Ultimate magazine theme for WordPress.
BI-26-27

SFC Butuh Kemenangan Mutlak

SFC butuh kemenangan pada waktu normal mengingat persaingan lolos dari fase Grup A sangat ketat. Opsi adu penalti harus dihindari demi mewujudkan asa tersebut.

11 22 -- Arema vs AremaMalang, BP

Demi menghindari adu penalti, Sriwijaya FC (SFC) memaksimalkan latihan serangan dalam sesi terakhir jelang menghadapi Arema Cronus pada laga lanjutan Grup A Piala Jenderal Sudirman di Stadion Kanjuruhan, Minggu (22/11) malam. Kemenangan mutlak harus diraih Laskar Wong Kito mengingat Singo Edan sudah mengantungi dua kemenangan, pun dengan Persija Jakarta yang sudah meraih satu kemenangan.

Pelatih SFC Benny Dollo memastikan bahwa SFC mengantisipasi semua kemungkinan yang terjadi di lapangan malam nanti. Termasuk menyiapkan strategi lain jika pertandingan nanti harus diakhiri lewat babak adu penalti.

“Normal saja kami latihan penalti, karena ini bagian dari regulasi jika pertandingan berakhir imbang. Kita sudah asah semua senjata. Bahkan, kalau memang ada adu penalti, kita pun sudah melatih tendangan penalti para pemain,” kata Benny Dollo, Sabtu (21/11).

Para pemain mendapat materi yang fokus pada semua aspek penting untuk memenangkan pertandingan di Stadion Kanjuruhan kemarin sore. Bendol menyebut, set play, set piece hingga penalti sudah dilatihkan kepada Asri Akbar dan kawan kawan. Sehingga, sekarang tergantung pada permainan serta mental bertanding para punggawa tim Double Winner 2007.

“Berkat kemenangan atas Gresik United, mental pemain sudah mulai terangkat sedikit. Karena sekarang harus ada yang menang, kita pun sudah menyiapkan penembak-penembak penalti,” tegasnya.

Berbicara tentang Arema, pelatih yang akrab disapa Bendol itu memandang tim yang pernah dilatihnya tersebut selalu punya ambisi. Menurut mantan pelatih timnas Indonesia itu, Arema adalah tim kelas atas di sepakbola Indonesia.

“Kami tidak boleh terlena dengan hasil yang didapatkan di Piala Presiden lalu, saya melihat Arema punya semangat membalas kekalahan tersebut. Mereka juga punya waktu berbenah, sehingga saya pikir besok tetap akan menjadi laga yang berat buat kami,” terang Bendol.

Lebih lanjut, eks juru racik Persija Jakarta itu menuturkan masuknya tiga pemain asing baru yaitu Esteban Vizcarra, Kiko Insa, dan Toni Espinosa memberikan warna yang berbeda untuk tim Singo Edan.

“Tetapi hari ini kami sudah mencoba berbagai variasi latihan untuk meredam ketiganya. Jangan lupa Arema juga punya pemain lokal yang berkualitas, karena mereka punya keseimbangan di setiap lininya. Yang jelas, jika ingin meraih hasil positif maka wajib bermain dengan penuh disiplin,” ujarnya.

Bendol juga mengingatkan agar anak asuhnya tidak terlena dengan hasil Piala Presiden. Karena, Arema saat ini akan tampil lebih garang dan meledak.

 

“Semangat arema untuk revenge (membalas dendam) perlu kami waspadai, apalagi sekarang mereka sudah berbenah dengan masuknya beberapa pemain baru. Kualitas pemain asingnya pun sangat baik, Esteban Vizcara juga memberi warna berbeda,” ujar Bendol

Yang jelas menurut Bendol, peluang untuk menggulingkan tahta pimpinan klasmen, bisa saja terjadi jika punggawa SFC dapat bermain disiplin.

“Arema punya keseimbangan di setiap lini, jadi seluruh pemain arema berbahaya. Yang jelas sfc tidak boleh terlena dengan hasil pertemuan terakhir dan jika ingin meraih hasil positif maka wajib bermain dengan disiplin tinggi,” ungkapnya

Asisten Pelatih SFC Hartono Ruslan mengatakan, para punggawa SFC tidak ada sedikit rasa gentar terhadap tim Arema, meski Arema bermain di kandang sendiri. Baginya, bermain di depan puluhan ribu Aremania, justru membuat Arema bermain dengan rasa terbebani karena harus menang di kandang sendiri. Selain itu, SFC sudah mengetahui gaya permainan Arema hasil pantauan saat menghadapi Gresik.

“Kami tahu mereka akan sangat kuat, mereka sangat berbahaya. Tapi, hanya ada dua pilihan dalam pertemuan SFC kontra Arema Cronus, menang atau kalah. Namun, kami memilih pilihan kedua. Kami harus menang,” ujar Hartono.

Untuk itu, menurut Hartono, penggawa SFC harus benar-benar disiplin. Benar-benar waspada. Bukan satu orang, tapi seluruh lini Singo Edan, tertutama pada lini depan.

“Barisan depan mereka cukup berbahaya, apalagi banyak pemain berpengalaman disana, ditambah pemain baru yang berkualitas, jadi semuanya perlu kita waspadai pergerakan pemain Arema,” jelas mantan Assisten Kas Hartadi ini.

