Ultimate magazine theme for WordPress.

SBY Tegaskan Pertanian dan Pangan Penting bagi Dunia

05-Presiden-Susilo-Bambang-YudhoyonoPalembang, BP
Ribuan audiens dari mahasiswa berbagai perguruan tinggi baik negeri maupun swasta  serta para pelajar SMA/SMK di Sumatera Selatan tampak bersemangat menyaksikan kuliah umum yang dipersembahkan Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang dengan menghadirkan Presiden RI ke-VI, Prof DR H Susilo Bambang Yudoyono MA.

Sejak pagi hari para mahasiswa dan pelajar sudah memadati gedung Academic Center UIN menantikan sang Maestro Presiden RI ke-VI tersebut.

Mulai dari mahasiswa dari tuan rumahh UIN, Unsri, Universitas Tamsis, IBA, Universitas Syahyakirti, UBD, Unpal, UIGM, UTP, UPGRI, hingga mahasiswa yang sengaja datang dari Lubulinggau serta para pelajar baik SMA/SMK.

Didampingi wakil Gubernur Sumsel, Walikota Palembang, jajaran DPR RI, DPRD Sumsel, Pangdam II/Sriwijaya, Kapolda Sumsel, Susilo Bambang Yudoyono bersama Ani Yudoyono beserta Edhie Baskoro Yudoyono tiba sekitar pukul 10.00 di kampus Islam Negeri di kota Metropolis ini.

Rektor UIN Rafah Palembang Prof Dr Aflatun Muchtar, MA dalam sambutannya mengatakan bahwa Susilo Bambang Yudhoyono adalah sosok yang ilmuwan dan negarawan.

Sosoknya, sambung Aflatun, diharapkan mampu menularkan para mahasiswa jiwa pantang menyerah sebelum kalah.

“Selamat datang Presiden RI ke-VI, sosok negarawan yang mudah-mudahan menjadi motivasi bagi para mahasiswa Sumsel. Sosok pemberi strategi perekonomian berkelanjutan di sektor pertanian,” kata Aflatun, Rabu (25/11).

Dalam stadium general yang bertajuk pembangunan pertanian berkelanjutan dan ekonomi hijau di abad 21, SBY menyatakan bahwa upaya menyelamatkan ekonomi salah satunya adalah mengurangi angka kemiskinan dan enggutan melalui pembangunan pertanian baik diekonomi politik maupun kebijakan fiskal.

“Pertanian dan pangan makin penting bagi dunia dan Indonesia menjadi peran yang fundamental. Dan yang tak kalah penting adalah Green Economy sebagai ideologi abad 21,” ujar eks Pangdam II/Sriwijaya ini.

Menurutnya, penduduk dunia akan mencapai 9-10 miliar tahun 2050 dari saat ini 7,3 miliar. Sementara 27,4 persen penduduk dunia (2 miliar) miskin dengan harga pangam semakin melonjak.

Lantas bagaimana dengan pangan di Indonesia?

SBY menegaskan bahwa penduduk akan mencapai 306 juta pada tahun 2035 ditambah consuming class dari 55 juta dengan 125 juta sebelum tahun 2030. Dan kebutuhan pangan akan semakin meningkat.

“Itulah gambaran dunia dan Indonesia betapa pentingnya di bidang pangan. Oleh karena itu Indonesia harus memprioritaskan peningkatan kecukupan pangan dan mengurangi kemiskinan,” kata dia. #sug

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...