Home / Headline / Kawasan Bernilai Rp35 Trilliun Siap Operasi 2016

Kawasan Bernilai Rp35 Trilliun Siap Operasi 2016

#Melongok Air Sugihan 

20151119_103335_resizedAir Sugihan, satu kawasan di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir. Kawasan ini adalah lingkungan transmigrasi. Tentu saja bukan areal yang mudah dijangkau. Dulu, untuk ke wilayah ini harus menggunakan speedboat, 3 sampai 4 jam lebih baru sampai. Berangkatnya melewati jalur komersial via Benteng Kuto Besak.

KAWASAN ini juga sedikit istimewa karena menyimpan habitat gajah. Penduduknya sebagian besar warga pendatang transmigrasi dan sebagian lainnya warga pribumi.

Namun belakangan,  nama Air Sugihan semakin sering disebut, baik di tingkat regional hingga ke nasional. Air Sugihan sekarang, bukanlah Air Sugihan dulu, yang tandus, kering dan sulit dijangkau.

Air Sugihan sekarang, mulai  disesuaikan dengan namanya, sugih berrarti kaya.  Di sebuah desa bernama Bukit Batu tengah dibangun sebuah kawasan industri yang bernilai investasi 35 Trilliun Rupiah. Pabrik Pulp dan Papper yang dinamai PT. OKI  Pulp and Paper  Mills. Dengan investasi sebesar itu, tak hanya masyarakat Air Sugihan dan Kabupaten OKI saja yang akan ikut menjadi ‘kaya’ bahkan secara regional dipastikan akan meningkatkan income provinsi Sumsel.

Bayangkan saja, di kawasan itu dibangun 17 pabrik besar  hingga yang  pada saatnya beroperasi nanti diperkirakan akan menyedot tenaga kerja sebanyak 3.500 orang karyawan langsung dan akan ada sekitar 15 ribu orang lainnya yang akan terlibat secara tidak langsung dengan aktivitas produksi seperti mitra pemasok dan kontraktor.

Sekarang saja, saat pabrik belum beroperasi, sudah banyak masyarakat yang merasakan dampak berdirinya pabrik di areal seluas 1.700 hektar tersebut. Contoh kecilnya, puluhan kapal tongkang dan kapal dagang milik warga  Bantun  Kabupaten OKI terlihat berd=sandar di kawasan Pasar Jalur. Kapal kapal tersebut membawa kebutuhan pokok ribuan pekerja yang tengah membangun pabrik.

Kemudian sektor lain yang juga menggeliat adalah menigkatnya angkutan air dari dan ke wilayah tersebut. Sejumlah pengusaha lokal sudah tidak malu-malu lagi menambah armada speedboat yang berdampak pada   harga ongkos angkut yang mulai jadi ekonomis, juga jadwal hilir mudik speed boat sudah tidak terlalu senggang lagi. Bahkan, kabarnya sudah bisa tiap hari dari pagi hingga petang.

Berkeliling di   areal persiapan kawasan Industri pulp dan kertas yang konon terbesar di Asia Tenggara  ini  juga menjadi pengalaman yang cukup berharga. Seperti layaknya kawasan baru dibangun, sejumlah barak  pekerja  berderet deret menyambut dari dermaga. Disepanjang jalan aktifitas pembangunan terlihat jelas. Pasak pasak bumi yang  infonya diimpor dari luar negeri terlihat di berbagai titik, pekerjaan konstruksi juga bertebaran. Yang  sudah terlihat jelas adalah badan jalan di kawasan tersebut. Cor beton nan mulus.

Pekerja, terlihat  bertebaran dimana mana. Umumnya mereka pekerja kontraktor dengan keahlian masing-masing.  Agak menarik perhatian juga karena para pekerja rata-rata berseragam dan mengenakkan atribut pabrik. Spatu boat lapangan, rompi berwarna mencolok dan tentu saja helm pabrik. Di berbagai sudut juga terlihat security lengkap dengan pesawat penghubung. Nampaknya semua sudah bersiap siap menyambut  beroperasinya pabrik tersebut pada pertiga tahun 2016  mendatang.

Sedikit bocoran dari  Board Member of Sinar Mas Franky O Wijaya, ternyata pebrik   yang menghasilkan pulp serta tissue dan nantinya bernilai devisa USSD 1,5  milyar pertahun ini ternyata memanfaatkan energi terbarukan.

“Kami berupaya memanfaatkan dukungan teknologi terkini seoptimal mungkin. Bukan hanya hemat energi tetapi memanfaatkan energi terbarukan berasal dari kulit kayu, 100 % bahan baku kayu dari Hutan Tanaman Industri dan juga hemat air,’’ katanya.

Nah, seperti disebut diawal tulisan, dengan nilai investasi mencapai Rp 35 Trilliun dan perkiraan devisa mencapai hingga USS 1,5 milyar pertahun OKI Pulp and Paper Mills ini diperkirakan akan menjadi pendorong tak hanya perekonomian di kabupaten OKI saja bahkan juga Sumatera Selatan bahkan Indonesia secara keseluruhan. Dengan kapasitas terpasang untuk bubur kertas (pulp) sebesar 2 juta ton pertahun dan kertas tissue mencapai 500 ribu ton, pertengahan 2016 OKI Pulp dipastikan akan beroperasi secara penuh dan menjadi pabrik terintegrasi terbesar di dunia.

Pertengahan 2016 juga akan menjadi titik gerak roda perekonomian kabupaten OKI, Sumatera Selatan dan Indonesia secara keseluruhan. Dan pada saatnya  itu, Air Sugihan tak lagi kawasan terisolir. Jalan darat melalui kabupaten OKI pun sudah terhungung dengan diresmikannya jembatan Rassau pada pertengahan Nopember 2015 ini. Dipastikan, begitu kawasan pabrik beroperasi,  akan banyak dampak yang dirasakan masyarakat. Dengan tentunya tetap memperhatikan persoalan lingkungan. Dan terutama menjaga agar habitat gajah tak punah dari Air Sugihan. #amrina rosyada

x

Jangan Lewatkan

KPK Imbau Cakada di 4 Wilayah Jujur Melaporkan Dana Kampanye, Termasuk Sumsel

Palangkaraya,BP  Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata mengimbau para pasangan calon kepala daerah (cakada) di empat wilayah Provinsi ...