Ultimate magazine theme for WordPress.
BI-24

2018, Semua Sekolah Sudah Terapkan K-13

 

Palembang, BP
Kurikulum pendidikan di Indonesia dihadapkan pada sejumlah ketidak pastian yang membingungkan. Sebelumnya tenaga pendidik dibuat bingung akan pergantian kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan 2006 (KTSP) menjadi kurikulum 2013 (k-13) yang dinilai lebih baik.

Pada penerapan K-13 sendiri masih bermasalah membuat pemerintah memberhentikan penerapannya dan meminta sekolah untuk kembali KTSP 2006, dengan catatan bagi sekolah yang sudah melaksanakan K13 lebih dari tiga semester maka bisa dilanjutkan. Kemungkinan penerapan K-13 yang akan dihapuskan, ternyata dirasakan tidak benar.
Pasalnya, dengan indikator yang telah ada, penerapan akan penguatan K-13 semakin ditingkatkan di semua sekolah penyelenggara K -13 maupun yang akan merintis. Oleh karena itu, penerapan K-13 akan tetap ada , namun yang sebenarnya adalah penyempurnaan dari penerapan K-13.

“Berdasarkan indikator yang adak K-13 tidak mungkin dihapus, yang ada hanya berupa wacana pergantian wajah dari kurikulum 2013 menjadi kurikulum nasional (KN). Itupun akan diberlakukan pada tahun 2018 nantinya saat semua sekolah sudah menyempurnakan penerapan k-13 secara menyeluruh,” kata Kasi Kurikulum TK/SD Disdikpora Kota Palembang, Haris Basid, Senin (16/11).
Ia menjelaskan, indikator K-13 semakin diperkuat dengan makin besarnya pemberian bantuan modal penyelengaran K-13. Di mana pemerintah pusat memperkuat basis bantuan tersebut. Selain itu juga regulasi yang ada dan sarana prasarana lebih dipersiapkan.

“Dari Permendikbud No 103, mengenai pembelajaran pendidikan dasar dan menengah tahun 2014, sudah diperkuat dengan pentunjuk teknis (juknis) akan perangkat pembelajaran K-13. Serta pada Permendikbud No 104 sudah adanya juknis akan tata cara penilaian hasil belajar siswa. Semuanya sudah ada dalam regulasi tersebut,” ujarnya.
Sehingga keluhan para guru pada tahun kemarin, mengenai kerepotan akan penulisan rapot . Diakui Haris akan bisa teratasi dengan sudah adanya juknis dan Permekdibud tersebut. Sehingga diharapkan penerapan akan K-13 akan lebih berjalan baik dari sebelumnya.

“Mulai dari penulisan raport hingga RPP guru semuanya sudah diatur dalam juknis, jadi guru tidak repot dan kesusahan lagi dalam menjalankan K-13,” tuturnya
Lebih lanjut Haris mengatakan, pelatihan akan tenaga pendidik yaitu guru, kepala sekolah hingga pengawasan terus dilakukan. Pihak

Lembaga penjamin mutu pendidikan (LPMP) terus memberikan pelatihan dan pengetahuan akan K-13 kepada setiap tenaga pendidik.

“Tiap tahun LPMP tidak pernah sepi, selalu ada pemberian pelatihan K-13 disana. Seluruh peningkatan SDM berbasis K-13 sehingga program peningkatakan mutu nasional berbasis K-13 akan terus berlanjut. Maka dari itu, penghapusan K-13 tidak dimungkinkan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel Drs Widodo, MPd, menjelaskan pihaknya masih tetap menunggu rekomendasi dari tim yang dibentuk Mendikbud terkait hasil evaluasi K-13 beberapa waktu lalu. Namun bila ada wacana pergantian nama tersebut yang merupakan kebijakan nasional maka pihaknya akan menyesuaikan kepada setiap sekolah yang ada di Sumsel.
“Ini masih wacana, namun bila selanjutnya adaka kebijakan nasional dari Mendikbud, maka Sumsel siap berkontribusi positif untuk pencapaian nasional,” tutupnya.
Oadk

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...