Ultimate magazine theme for WordPress.
BI-24

Sumsel Berkomitmen Terus Jadi Lumbung Sawit

# Petani Sawit Sungai Lilin Raih Rekor MURI

alexnoerdintanganDenpasar, BP
Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin didaulat menjadi salah satu pembicara pada acara 11th Indonesia Palm Oil Conference and 2016 Price Outlook, The Fund and the Future of Palm Oil Industry, di Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Bali, Jumat (27/11).

Pada acara ini pula Sutoyo, Warga Desa Lingga Sari, Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin yang merupakan seorang petani kelapa sawit plasma dari PT Hindoli, mendapat penghargaan Museum Rekor Indonesia untuk lomba Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit Terberat dengan bobot 81 kilogram.

Pada acara yang diselenggarakan oleh Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAKPI) ini, Gubernur mengungkapkan lebih dari dua juta warga Sumsel yang hidupnya bergantung pada cocok tanam sawit. “Sawit merupakan produk ekspor yang harus dikelola sebaik mungkin. Sumsel berkomitmen jadi lumbung sawit yang berkelanjutan agar petani sawit hidup sejahtera,“ ujar Alex.

Alex juga menambahkan, selain sebagai lumbung sawit, Sumsel sudah menjadi lumbung energi dan lumbung pangan nasional karena banyak sekali sumber daya alam dan mineral seperti minyak, gas, geotermal. Baik yang sudah terekplorasi dan tereksploitas maupun belum. Potensi energi dan pangan yang melimpah bisa digarap ke depannya oleh masyarakat Sumsel.

Sebelumnya, gubernur dua periode ini mendapat kehormatan menjadi pembicara pada pertemuan Roundtable Kelapa Sawit Berkelanjutan (The 13th Annual Roundtable Meeting on Sustainable Palm Oil) di The Grand Ballroom Shangri-La Hotel Kuala Lumpur Malaysia. Saat itu beliau didampingi Staf Khusus Bidang Perkebunan dan Iklim Provinsi Sumsel Dr Najib Asmani serta Kepala Dinas Perkebunan Sumsel Fakhrurrozie, Kamis (19/11). Dalam kesempatan tersebut, Gubernur H Alex Noerdin memaparkan berbagai kemajuan di bidang perkebunan yang ada di Sumsel.

Pertemuan penting ini dihadiri sekitar 1.500 peserta berasal dari berbagai negara penghasil kelapa sawit dan pembeli CPO dunia dengan topik yang disampaikan Jurictional Approach dalam kerangka Green Growth Development.

Kegiatan ini ditujukan untuk mendorong pemerintah daerah dalam mengajak perusahaan dan petani petani kelapa sawit untuk menghasilkan pasokan sawit dunia yang berkualitas. Dimana sawit tersebut harus dihasilkan dari kebun yang memenuhi standar, tidak dari lahan bekas pertambangan, serta tidak ada konflik dari masyarakat adat dan lokal.

“Provinsi Sumsel merupakan Provinsi  pertama di indonesia yang mendeklarasikan model pengelolaan lanskap berkelanjutan dengan kemitraan dengan berbagai multistakeholder. Terkait dengan sektor perkebunan berbasis komoditi kelapa sawit, dalam jangka panjang Sumsel akan dijadikan lumbung pasokan sawit berkelanjutan, sementara dalam jangka pendek dieralisasikan dalam suatu Gerakan Desa Peduli Api untuk menangkal kebakaran lahan bagi masyarakat yang berada di sekitar hutan, Ini merupakan langkah antisipasi pencegahan dini kebakaran hutan,“ paparnya.

Ketika disinggung mengenai kabut asap akibat dari kebakaran lahan dan hutan di Sumsel, Alex berani mempertaruhkan jabatannya sebagai gubernur, apabila tahun depan masih ditemukan adanya kebakaran hutan dan lahan di Sumsel.

Untuk pencegahan kedepannya, Sumsel melakukan kerja sama dengan IDH Sustainable Trade Iniatiative, Amsterdam dengan pembuatan peta dan rencana aksi untuk tiga Lanskap di Sumsel yakni Lanskap Gambut, Tangkapan Air dan Lanskap dataran rendah.

Provinsi Sumsel pun, terang Alex, mendapat dukungan penuh dari Badan Pengelola Dana Perkebunan, GAPKI, Asosiasi Petani Kelapa Sawit, serta Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (PERHEPI) untuk melakukan kegiatan replanting kebun-kebun yang sudah tua dan tidak produktif serta kebun tanaman belum menghasilkan atau bibitnya tidak bersertifikat.

Pertemuan dengan seluruh stakeholder kelapa sawit bersama IDH, GAPKI, Dan Ditjen Perkebunan untuk menyampaikan komitmen dalam mewujudkan sertifikasi kelapa sawit dan menyusun rencana aksi telah dilakukan Jumat (20/11) lalu di Palembang.

Selain itu, Juga dilakukan Penendatanganan MoU antara Gubernur Sumsel dengan CEO IDH di Amsterdam, ZLS, United Kingdom Climate Change (UKCCU), dan Departemen For Internasional Program (DFIP) di London pada awal Desember 2015 dalam suatu rangkaian konfrensi perubahan iklim Dunia CoP 21 Paris.

Gubernur juga menerangkan akan dimulainya pembangunan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-api oleh Dubai Port, pengelola pelabuhan terbesar di dunia. “Dengan adanya KEK ini, akan banyak pengusaha yang akan berinvestasi di Sumsel, baik dari dalam maupun luar negeri,” ungkapnya.

Alex pun memaparkan bahwa Sumsel siap untuk menjadi tuan rumah penyelenggara ASIAN Games ke-18 Tahun 2018 mendatang bersama Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.

“Sudah ada 15 cabang olahraga yang dipastikan digelar di Sumsel. Cabang lain kita masih terus bersaing dengan DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Kami punya Jakabaring Sport City, yang sudah sangat siap untuk Asian Games,” tegasnya. #rel

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...