Home / Hukum / Rizal Abdullah Terima Plakat Penghargaan

Rizal Abdullah Terima Plakat Penghargaan

2711.01.Rizal.FerJakarta, BP

Ratusan kerabat dan kolega tampak memadati ruang Kartika II, gedung Pengadilan Tinggi Negeri Tipikor Jakarta Pusat, Kamis (26/11). Mereka datang demi memberikan empati terhadap mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Pemprov Sumsel Rizal Abdullah, yang terseret kasus dugaan korupsi Pembangunan Wisma Atlet Jakabaring, Pra-SEA Games 2011.

Agenda sidang sebenarnya adalah putusan yang dijatuhkan majelis hakim, setelah pekan lalu pembacaan pledoi (pembelaan) dari kuasa hukum terdakwa. Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut Rizal Abdullah dengan pidana 5,5 tahun penjara. Namun hingga kemarin malam, sidang ditunda hingga pekan depan.

Suasana sidang sebelum penundaan diwarnai dukungan moril yang diberikan kepada Rizal Abdullah. Tidak sedikit pula yang menitikkan air mata dan mengantre untuk merangkulnya. Pantauan BeritaPagi, persidangan tersebut dihadiri puluhan kolega seperti Pejabat Bupati Pali Apriadi, Asisten II Ruslan Bahri, Kepala Dinas Perkebunan Fahrurozi, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan Susna Sudarti, mantan Kepala Dinas Pendidikan Ade Karyana dan puluhan staf Dinas PU Cipta Karya, PU Bina Marga.

Tak hanya itu, keluarga besar Asprov PSSI yang dikoordinator oleh Sekjen Augie Bunyamin, turut mempersembahkan baju tim sepakbola yang dibubuhi tanda tangan dan medali emas usai menjuarai Porwil 2015 di Bangka Belitung. Persembahan cinderamata ini sebagai bentuk apresiasi dari tim Asprov PSSI yang pernah diketuai oleh Rizal Abdullah dan kini berhasil meraih emas dan lolos ke PON 2016 di Jawa Barat.

“Ini bentuk apresiasi Asprov PSSI kepada pak Rizal Abdullah yang pernah menjadi Ketua PSSI. Keberhasilan meraih emas sedikit banyak atas peran beliau sehingga kami persembahkan plakat kepada pak Rizal Abdullah,” kata Augie Bunyamin.

Agenda sidang yang mulanya dijadwalkan pukul 09.00 hingga malam hari pun masih belum dilaksanakan. Kendati demikian, para kolega dan kerabat tetap setia menunggu dan duduk berjajar di luar ruang sidang sembari shalat dan makan siang. Silih berganti para kerabat memberikan empatinya dan menghibur Istri Rizal, Meriyana dan anak sulungnya Lisa Ramadhani.

Namun momentum tersebut tak dihadiri putri bungsunya Yulia Rahma Putri, yang saat ini masih menjadi mahasiswi Businnes Management di Bournemouth University UK Inggris.

“Adik (Yulia) sama Bapak itu terakhir ketemu tiga bulan lalu. Jujur saya sedih kalau ingat-ingat dulu sebelum Bapak ditetapkan sebagai tersangka, Bapak pernah bilang sama adik akan menghadiri wisudanya di Inggris yang dijadwalkan pada bulan November tahun depan. Tapi sepertinya itu tidak bisa terwujud, pasrah saja. Kalau sama adik itu kita sering video call saja, kemarin juga sempat ngobrol dan cerita-cerita via telepon dan line,” ungkap Meriyana.

Dalam kesempatan tersebut, Meriyana sangat berterimakasih pada kerabat dan rekan kerja serta sanak saudara yang turut hadir memberikan dukungan saat persidangan. Disinggung mengenai pemblokiran rekening sang suami, Meriyana mengungkapkan untuk kehidupan sehari-hari harus menguras rekening simpanan pribadinya.

“Saya sebagai istri mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya pada teman, saudara yang sudah memberikan dukungan. Kalau soal rekening suami memang sejak ditetapkan tersangka sampai sekarang itu diblokir, ada dua rekening yaitu Mandiri dan Bank Sumsel. Itu uang gaji suami, tapi Alhamdulilah masih punya simpanan dan itu yang saya pakai untuk sehari-hari. Jika untuk kuliah anak saya memang sudah ditanggung sama asuransi yang sudah saya siapkan sama suami sejak anak saya lahir,” bebernya.

Sementara itu, rekan seperjuangan Rizal Abdullah yang kini menjabat sebagai Kepala Dinas PU Cipta Karya Kota Palembang Syaiful juga sangat menyayangkan dengan apa yang menimpa rekannya tersebut.

“Saya paham betul dengan apa yang telah dilakukan pak Rizal pada saat Pra-SEA Games 2011 itu. Itu kondisi awalnya rawa-rawa, kami bekerja siang malam untuk menghasilkan fasilitas seperti yang dinikmati masyarakat seperti sekarang,” imbuhnya.

Menurut Syaiful, mengenai fee yang diterima Rizal dari PT DGI itu bukan sepenuhnya salah Rizal dan hanya sebagai bentuk luapan senang PT DGI karena telah memenangkan tender sebagian sarana prasarana dalam Jakabaring Sport City.

Saat bekerja bersama Rizal, dirinya masih menjabat kepala UPTD PU Cipta Karya Provinsi Sumsel.

“Saya bersama-sama beliau terus, jadi sopirnya pun saya sering. Karena saat itu kami memang harus dilibatkan penuh untuk mengontrol semua venue. Saat ini saya hanya bisa berpesan pada keluarga Pak Rizal agar banyak sabar. Ini adalah ujian Tuhan yang maha kuasa dan semoga nantinya menjadi pribadi yang lebih baik,” pungkas Syaiful. #bel