Ultimate magazine theme for WordPress.
BI-26-27

Gol Tibo Menangkan Sriwijaya FC

Palembang, BP

Pemain Sriwijaya FC, Titus Bonai, beradu cepat dengan pemain Gresik United, Samsul Arifin, pada laga Piala Jenderal Sudirman di Stadion Kanjuruhan, Malang, Kamis (19/11/2015). (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)
Pemain Sriwijaya FC, Titus Bonai, beradu cepat dengan pemain Gresik United, Samsul Arifin, pada laga Piala Jenderal Sudirman di Stadion Kanjuruhan, Malang, Kamis (19/11/2015). (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Sriwijaya FC sukses mengamankan tiga poin dari Gresik United. Namun, performa Laskar Wong Kito dinilai masih belum optimal.

Hasil sempurna diraih SFC pada laga perdananya di Jenderal Sudirman Cup, dengan mengalahkan Gresik United 1-0 di Stadion Kanjuruhan Malang, Kamis (19/11) sore. Gol semata wayang SFC dicetak Titus Bonai menit ke-34.

Asisten Pelatih SFC Hartono Ruslan mengatakan, persiapan timnya di turnamen ini tidak maksimal karena beberapa pemain baru berkumpul tidak sampai satu pekan terakhir.

Mereka adalah Ferdinand Sinaga, Asri Akbar, Fathul Rahman, Patrich Wanggai, Titus Bonai, dan Achmad Hisyam Tolle, yang sebelumnya mengikuti Habibie Cup. Serta dua legiun asing, Osas Saha (Nigeria) dan Raffael Simone Quentieri (Italia), yang baru bergabung tiga hari terakhir.

“Itulah kenapa banyak peluang tercipta lawan Gresik United, tapi hanya satu gol tercipta,” ujarnya.

Pemain satu sama lain belum nyetel sepenuhnya. Beberapa bahkan masih belum fit. Itu sebabnya SFC hanya mengutip kemenangan tipis 1-0.

“Tapi pemain sudah bekerja keras. Bisa menciptakan peluang itu sudah merupakan capaian luar biasa,” tukasnya.

Kemenangan SFC di laga sangat tidak mudah. Gresik United memberikan perlawanan sengit. Barisan pertahanan mereka sulit ditembus.

“Mereka bermain disiplin, pertahanan mereka sangat baik, itu juga kenapa pemain kesulitan mencetak gol tambahan di babak kedua,” terangnya lagi.

Pelatih Gresik United Widodo Cahyono Putro mengatakan, dirinya tidak menginstruksikan anak buahnya main bertahan. Berhubung lawan yang dihadapi tim kuat bertabur bintang, tak urung membuat mental anak asuhnya jatuh.

“Pemain kami rata-rata usia muda. Mereka down duluan menghadapi pemain bintang SFC. Anak-anak belum siap,” ujar eks striker tim nasional ini.

Ia menilai permainan Bima Sakti dan kawan-kawan kaku dan tidak berani keluar menekan. “Baru pada babak kedua, pemain muda ini berani menyerang,” katanya.

“Ini menjadi pelajaran berharga bagi pemain muda, pertandingan ini akan membuat pemain muda akan bisa tampil lebih baik lagi di partai berikutnya,” ucapnya lagi.

Sejak kick off hingga pertengahan babak pertama, tidak ada peluang berarti yang diperoleh Gresik United dan Sriwijaya FC. Permainan lebih banyak berkutat di lini tengah.

SFC baru bisa memecah kebuntuan di menit 34. Titus Bonai mencatatkan namanya di papan skor dengan gol jarak dekat usai memanfaatkan halauan kurang sempurna kiper Gresik Sandi Firmansyah.

Unggul satu gol, SFC tampil lebih menekan. Beberapa kali Laskar Wong Kito mengancam pertahanan lawan. Namun tidak ada gol tambahan tercipta. Skor 1-0 untuk keunggulan SFC bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua, Persegres terlihat kesulitan keluar dari tekanan SFC yang tampil semakin dominan. Menit 69, tendangan keras Asri Akbar mengancam, tapi masih bisa diblok Sandi Firmansyah.

Di penghujung laga, SFC nyaris menggandakan keunggulan melalui sepakan keras pemain pengganti Ferdinand Sinaga. Sayang, bola sepakannya, masih bisa ditepis Sandi Firmansyah.

Meski menciptakan banyak peluang, SFC gagal mencetak gol tambahan. Ini tak terlepas dari aksi apik Sandi Firmansyah yang melakukan 9 penyelamatan. Skor akhir 1-0 untuk kemenangan SFC.

Kemenangan ini membuat skuad asuhan Benny Dollo menempati posisi dua klasemen sementara grup A dengan 3 poin dari satu laga. Sementara Gresik United berada di dasar klasemen setelah membukukan dua kekalahan beruntun. # zal

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...