Ultimate magazine theme for WordPress.
BI-24

Dua Pemilik Akun ‘Facebook’ Dipolisikan

BP/RIO ADI PRATAMA MELAPOR-Kuasa Hukum Helmi Yahya, Mualimin melaporkan kedua pemilik akun Facebook yang telah melecehkan dan menghina kliennya, di SPKT Polda Sumsel, Jumat (20/11). ü Melecehkan Helmi Yahya
BP/RIO ADI PRATAMA
MELAPOR-Kuasa Hukum Helmi Yahya, Mualimin melaporkan kedua pemilik akun Facebook yang telah melecehkan dan menghina kliennya, di SPKT Polda Sumsel, Jumat (20/11).
ü Melecehkan Helmi Yahya

Tak terima atas penghinaan, pelecehan, dan pencemaran nama baik, Helmi Yahya di dalam grup Facebook bernama Ogan Ilir Memilih Pemimpin, yang dilakukan oleh dua pemilik akun media sosial (medsos) di dalam grup tersebut akhirnya dipolisikan.

Kedua pemilik akun yang dilaporkan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumsel, Jumat (20/11), sekitar pukul 16.30, pertama pemilik akun Facebook atas nama Tri Budi Santosa dan pemilik akun Facebook kedua yakni Dirham Haidar.

Ditemui usai melapor, Kuasa Hukum Helmi Yahya, Mualimin mengatakan, kedatangannya untuk melaporkan kedua pemilik akun Facebook tersebut karena sudah mencemarkan nama baik, fitnah, serta menyebarkan berita bohong terhadap kliennya, Helmi Yahya yang juga merupakan calon Bupati (Cabup) Ogan Ilir.

“Kami resmi melaporkan dua pemilik akun Facebook yang sudah membuat berita bohong tentang Helmi Yahya. Bahkan, fitnah itu disebar luaskan melalaui grup Ogan Ilir Memilih Pemimpin,” ujar Mualimin.

Menurut Mualimin, pelecehan dan penghinaan tersebut sudah diketahui sejak Oktober lalu. Namun, kliennya yang sudah mengetahui tetap berusaha untuk bersabar dengan sikap dua pemilik akun tersebut. Setelah dibiarkan begitu saja, kedua pemilik akun tersebut makin menyerang dengan fitnah yang lebih parah.

“Sebelumnya Pak Helmi cukup bersabar. Namun, semakin hari sampai saat ini selalu menyerang, karena di dalam grup itu informasi yang di update oleh kedua pemilik akun tersebut tak benar. Bahkan, ini cenderung sebagai satu indikasi kebencian,” kata Mualimin.

Parahnya lagi, masih dikatakan Mualimin, kedua pemilik akun tersebut melakukan penghinaan, pencemaran nama baik, penyebaran informasi bohong, serta selalu menilai negatif karena kliennya sebelumnya adalah seorang artis.

“Di sana juga klien saya menerima tuduhan-tuduhan yang disamakan seperti lonte karena gonta-ganti pasangan. Tak hanya itu saja, mereka juga menyebutkan jika kliennya adalah seorang pengguna narkoba, padahal itu tak benar sama sekali,” jelas Mualimin.

Dengan laporan tersebut, Mualimin berharap, agar laporan ini mendapat atensi khusus dari Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Iza Fadri, sesuai surat edaran dari Kapolri tentang pencemaran nama baik dan Undang-Undang ITE.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol R Djarod Padakova menjelaskan, laporan dari kuasa hukum sudah diterima SPKT Polda Sumsel. Laporan tersebut tertuang dengan Nomor : STTLP/867/XI/2015/SPKT.

“Sebelumnya memang diminta untuk berkoordinasi dengan bagian ITE, karena ini masalah ITE. Setelah berkoordinasi, baru laporan diterima,” pungkas Djarod.

#rio

 

 

 

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...