Ultimate magazine theme for WordPress.
BI-26-27

Karateka Antusias Ikut UKT

 

Palembang, BP

Sebanyak 941 karateka mengikuti ujian kenaikan tingkat (UKT) kyu di Pondok Pesantren Sultan Mahmud Badarrudin II Palembang, Minggu (29/11). UKT ini diselenggarakan Pengurus Provinsi (Pengprov) Khusin Ryu M Karate Do Indonesia (KKI) tingkat Provinsi, dengan melibatkan 41 dewan guru dari sabuk hitam sebagai tim penguji.

UKT ini diselenggarakan Pengurus Provinsi (Pengprov) Khusin Ryu M Karate Do Indonesia (KKI) tingkat Provinsi, dengan melibatkan 41 dewan guru dari sabuk hitam sebagai tim penguji. Ujian kenaikan tingkat kyu ini sendiri diikuti oleh 27 dojo se-Kota Palembang, lantaran beberapa daerah lain seperti Lahat, Banyuasin, Muba, Muaraenim, OKI, Baturaja, Lubuklinggau, sudah lebih dahulu untuk melakukan ujian sendiri di zona masing-masing.

”Sebenarnya, kalau dikumpulkan seluruhnya disini mungkin mencapai 1500 lebih peserta, yang ada,” jelas Ketua Dewan Guru KKI Sumsel Drs Mulyadi, Sabtu (29/11).

Tapi karena ada beberapa kota yang juga melakukan Hal yang sama sehingga peserta UKT bisa dikurangi.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai program kerja KKI 2015, untuk mengevaluasi para karateka selama enam bulan atau persatu semester ke belakang.

“Jadi materi-materi yang sudah kita ajarkan di setiap unit ranting itu, dapat kita tahu apakah karateka ini biasa naik atau tidak,” bebernya.

Dengan rincian, sabuk putih (Kyu 7), 386 peserta, sabuk kuning (kyu 6) 134 peserta, sabuk hijau (Kyu 5) 198 peserta, sabuk biru muda (Kyu 4) 92 peserta, sabuk biru tua (Kyu 3) 82 peserta, dan sabuk coklat muda (Kyu 2) 42 peserta.

“Sedangkan untuk ujian sabuk coklat, rencananya akan dilakukan di Bekasi pertengahan Desember mendatang,” ujarnya.

Di kesempatan ini juga, KKI juga memberikan bonus bagi para karateka berprestasi di kejuaaran Pra-Pon Medan, dan para juara Pomnas di Aceh, yang dilakukan AKBP Siswanto, Ketua IV Pengprov KKI Sumsel. Tak lain sebagai motivasi lebih, agar para karateka lebih giat lagi.

“Insya Allah kalau untuk KKI, ke depan kita bisa menyumbangkan atlet di Pra-POM Jabar mendatang. Jadi tolak ukur keberhasilan kita untuk para atlet, di antaranya jika para atlet sudah mencapai Pra-PON, salah satunya itu,” timpal Siswanto.

“Melihat banyaknya beberapa bibit-bibit karateka, khususnya di KKI Sumsel, olahraga beladiri karate akan lebih maju ke depan. Apalagi jika banyaknya kegiatan seperti ini, dengan tolak ukur yang ada akan lebih baik lagi,”tutupnya.

Ozal

 

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...