Ultimate magazine theme for WordPress.

Gubernur Ingin Dana Desa Dimaksimalkan Untuk Pembangunan

alex-noerdin-naik-pitamPalembang, BP
Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin menginginkan agar seluruh kepala desa dapat menggunakan dana desa secara maksimal untuk pembangunan wilayah masing-masing.

“Dana desa yang disalurkan dari pemerintah pusat harusnya bisa dimaksimalkan untuk pembangunan. Dari 100 persen dana desa itu, 70 persennya wajib digunakan untuk pembangunan, sedangkan 30 persennya bisa digunakan untuk operasional desa,” kata Gubernur H Alex Noerdin dalam sambutan pada kegiatan Kuliah Umum untuk Kepala Desa (Kades), di Auditorium Bina Praja, Selasa (24/11) siang.

Menurutnya, kades merupakan ujung tombak dari setiap pembangunan serta mempunyai peran dalam pengelolaan dana desa yang dianggarkan melalui APBN setiap tahunnya.

“Kades sebagai pihak penanggung jawab di desa harus menggunakan dana tersebut sesuai prosedur yang ada, agar tidak terjadi penyimpangan,” ujarnya.

Dirinya juga mengimbau agar kades dapat menggunakan anggaran dana dengan lebih hati-hati. Penggunaan dana desa harus lebih transparan kepada seluruh masyarakat desa. Pihaknya juga akan memberikan pendampingan dalam pengelolaan dana desa tersebut.

“Semoga dana desa ini dapat terserap dengan baik dan digunakan secara maksimal untuk membangun desa itu. Kades juga harus dapat menjaga kondusifitas desa agar tidak terjadi kerusuhan antar etnis maupun umat beragama,” harapnya.

Sementara, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Provinsi Sumsel, Yusnin mengatakan, tahun depan pemerintah pusat akan meningkatkan alokasi dana setiap desa 2 kali lipat dari tahun ini sehingga nantinya setiap desa akan mendapatkan dana sebesar Rp 1 miliar.

“Saat ini setiap desa mendapatkan Rp 300 juta dengan total yakni sekitar Rp 775 miliar, dengan jumlah penerima dana tersebut sebanyak 2817 desa,” terangnya.

Lanjut dijelaskannya, saat ini penyaluran dana desa baru dilakukan sampai tahap kedua sebesar 70 persen dan tinggal 30 persen. “Untuk tahap ketiga paling lambat disalurkan bulan Desember ini,” jelasnya.

Meskipun penyaluran dana desa terlambat, sambung Yusnin, pihaknya tetap optimis dana desa dapat terserap dengan baik. “Jika sesuai deadline-nya itu tanggal 31 Desember, namun setiap desa harus segera melakukan kegiatan agar pada pertengahan Desember dana tersebut sudah bisa terserap,” tandasnya.#dil

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...