu yang tidak ada kebenarannya. Sumatera Selatan optimistis upacara penutupan pesta olahraga tingkat Asia itu digelar di Bumi Sriwijaya. Apalagi, berbagai terobosan pembangunan infrastruktur pendukung baik venue maupun non-venue telah dilakukan.

“Jadi ketika itu, pada saat paparan dan presentasi, DKI Jakarta tidak datang karena ada masalah pembangunan fasilitas olahraga yang belum selesai kemudian dialihkan ke closing ceremony. Padahal, Palembang sejak awal siap, baik venue kita lihat sendiri,” ujar Gubernur Sumsel H Alex Noerdin di Palembang, Senin (30/11).

Lantas jika alasannya karena Palembang dikhawatirkan akan sepi pada malam penutupan itu, Alex Noerdin mempertanyakan, bagaimana dengan SEA Games, ASEAN University Games, dan Islamic Solidarity Games –tiga event sebelumnya di Palembang— yang pembukaan maupun penutupannya berlangsung meriah.

“Jadi tidak semua atlet memang ikut dalam penutupan, yang kalah pertama bisa jadi sudah dipulangkan. Dan barangkali tidak sampai 30 persen yang hadir. Tapi jika khawatir sepi, coba lihat SEA Games, AUG, ISG membludak luar biasa meriahnya. Jadi apalagi alasannya? Sumsel optimis dan siap penutupan di Palembang,” kata Alex.

Bahkan, sambungnya, Kemenpora dan KOI sudah menyetujui pembukaan di Jakarta dan penutupan di Palembang.

“Saya katakan bahwa ini belum final. Bahkan dari 15 cabor yang sudah kita Dapat, kita bisa menambah lagi cabor. Jadi penutupan kita optimis dan dalam penutupan itu yang terpenting adalah perwakilan delegasi dan penunjukan tuan rumah Asian Games selanjutnya,” ujarnya.

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi tegas pemerintah menginginkan penutupan AG 2018 tetap di Palembang. “Kami sedang membuat rencana tentang kemungkinan-kemungkinan efektivitas dan efisiensi, baik dari sisi anggaran, pergeseran sarana dan orang, serta keuntungan-keuntungan lain yang diperoleh bila diadakan di Palembang,” ujar Imam, kemarin.

“Dan ini semua kita niatkan agar masyarakat Sumatera khususnya Palembang merasakan juga kehormatan menjadi tuan rumah di ajang bergengsi tingkat Asia ini‎,” lanjutnya.

Imam menambahkan, keinginan itu akan coba ia sampaikan lagi pada pertemuan Kordinasi Komite Asian Games pada pertengahan Januari 2016.

Sementara itu, Menteri Hukum dan HAM RI Yasonna H Laloly dalam kunjungannya ke Palembang kepada pers mengatakan, Palembang dinilai lebih siap sebagai tuan rumah event olahraga internasional.

“Di Palembang ini lebih terkonsentrasi, lebih siap dan berada di pusat kota. Itulah kenapa kita memilih Palembang daripada di tempat lain untuk tuan rumah kejuaraan seperti ini. Dan Jakabaring sudah memenuhi standar yang sangat baik untuk olahraga internasional,” ujar Yasonna usai membuka Kejuaraan Asian Prisons Track and Field Championship 2015 di JSC.

Yasonna menambahkan, dirinya mendukung penuh Asian Games 2018 digelar di Sumsel dan Palembang sudah sangat cocok untuk closing ceremony.

“Sangat kita dukung, kita sudah lihat kawasan JSC sangat terawat dan terus digunakan untuk kejuaraan. Berbeda dengan daerah lain yang kemudian tidak digunakan lagi,” tuturnya.

 

Sekretaris Umum KONI Sumsel Akhmad Najib menuturkan, dirinya hadir dalam pertemuan bersama OCA dan KOI di Jakarta. Ia menegaskan, pernyataan tersebut bukan final sebuah keputusan.

Pernyataan yang disampaikan oleh Mr Haidar Farman, kata Nadjib, hanya sebuah pandangan karena disampaikan bukan melalui forum sesungguhnya.

“Kita Sumsel menjadi tempat penutupan seperti (dikatakan) di dalam forum mengenai progres report Asian Games beberapa waktu lalu. Beliau, Haider Farma, selaku Direktur Departemen OCA, tidak pernah menyebutkan menolak Palembang closing ceremony Asian Games 2018 nanti,” ujar Najib.

Lebih lanjut Nadjib yang juga Asisten III Kesra Pemprov Sumsel ini memastikan pernyataan itu. Tentunya Palembang harus bisa mengejar semua kesiapan pembangunan baik insfrastruktur pendukung yakni non-kompetisi, seperti transportasi, hotel, rumah sakit, dan beberapa fasilitas yang menunjang.

“Intinya, saya kira ketakutan closing nantinya berlangsung di Palembang bakal sepi, tidak akan terjadi. Mengingat Palembang sendiri bakal menggelar 15 cabor pertandingan. Dan lihat saja banyak hotel mulai dibangun dan infrastruktur lain,” ujarnya.

Dibandingkan dengan Jakarta yang bahkan belum terlihat sibuk membangun persiapan fisik, Palembang memang sudah menunjukkan kemajuan antara lain mengebut pembangunan wisma atlet dengan membangun lima tower lagi.

“Kami masyarakat Sumsel (Sumatera Selatan) siap, baik itu dalam hal penyelenggaraan pertandingan maupun untuk upacara penutupan. Kami akan meyakinkan OCA dengan apa yang sudah kami paparkan kemarin (rapat regional OCA) dan terlihat bahwa di rapat kemarin mereka yakin dengan kami,” tambah Najib.

Sementara itu, Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora, Gatot S Dewa Broto, mengungkapkan pernyataan berbeda dari sebelumnya. Sebab, di masterplan soal UPP masih tertulis di Jakarta. Padahal sebelumnya pemerintah sudah memastikan upacara pembukaan Asian Games akan digelar Jakarta dan ditutup di Palembang. Alasannya, karena Asian Games ini bukan milik Jakarta saja, melainkan Indonesia.

“Sampai saat ini, di masterplan (UPP) masih di Jakarta, karena masterplan sampai saat ini belum rampung betul. Masih ada tambalan sana-sini. Kalaupun ada perubahan itu tidak akan mengganggu penyelesaian akhir masterplan,” kata Gatot saat dihubungi terpisah.

“Kami masih mencoba berusaha (agar penentuan lokasi berimbang antara Jakarta-Palembang). Karena sejauh ini kami belum mengirimkan surat resmi langsung ke OCA terkait lokasi upacara pembukaan dan penutupan,” katanya.

Untuk diketahui Sumsel saat ini sudah mengantungi 15 cabang olahraga setelah mendapat penambahan empat cabang olahraga lagi yakni sepakbola, baseball, bridge, kano/kayak, kriket, dayung, softball, menembak, triatlon, voli pantai, dan pentathlon). Dan belum lama ini bertambah empat cabang olahraga yakni renang, atletik, tenis lapangan, dan senam.#sug/fer

 

 

 

 

 

 

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...