Ultimate magazine theme for WordPress.
BI-26-27

Malas, Osas Dipecat

Masih-Mandul-Osas-Saha-Tak-TerbebaniPalembang, BP

Gagal menembus babak delapan besar Jenderal Sudirman Cup, Manajemen Sriwijaya FC memecat bomber asingnya asal Nigeria, Osas Saha.

Mantan striker Semen Padang ini dianggap tidak memberikan kontribusi yang berarti bagi Laskar Wong Kito di turnamen tersebut.

“Selama libur kita sudah mulai melakukan evaluasi secara bertahap. Pertama kita fokuskan lini depan. Saat tim kembali ikut turnamen, kita takkan panggil lagi Osas Saha,” kata Plt Asisten Manajer SFC Achmad Haris, Senin, (30/11).

Haris terkesan geram dengan penampilan Osas di turnamen Jenderal Sudirman Cup, yang tidak sesuai dengan harapan Manajemen dan pelatih.

Mantan pemain Persisam Putra Samarinda ini terkesan hanya berlari-lari saja di lapangan hijau. Padahal tadinya, Osas digadang-gadang akan menjadi mesin gol SFC.

Tapi kenyataannya, tak satupun gol yang dikemas pemain berusia 29 tahun ini. SFC hanya mengoleksi dua gol selama turnamen Jenderal Sudirman Cup, itupun dari kaki Anis Nabar dan Titus Bonai.

Tak hanya gagal mencetak gol, peran Osas juga nyaris tak terlihat di lapangan hijau. Berbeda jauh dengan Titus Bonai dan rekan-rekannya, yang sampai jatuh bangun dalam membela SFC.

Titus Bonai misalnya, pemain asal Papua ini berjuang habis-habisan, bahkan nyaris pingsan ketika melawan Persija Jakarta.

Musafri mengalami cedera lebam pada bagian dagu dan dadanya akibat berbenturan dengan OK Jhon. Meski cedera berat, tapi Musafri tetap melanjutkan pertandingan dan berjuang mati-matian. Tapi Osas Saha tetap bermain santai, seakan tidak punya target buat memenangkan SFC.

“Kita bisa lihat, SFC minim sekali cetak gol. Padahal kita rekrut dia untuk cari angka. Tidak mungkin kami kembali kontrak dia untuk turnamen berikutnya,” tegasnya.

Keputusan itu diambil karena Manajemen melihat tidak ada tekad besar dari pemain kelahiran 20 Oktober 1986 ini untuk membuat SFC menang. Osas dinilai bermain statis dan terkesan malas mengejar bola.

“Untuk apa nama besar atau nama sudah dikenal tapi mainnya malas. Kami ingin pemain yang ngotot mengejar bola. Bukan malas seperti tidak ingin berusaha agar tim menang. Dia juga tidak membuat assist,” paparnya.

Haris mengakui, semua pemain Laskar Wong Kito bisa saja bernasib sama dengannya usai evaluasi tim.

“Evaluasi terus akan kami lakukan secara bertahap, sampai kita dapatkan format tim yang cocok,” tutur pria berkaca mata ini.

Disinggung mengenai pengganti Osas, Haris belum dapat memberikan satu namapun. “Kita pastikan striker pengganti Osas tidak perlu nama besar. Terpenting dia loyal dan mau bekerja keras,” ujarnya. # zal

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...