Ultimate magazine theme for WordPress.

Dishub Terapkan 3 Fase

# Atasi Kemacetan ‘Flyover’ Jakabaring

Macet Flyover1Palembang, BP

Dibukanya proyek jalan dan jembatan flyover Jakabaring, membuat kemacetan jalan sedikit teratasi. Tetapi saat jam sibuk justru membuat arus tersendat. Terutama arus dari Jakabaring menuju jembatan Ampera yang mengalami penumpukan kendaraan di pangkal jembatan.

Kepala Bidang Transportasi Jalan dan Rel Dinas Perhubungan Kota Palembang Agus Supriyanto mengatakan, untuk penerapan mekanisme lalulintas terkait pengaturan lalulintas di lokasi, pihaknya akan menerapkan tiga fase dengan empat traffick light yang ada.

“Rencananya akan dibuat tiga fase namun tetap dengan empat traffick light yang ada. Sama seperti di persimpangan flyover Simpang Polda. Dua traffick light akan bersamaan berjalan,” kata Agus, Selasa (24/11).

Menurut dia, pertimbangan tiga fase pernah dibicarakan namun belum dilakukan rapat lagi untuk membahas lebih lanjut. Hanya saja, rencana tiga fase ini sudah pernah disetujui pihak terkait lainnya. “Nanti akan dikoordinasikan lagi persisnya, namun dari rapat kami yang terakhir akan diterapkan sama seperti di flyover Simpang Polda,” katanya.

Menurut Agus, pertimbangan yang dilakukan dengan mengatur arus atas jembatan ini sebagai arus bebas hambatan, sementara arah dari Ampera ke Kertapati dan dari Jakabaring ke Plaju akan dibuat melaju bersamaan. “Rencananya begitu, setelah nanti ke Palembang baru akan dibicarakan lagi,” kata Agustus yang kemarin tengah berada Jakarta.

Pantuan di lapangan, pasca dibuka flyover, pekerja masih merapikan dan menggali tanah yang sempat bermasalah. Tampak pekerja melakukan persiapan pengerjaan drainase, merapikan, dan meratakan jalan untuk pengecoran dan pengaspalan.

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Flyover Jakabaring Joko Saputro mengatakan, flyover dari arah Jakabaring akan tetap dibuka selama proses pengerjaan di bawah dan belum diketahui kapan akan ditutup kembali. “Agar pengerjaan di bawah lebih fokus, pengendara dari Jakabaring ke Ampera diarahkan untuk menaiki jembatan,” katanya.

Joko menjelaskan, pengerjaan di bawah selain perataan dan pengecoran jalan juga dilakukan pengerjaan drainase agar bisa tembus dan kawasan ini tidak tergenang air saat hujan. “Kami selesaikan dulu di bawah, lalu ditutup lagi atau tetap dibuka akan dipertimbangkan, terutama oleh pihak terkait lainnya,” katanya.

Pembukaan satu lajur jembatan flyover simpang Jakabaring menuju Jembatan Ampera dirasa belum efisien, karena masih terjadi kemacetan dan penumpukan kendaraan di pangkal jembatan Ampera. Tak hanya itu, adanya kendaraan yang memutar ke arah Jakabaring tanpa melewati bawah jembatan Ampera pun dirasa menambah kemacetan di area tersebut.

Selain itu, tepat di depan Kantor Pos Merdeka juga terdapat dua simpang ke arah Merdeka dan Jalan Jenderal Sudirman, membuat kendaraan melambat dan terjadi sedikit penumpukan. Meskipun flyover telah dibuka satu arah, dirasa belum efektif mengurai kemacetan, khususnya di atas jembatan Ampera yang masih tampak padat merayap.

Wakasat Lantas Mapolreta Palembang AKP Irwan Andeta mengatakan, pihaknya tak menampik masih terjadi kemacetan khususnya di depan kampus Universitas Kader Bangsa. “Jangan salah, flyover ini sebenarnya belum diujicoba, hanya dibuka satu lajur untuk sementara karena di bagian kiri bawah flyover dekat rumah makan Palapa itu masih terdapat dua rumah yang belum dibebaskan. Jadi terjadi penyempitan jalan dan menumpuknya kendaraan serta terpaksa dibuka,” ungkap Wakasat lantas.

Dikatakan Irwan, permasalahannya karena banyaknya jumlah kendaraan yang menuju Kota Palembang dari tiga arah yaitu Jakabaring, Kertapati, dan Plaju. “Jadi walaupun ada flyover, kendaraan tetap menumpuk. Bukan macet, hanya merayap saja. Kalau mengenai pengawasan, anggota kita sudah maksimal di titik tersebut ada beberapa petugas yang mengatur, baik terhadap angkot, bus maupun kendaraan yang akan memutar tanpa melewati bawah Ampera,” jelasnya.

Pihaknya juga sudah menggandeng Dinas Perhubungan dan membentuk tim terpadu mengatasi kemacetan di area pangkal jembatan Ampera. “Dishub sudah kita surati, sudah ditertibkan di sana. Khususnya travel-travel gelap yang disinyalir menambah titik kemacetan. Masalahnya, kurangnya kesadaran masyarakat terhadap hal ini. Kita imbau agar masyarakat jangan naik angkot di area tersebut terlebih yang supir-supirnya hanya mau tertib jika ada petugas saja,” tegasnya.

Anehnya, ujicoba penggunaan Flyover Simpang Jakabaring yang sudah dilalui baik kendaraan roda dua maupun roda empat, Senin (23/11), baru diketahui Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sumsel Kombes Pol Bambang Pristiwanto.

“Saya belum mengetahui ujicoba itu. Info itu dari mana, Resta belum lapor sama saya. Tetapi yang jelas nanti akan saya cek,” kata Bambang, saat dijumpai di Mapolda Sumsel, kemarin.

Menurut Bambang, meskipun belum mengetahui dan belum mendapat laporan tentang dilakukannya ujicoba, pihaknya akan memberikan arahan serta koordinasi kepada Resta. Selain itu, pihaknya juga akan menurunkan personel Kamselnya.

“Tim ini kita turunkan untuk mendamping Resta untuk melihat hasil hari ini (kemarin-red) bagaimana formulanya, apa perlu dilakukan rekayasa atau tidak. Jadi nanti dapat dilakukan evakuasi dan apabila memerlukan maka akan kita lakukan besok (hari ini-red),” tutur Bambang. # ren/rio/bel

 

 

 

 

 

 

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...