Ultimate magazine theme for WordPress.

Oknum Dewan Muba Divonis Berbeda

BP/MARDIANSYAH NAIK KEDALAM MOBIL-Terdakwa Bambang (baju putih) dan terdakwah Adam (baju batik) naik kedalam mobil dinas Pengadilan Palembang setelah mengikuti sidang putusan atas dakwaan Operasi Tangkap Tangan (OTT) Muba oleh KPK, Senin (30/11).
BP/MARDIANSYAH
NAIK KEDALAM MOBIL-Terdakwa Bambang (baju putih) dan terdakwah Adam (baju batik) naik kedalam mobil dinas Pengadilan Palembang setelah mengikuti sidang putusan atas dakwaan Operasi Tangkap Tangan (OTT) Muba oleh KPK, Senin (30/11).

Palembang, BP

Sama halnya dengan terdakwa Syamsuddin Fei dan Fasyar, terdakwa Bambang Kuryanto juga dijatuhi majelis hakim dengan pidana penjara satu tahun lebih tinggi dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Senin (30/11).

Bersama Bambang yang diganjar dengan pidana penjara selama lima tahun, pada persidangan di Pengadilan Tipikor PN Kelas IA Khusus Palembang, terdakwa Adam Munandar dijatuhi pidana penjara empat tahun.

Selain itu, kedua anggota DPRD Kabupaten Musi Banyuasin yang terlibat kasus suap pengesahan LKPJ kepala daerah 2014 dan APBD Muba 2015 ini juga dijatuhi pidana denda masing-masing Rp200 juta, subsider tiga bulan kurungan penjara. Mereka dinyatakan terbukti bersalah melanggar Pasal 12 huruf a Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1, Jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

“Atas putusan ini terdakwa berhak menolak dengan mengajukan banding, atau pikir-pikir. Bila dalam waktu yang ditentukan tidak menyatakan sikap, maka dianggap menerima dan putusan ini memiliki kekuatan hukum tetap,” ujar majelis hakim yang diketuai Parlas Nababan.

Dalam amar putusan yang dibacakan majelis bersama hakim anggota Subandi dan Gustina disebutkan bahwa perbuatan terdakwa telah merusak instansi pemerintah dan tidak mendukung program pemberantasan korupsi, serta mencederai kepercayaan masyarakat.

Usai persidangan, terdakwa Bambang Kuryanto maupun Adam Munandar bergegas meninggalkan ruang sidang bersama keluarga dan kerabat yang telah menunggu, tanpa mau memberikan komentar kepada awak media.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK Irene Putrie mengatakan, semua pertimbangan yuridis sama dengan tuntutan, hanya amar putusan yang berbeda. Untuk itu pihaknya masih menyatakan pikir-pikir.

“Keputusan tergantung dari terdakwa, saat ini kami masih pikir-pikir, tapi kita siap jika terdakwa banding. Hanya saja banding tidak menjamin putusan akan lebih rendah,” ujar jaksa.

Akan tetapi Irene menjelaskan, untuk putusan terdakwa I, dalam hal ini Bambang Kuryanto yang merupakan politis Partai PDI Perjuangan, majelis hakim tidak sependapat jika disebut justice colaborator (JC).

“Untuk Bambang dianggap salah satu pelaku utama, tapi hakim tidak membatalkan JC, hanya tidak sependapat dengan hal-hal meringankan,” jelasnya.

Selain itu, untuk Fahri Azhari, Bupati Musi Banyuasin dan istrinya, Lucianty, yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini, Irene menambahkan akan segera dilimpahkan.

“Kita lihat saja, kalau sudah ditahan pasti segera dilimpahkan dan tapi kemungkinan akan lebih dulu untuk empat pimpinan dewan,” tambahnya.

Sedangkan pada persidangan sebelumnya kedua terdakwa sama-sama dituntut JPU dengan pidana penjara selama empat tahun dan denda sebesar Rp200 juta subsider tiga bulan penjara. Setelah kedua terdakwa bersama Syamsuddin Fei selaku Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Muba dan Fasyar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Muba yang sebelumnya dihukum dua tahun enam bulan.

Pasca tertangkap tangan oleh tim satgas KPK RI di rumah Bambang Karyanto, di Jalan Sanjaya, RT6/2, Kecamatan Alang-alang Lebar Palembang, pada 19 Juni lalu. Berikut barang bukti uang tunai sebesar Rp2,65 miliar.#ris

 

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...