Tapi, bagaimana caranya meraih kemenangan, baru akan menerapkan startegi yang akan dipakai Asri Akbar Cs pada laga nanti, ketika pertandingan memasuki menit ke sepuluh.

“Kita, akan menunggu hingga 10 menit dibabak pertama, baru akan menyusun strategi. Karena, saat ini kita belum mengetahui gaya permainan mereka seperti apa,” jelas

Sementara itu, gelandang enerjik SFC Asri Akbar menyebut nama Esteban Viscara, akan lebih menghidupkan pola serangan Singo Edan. Terbukti Arema bisa mengalahkan Persegres Gresik United dan Persipasi Bandung Raya (PBR) dengan skor telak 4-1 dan 4-2.

“Esteban memiliki kecepatan dan akan mengancam pertahanan SFC, jika kita lengah sedikitpun maka akan sangat berbahaya,” jelas Asri.

Dirinya mengimbau kepada rekan-rekannya untuk mewaspadai semua pergerakan pemain Arema. Pemain kelahiran Makassar ini menilai, kalau permainan Arema di Piala Jenderal Sudirman sangat bagus. Meski begitu, SFC harus menang demi mengamankan tiket ke babak selanjutnya.

“Peluang menang tetap terbuka lebar, kita harus mengincar poin penuh jika ingin mempermudah lolos ke babak berikutnya. Semoga saja bisa kembali memenangkan laga nanti, seperti saat mengalahkan Arema di Solo kemarin,” pungkasnya.

Enggan Jumawa

Di lain sisi, pelatih Arema Joko Susilo sepertinya enggan jumawa. Ia yang saat turnamen Piala Presiden cukup percaya diri, kini lebih memandang SFC sebagai lawan yang sepadan. Bahkan, menurutnya, kemenangan Arema di dua laga awal Piala Jenderal Sudirman melawan Persipasi Bandung Raya dan Gresik United sama sekali bukan ukuran untuk melawan SFC.

“SFC berada pada level yang berbeda. Mereka punya kekuatan mumpuni untuk mengalahkan Arema. Bukan saya pesimis tetapi saya harus memberikan ketenangan agar pemain tidak punya beban saat melawan mereka. Ya, rasa percaya diri berlebih harus direndahkan,” terang Joko Susilo.

Misi Arema menang harus dipunyai, tetapi merasa diri sudah top harus dihilangkan meski sejumlah media dan pasar taruhan memberikan prediksi Arema mampu menang melawan SFC.

“Dua laga Arema dengan kemenangan telak saya anggap sebagai persiapan untuk melawan Sriwijaya, jika sudah merasa top dengan kemenangan itu maka Arema pasti akan gagal, buang jauh-jauh rasa sudah merasa menang sebelum bertanding,” urai pria kelahiran Cepu tersebut.

Pada sesi latihan terakhir Ahmad Bustomi dan kawan kawan mengagendakan pemulihan kondisi di Stadion Gajayana. Penggawa Arema menerima materi langsung di bawah pimpinan Joko Susilo. Gethuk, sapaan pelatih kepala ini mengatakan, latihan ini untuk melihat seberapa kesiapan fisik yang ada pada setiap pemain.

“Tim pelatih memberikan beep test untuk mengukur kondisi pemain dalam persiapan pertandingan mendatang,” kata Gethuk.

 

Gethuk mengungkapkan, para pemain mendapat materi taktik khusus dalam menyerang, transisi dan bertahan.

“Kita matangkan taktik khusus buat menghadapi SrFC. Mereka sudah masuk fase latihan tahap akhir sebelum pertandingan,” kata Gethuk.

Latihan menyerang, transisi dan bertahan adalah prinsip utama dalam permainan sepakbola. Dalam organisasi permainan, Arema berharap bisa bermain sangat disiplin dalam menempati posisi. Sebab, kata Gethuk, sepakbola bukan hanya soal skill individu, tapi juga kesadaran serta kerja keras mempertahankan posisi dalam semua situasi menyerang, bertahan dan transisi.

“Sesi latihan sudah optimal. Kita berikan materi sesuai dengan strategi dan persiapan menghadapi SFC. Sekarang kita tinggal menjalankan sesi latihan terakhir. Semoga pemain bisa menjaga kondisi serta istirahatnya di rumah, agar tetap fit untuk laga,” sambung Gethuk.

Selain membenamkan materi serta taktik khusus untuk pertandingan lawan SFC, tim pelatih juga menyisipkan materi kondisi supaya pemain tetap bugar dan tajam. Menurut pelatih berlisensi B AFC ini, materi kondisi selalu dijejalkan di sela-sela latihan taktik supaya pemain tidak kehilangan sentuhannya di atas lapangan permainan.

“Kita selalu selipkan latihan kondisi supaya mereka tetap tajam dan tak kehilangan ball feeling. Semoga ketajaman mereka makin bagus di hari pertandingan nanti,” tutup Gethuk.

Kapten Tim Arema Ahmad Bustomi merasa porsi latihan yang di berikan tim pelatih mampu diterima dengan baik. Ini terlihat dari stamina yang stabil dalam latihan yang tidak kurang dari dua jam itu.

“Kemarin kami sudah diberikan waktu berlibur, jadi hari ini kita bisa berlatih dengan maksimal,” ujar kapten tim Arema itu. #fer/sug

 

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...