Ultimate magazine theme for WordPress.

Kejari Pangkalan Balai Dihadiahi Keranda Mayat

# Dinilai Lamban Tangani Kasu Korupsi
 
20151123_111245Banyuasin, BP
Ratusan massa yang mengatas namakan Masyarakat Banyuasin Bersatu,lapangan(MBB) menghadiahi Kejari Pangkalan Balai Banyuasin, Sumsel replika keranda mayat,  Senin (23/11). Karena penanganan kasus korupsi yang ditangani Kejari dinilai lamban dan terkesan tebang pilih.
 Massa mendesak Kejari Banyuasin agar menangkap tujuh anggota DPRD Banyuasin yang diduga terlibat kasus korupsi dana aspirasi DPR senilai Rp 7,2 miliar anggaran tahun 2011 lalu untuk kegiatan Pelatihan tenaga kerja siap pakai di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Banyuasin. “Kasus ini sudah naik sejak 2011 lalu, sampai sekarang belum juga terungkap,” jelasnya Reza Pahlevi Koordinator lapangan MBB.
Ditambahkan koordinator aksi, Jurnal Kuinsyah, kasus dugaan korupsi terjadi pada kegiatan pelatihan perbengkelan untuk masyarakat, yang diikuti 35 desa yang masing-masing mengirim 10 utusan.  “Anggarannya Rp7 miliaran lebih, tapi peserta hanya dapat obeng sama uang transport Rp100 ribu, diduga banyak anggaran fiktif dari kegiatan ini,” katanya.
Dia mengasumsikan, setiap desa, mengirim 10 peserta, dengan akomodasi yang diberikan berkisar Rp100 ribu per orang (ongkos+obeng), satu desa itu menghabiskan hanya Rp1 juta saja. Total ada 35 desa itu dananya cuma habis Rp35 juta dan ditambah biaya untuk instruktur sementara anggarannya Rp7 miliar lebih. “Anggaplah honor pementor dan konsumsi belum masuk, tapi mustahil kalau jumlahnya miliaran,” ungkapnya.
Massa menuntut pihak kejaksaan segera mengusut kasus ini tanpa tebang pilih. “Tujuh anggota DPRD yang terlibat merekomendasikan anggaran ke sana, patut diperiksa,” katanya.#mew
Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...