Ultimate magazine theme for WordPress.
BI-26-27

SFC Kenal Arema Luar Dalam

#Jelang Arema vs Sriwijaya FC

Titus Bonai4xPalembang, BP

Partai big match Grup A Jenderal Sudirman Cup mempertemukan Sriwijaya FC dengan tuan rumah Arema Cronus di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu (22/11) malam.

Bagi SFC, kemenangan atas Arema akan memuluskan langkah ke babak berikutnya. Begitupun tuan rumah. Peluang kedua tim sama besar. Terlebih melihat materi pemain dan head to head di Piala Presiden beberapa waktu lalu.

“Kita sama-sama mengetahui kekuatan masing-masing. Di babak penyisihan Piala Presiden, kita kalah dari Arema, terus imbang leg pertama semifinal dan menang leg kedua,” kata Asisten Pelatih SFC Hartono Ruslan, Jumat (20/11).

SFC sempat menelan kekalahan di babak penyisihan grup B melawan Arema dengan skor 1-3. Selanjutnya, kedua tim dipertemukan di babak semifinal.

Leg pertama, Laskar Wong Kito menahan imbang Arema di depan ribuan pendukungnya sendiri dengan skor 1-1.

Selanjutnya leg kedua, SFC menekuk Arema dengan skor 2-1. Hal ini berarti kedua tim sama kuat, dengan satu kali kemenangan, satu kali kekalahan dan satu kali imbang. Kini kedua tim dipertemukan kembali.

Performa Arema di ajang ini sungguh memukau. Di dua pertandingan awal, mereka membukukan kemenangan telak dengan delapan gol, kemasukan tiga. Masing-masing 4-1 atas Gresik United dan 4-2 atas Persipasi Bandung Raya. Sementara SFC baru mengutip kemenangan tipis 1-0 atas Gresik United di partai perdananya.

Tapi berkaca dari Piala Presiden lalu, SFC berpotensi menghadirkan mimpi buruk buat Arema. Benny Dollo tentu paham benar taktik dan strategi Arema. Tapi jajaran pelatih memilih merahasiakannya. Bendol tidak mau taktik dan strateginya terbaca sang arsitek Arema Joko Susilo.

“Kita akan waspadai dan hentikan seluruh pemain Arema, Gonzales, Samsul Arif, Vizcarra, Toni Espinosa, Kiko Insa dan pemain lainnya,” jelas Hartono.

Mematikan seluruh pemain Arema dan menjalankan instruksi pelatih diharapkan bisa menghentikan rekor kemenangan tim tuan rumah di grup A nanti.

“Target kita jelas menang dan menghindari adu penalti,” tegasnya.

Pelatih Arema Cronous Joko Susilo mengatakan, dirinya tidak khawatir strategi yang bakal dimainkan sudah dibaca oleh kubu SFC, lantaran mereka bermain dua pertandingan lebih dulu.

“Tidak masalah. Saya rasa wajar di tim dan kompetisi manapun di dunia. Setiap tim yang akan bertanding pasti saling observasi calon lawan,” ujarnya.

Pelatih yang akrab disapa Getuk ini mengaku sudah mengantungi kelemahan SFC. “Tinggal bagaimana nanti menerapkan strategi untuk memenangkan pertandingan,” pungkas legenda hidup Arema era Galatama ini.#zal

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...