Ultimate magazine theme for WordPress.
BI-26-27

25 Motif Songket Dalam Satu Gaun

Road to Songket dimata dunia3Palembang, BP

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan akan menggabungkan 25 motif songket menjadi satu gaun. Kreasi ini akan membawa songket sebagai peraih rekor Museum Rekor Indonesia atau MURI.

Selama ini sudah ada langkah yang sama untuk mencatatkan karya tenun daerah dalam rekor MURI. Tetapi Ketua Dekranasda Sumsel Hj Eliza Alex, yang ada di balik inovasi songket ini yakin penggabungan 25 motif adalah yang tertinggi.

“25 motif ini sudah paling banyak untuk digabungkan menjadi satu gaun hanya untuk mendapatkan rekor MURI,” kata Eliza dalam konferensi pers di Graha Songket, Kampus, Palembang, Kamis (19/11).

Dijelaskannya, penggabungan motif ini sudah sering dilakukan, namun bukan untuk motif songket. Untuk songket merupakan pertama kalinya, mengingat songket dari Sumsel adalah songket yang terbaik dibandingkan songket dari daerah lainnya.

Launching songket, lanjut Eliza, di samping untuk mendapat rekor MURI, juga untuk meningkatkan produktivitas dari perajin. Ditambah lagi nantinya setiap tamu undangan yang akan hadir harus memakai songket, baik itu berupa selendang maupun tanjak.

“Jadi jika para tamu undangan belum punya songket maka dengan kegiatan ini undangan pun terpacu untuk membeli songket sehingga akan berdampak pada perekonomian para perajin songket,” ujarnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperidag) Sumsel Permana menambahkan, dalam kegiatan ini pihaknya mengundang sekitar 2.000 usaha makro, kecil dan menengah (UMKM) dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), swasta, dan lain sebagainya.

Nantinya yang akan membuka acara ini, lanjut Permana, yakni empat kementerian di antaranya, Menteri Koperasi, Menteri Perindustrian, dan lain sebagainya. “Untuk puncak acara nantinya akan dilakukan peluncuran perangko motif songket,” jelasnya.

Pemprov Sumsel sudah mengajukan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan agar songket menjadi budaya nasional, dan ini telah disetujui bahkan pihaknya telah menerima piagam.

“Selain itu, songket juga sudah menjadi warisan nusantara, sehingga dengan dijadikannya warisan nusantara maka yang bertanggung jawab untuk melestarikannya adalah seluruh masyarakat Indonesia,” terangnya.

Namun, meskipun telah menjadi warisan nusantara, pihaknya gagal menjadikan songket sebagai warisan dunia karena masih ada kekurangan dalam persyaratan. Karena itu, pihaknya akan kembali mengajukan kepada Unesco agar songket menjadi warisan dunia dan diakui di internasional seperti halnya batik.

“Mudah-mudahan tahun depan pengajuan songket diterima Unesco sehingga menjadi waisan dunia,” tandasnya. #fadil

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...