Ultimate magazine theme for WordPress.
BI-26-27

Perlu Kompetensi Wujudkan Jurnalisme Positif

Palembang, BP

Pembukaan IJTIKonferensi IJTI Asia Pasifik yang diselenggarakan di Kota Palembang dianggap bisa menjadi awal terwujudnya jurnalis yang positif bagi dunia. Ratusan jurnalis televisi dari seluruh provinsi di Indonesia dan beberapa perwakilan jurnalis televisi dari negara tetangga juga ikut serta dalam konferensi yang berlangsung di Hotel Novotel, Kamis (19/11) malam.

Ketua Panitia Konfrensi IJTI Asia Pasifik Rahmad Hidayat mengatakan, acara ini menjadi ajang silaturahmi, khususnya kawasan Asia Pasifik. Jurnalisme positif untuk dunia yang lebih baik. “Diikuti sembilan negara dan 150 jurnalis televisi di Indonesia,” ujarnya. Ia berharap, kegiatan ini dapat menjadi virus positif untuk peningkatan kualitas tayangan televisi.

Menteri Komunikasi dan Informatika RI Rudiantara mengatakan, IJTI sangat berperan dalam pemberitaan yang ada di televisi. “Penyiaran yang dibagi ini ada pemberitaan dan juga ada hiburan,” jelasnya.

Menurutnya, IJTI ke depan akan menentukan kebaikan konten penyiaran di televisi. “Kita akan mendapatkan konten yang jelas setiap penyiarannya. Ini juga perlu dukungan dari pemerintah baik pusat maupun daerah,” ujar Rudiantara.

Dirinya berharap, IJTI dapat memperkuat idealisme di dunia pertelevisian untuk mewujudkan jurnalisme positif. Dalam sambutannya, Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin mengatakan, Pemprov Sumsel merasa sangat terhormat dengan datangnya ratusan jurnalis televisi perwakilan dari provinsi lain serta dari negara tetangga.

“Dengan adanya konferensi ini tentu bisa menambah keakraban antara jurnalis daerah dan jurnalis dari provinsi dan negara lain,” katanya.

Menurutnya, peran jurnalis televisi ini sangat penting dalam menginformasikan perkembangan suatu daerah. “Tanpa jurnalis televisi ini tidak akan bisa disampaikan ke masyarakat apa yang sudah dibangun selama ini,” tuturnya.

Ke depan, sambungnya, Pemprov Sumsel akan bekerja sama dengan sekolah Jurnalis Missouri untuk mendirikan Sekolah Jurnalis di Indonesia. “Harapannya dengan didirikannya sekolah jurnalis ini dapat menambah kompetensi seluruh jurnalis untuk mewujudkan jurnalis yang positif,” tandasnya.

Terpisah, Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sumsel Ardiansyah Nugraha mengatakan, utusan negara yang mengikuti konferensi tersebut di antaranya Malaysia, Singapura, India, Filipina, Tiongkok, Timur Leste, dan Australia. “Utusan negara tersebut sudah mendaftar dan akan mengikuti pertemuan jurnalis damai,” kata dia.

Memang menurut dia, melalui konferensi tersebut untuk menciptakan pemberitaan yang menyejukkan. Hal ini karena dunia yang damai tanpa konflik dan kekerasan yang diimpikan dan itu bisa tercipta melalui media. Kegiatan tersebut untuk meningkatkan pemahaman antar wartawan televisi pada jurnalisme damai. Selain itu sebagai bentuk sosialisasi gagasan jurnalisme damai dengan jurnalis televisi di Asia Pasifik. #dil

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...