Ultimate magazine theme for WordPress.
BI-24

Songket 25 Motif Dalam Satu Gaun Pecahkan Rekor Dunia

Rekor Muri 25 Motif songket dalam satu fashion busana (1)Palembang, BP

Songket dengan 25 motif dalam satu gaun berhasil memecahkan rekor dunia melalui Museum Rekor Indonesia. Sebuah pencapaian kekayaan bangsa, yang tidak pernah terjadi di mana pun dan di belahan dunia mana pun.

Momen membanggakan ini tercipta dalam acara peluncuran pelestarian warisan budaya songket Sumatera Selatan menuju warisan dunia di Palembang Sport And Convention Center (PSCC), Sabtu (21/11). Hadir Ketua Dekranasda Sumsel Hj Eliza Alex yang merupakan sosok di balik inovasi songket 25 motif dalam satu gaun, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Anak Agung Gusti Ngurah Puspayoga, dan Direktur Museum Rekor Dunia Indonesia Aylawati Sarwono.

Penyerahan piagam dan buku rekor MURI dipimpin Direktur Museum Rekor Dunia Indonesia Aylawati Sarwono, disaksikan Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gusti Ngurah Puspayoga, kepada Gubernur Sumsel H Alex Noerdin didampingi Hj Eliza Alex.

Suasana terasa menggetarkan saat tepuk tangan dan riuh ribuan warga Sumsel yang seluruhnya menggunakan baju songket mengiringi penyerahan rekor dunia ini.

Direktur Museum Rekor Dunia Indonesia Aylawati Sarwono usai acara mengatakan, Sumsel pantas mendapatkan rekor dunia karena memecahkan rekor yang tidak ada di tempat lain, 25 motif songket dalam satu gaun.

“Jadi mau tidak mau MURI harus mencatat itu sebagai rekor, tapi rekor hari ini tidak hanya kuantitas saja melainkan saya lihat betul-betul kualitasnya. Desainer gaun songket dengan 25 motif, Kosi Latul, betul-betul seorang desainer yang mumpuni; dia berhasil menyatukan dan memadukan 25 macam variasi dalam satu gaun dengan sangat harmonis dan, itu tidak mudah,” katanya.

Rekor songket 25 motif dalam satu gaun itu berbeda dengan rekor songket Kalimantan beberapa waktu lalu. Bukan kualitas melainkan kuantitas, kalau kualitas tidak bisa dibanding-bandingkan.

“Rekor hari ini adalah rekor dunia. Jadi MURI memberikan piagam rekor. Ada rekor Indonesia dan ada rekor dunia, tadi yang saya serahkan adalah piagam rekor dunia karena pernah ada di dunia di mana pun juga peristiwa hari ini,” katanya.

Menurutnya, songket ini merupakan satu kebanggaan bagi MURI dan seluruh bangsa Indonesia. Ada kreativitas dalam mengangkat tenun songket sebagai warisan dunia.

“Penghargaan rekor MURI diberikan atas satu gaun yang terdiri dari 25 macam corak songket di satu gaun. Ini merupakan satu rekor. Sehingga, wajib bagi MURI untuk memberikan rekor dunia. Karena tidak pernah terjadi di mana pun di Bumi ini,” katanya.

Ia menambahkan, dirinya sangat kagum dengan desainer gaun yang mampu mengemas 25 motif dalam satu gaun sehingga songket menunjukkan paduan warna dan corak yang sangat menawan dan indah.

“Belum pernah terjadi di mana pun, pergelaran songket, sungguh kekayaan bangsa Indonesia,” katanya.

“Rekor MURI ini akan kami masukkan dalam buku rekor volume ke-6. Dalam penilaian kali ini, kami tidak hanya melihat kuantitas, namun juga kualitas. Untuk mendapatkan pengakuan ke Unesco tidak mudah. Tetapi akan tetap kami usahakan. Karena, seribu langkah harus dimulai dari satu langkah,” katanya.

 

Menyusul Karya Lain

 

Gubernur Sumsel H Alex Noerdin didampingi Hj Eliza Alex mengatakan, setelah songket ia berinisiatif akan mengajukan karya-karya dari Sumsel lainnya menjadi karya dunia.

“Untuk songket 25 motif dalam satu gaun tidak perlu ada pergub, jadi yang akan kita ajukan bukan hanya kreasi sini namun juga pempek, dulmuluk, yang secara nasional telah diakui sebagai national heritage atau warisan Indonesia. Sekarang dunia, insya Allah tembus,” katanya.

Mengenai regenerasi perajin songket, Alex Noerdin optimis akan berjalan. Menurutnya, para perajin songket kini banyak yang muda-muda.

“Bukan hanya songket saja, tapi kesenian daerah hasil seni daerah, bisa itu songket, bisa kuliner pempek, rusif, macam-macam. Jadi jangan Kentucky atau McDonald saja,” katanya.

Menteri Koperasi dan UKM RI Anak Agung Gusti Ngurah Puspayoga menilai ini adalah event yang luar biasa.

“Bagaimana kita mengangkat songket Palembang menuju warisan dunia. Ini idealisme yang kita bangun. Kualitas songket Palembang memang tidak bisa diragukan lagi dan tadi kita lihat bagaimana 25 desain ada dalam satu songket Palembang, suatu kreativitas yang luar biasa. Yang dilakukan ini adalah bagaimana kita menghargai warisan dunia dan bagaimana ke depan kita menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN. Apapun itu kita harus bersaing dalam kualitas,” katanya.

Menurutnya, masyarakat ekonomi ASEAN bukan persaingan melainkan kerja sama yang saling menguntungkan dan ini yang harus dipertahankan dan dibuat bagaimana saling ketergantungan dengan satu negara dengan negara lain.

“ASEAN harus kuat, kalau kita terjebak perdagangan bebas kita tidak akan kuat, yang kuat menjatuhkan yang lemah, yang modal besar menjauhkan modal kecil. Jadi kita menuju Masyarakat Ekonomi ASEAM dengan bersinergi, bekerja sama, tercipta saling ketergantungan,” katanya.

Puspayoga memuji langkah Gubernur Sumsel H Alex Noerdin membuat songket dengan 25 motif dalam satu gaun. Ia menilai ini langkah menuju bagaimana menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN dan bagaimana songket menuju warisan dunia.

“Saya yakin semangat Pak Gubernur luar biasa, agar songket Palembang diakui sebagai warisan dunia,” katanya.

Sebelumnya dilakukan penandatangan prasasti, penandatanganan seri perangko songket, penyerahan izin usaha, hak cipta motif songket, bantuan alat, dan diakhiri dengan peragaan busana menampilkan pakaian songket.

Pukul 20.00, Gubernur Sumsel H Alex Noerdin dan jajaran menuju PSCC mengikuti hiburan dengan tema 1.000 Day Road To Asian Games XVIII 2018 di mana digelar acara peragaan busana dan hiburan Armada Band.

Selanjutnya Gubernur Sumsel H Alex Noerdin menekan tombol sirene tanda dilepasnya 1.000 lampion sebagai peringatan hitungan mundur 1.000 hari jelang Asian Games 2018 yang disaksikan ratusan warga kota Palembang dan para undangan.#osk

 

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...