Ultimate magazine theme for WordPress.

Songket Rasa Ulos Ada di Pameran UKM Songket

DSCN2923SONGKET Sumatera Selatan memiliki ratusan motif dan warna yang indah terbuat dari berbagai kombinasi berbagai benang menghasilkan kain songket yang cantik.

Selain motif khas Sumsel yang sudah lama dikembangkan selama ini, belakangan muncul pula songket bermotif menyerupai kain tradisional Batak dari Sumatera Utara (Sumut) yakni Ulos atau songket rasa Ulos.

Meski tidak sama persis seperti Ulos namun songket ini dapat terlihat langsung berbeda dari songket kebanyakan karena motif segitiga pada bagaian ujung dan pangkal songket, bentuknya bisa pakaian atau kain selendang.
Harga jual songket ini juga seperti songket lainnya disesuaikan dengan penggunaan benang emas yang dipakai, seberapa rumit proses pembuatannya, berapa lama pengerjaan dan lainnya, harganya antara Rp1 juta hingga Rp1,2 juta.
Di mana semakin banyak benang emas yang digunakan dan semakin sukar atau lama proses pembuatannya maka harganya akan semakin mahal.
“Sejak tiga bulan belakangan songket bermotif menyerupai Ulos jadi tren karena mendekati perayaan Natal juga sehingga permintaanya banyak baik dari Sumsel dan luar Sumsel terutama dari Sumatera Utara,” ujar Farida pengerajin songket binaan Dekranasda Ogan Ilir di  pameran UKM Songket menuju warisan dunia  dari tanggal 20 hingga 22 November 2015 di lapangan Parkir Palembang Sport And Convention Center (PSCC), Jumat (20/11).
Menurutmya songket bermotif menyerupai Ulos yang banyak di minati yang menggunakan warna biru elektrik, itu yang banyak di cari pembeli.
“Bunganya menyerupai ulos, kalau ulos nian warnanya hitam, kalau ini lebih banyak lagi lapis-lapisnya, dan puncak rebungnya bukan seperti punya Palembang , ” katanya.
Pengerjaan songket bermotip penyerupai ulos dikerjakan secara sederhana dari 8 hingga 10 hari.
” Ini tetap songket tapi tumpalnya penyerupai ulos, motip tetap songket,” katanya.
edangkan Darma pengerajin songket binaan Dekranasda Ogan Ilir lainnya menjelaskan songket jenis ini dikerjakan masyarakat Desa Muara Penimbung sampai ke Desa Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir  yang tergabung dalam kelompok usaha.
Sedangkan perajin  untuk pengerjaan songket bermotif menyerupai Ulos bagian tersulit dibuat adalah kakan   yang membutuhkan waktu dua hari. “Kembangnya agak cepat selesainya, tumpalnya juga susah karena benangnya beda-beda dan satu kain bisa selesai satu minggu dikerjakan seharian di rumah sambil mengurus pekerjaan rumah ,” katanya.#dudy oskandar
Baca:  Intan Merasakan Bisnis Songketnya Kian Maju Setelah Ikut WMM
Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...