Ultimate magazine theme for WordPress.
BI-26-27

2016, Palembang Gelar Indonesia Open Motocross

Palembang, BP

Cross 2Kemeriahan perhelatan Asian Motocross Championship 2015 seri 3 dan 4 yang dihelat di Sirkuit Internasional Dirgantara Lapangan Udara (Lanud), Palembang disambut  ribuan masyarakat Palembang dan para penggila crosser. Berangkat dari hal ini Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin akan menggelar kembali event Indonesia Open Motocross pada tahun 2016 dengan mengundang para crosser dunia.

Pernyataan itu disampaikan Alex dalam kunjungannya ke sirkuit Internasional Dirgantara Lanud, Minggu (15/11).

Alex tiba di Sirkuit pada pukul 10.00 didampingi Asisten IV Kesra Ahmad Najib, Kadispora Sumsel Ahmad Yusuf Wibowo. Kemudian rombongan langsung melakukan lawatan ke seluruh stand peserta Asian Motocross Championship 2015, kemudian menyaksikan para crosser timnas yang berjibaku di arena sirkuit.

“Luar biasa. Saya apresiasi kepada Pak Aswari, Bupati Lahat dan juga Danlanud. Dan kami berharap ini bisa terus digunakan sampai selanjutnya untuk para anak-anak berlatih. Dan tahun depan kita akan gelar Indonesia Open dengan mengundang para juara-juara dunia,” ujar Alex Noerdin.

Hanya saja Alex berharap apakah track ini bisa dipakai untuk event selanjutnya atau tidak masih tergantung dengan TNI AU.

Track ini Lanud yang meminjamkan. Jadi masih bisa ditarik. Nego dulu. Sayang sirkuit sudah bagus. Harapan kita sepanjang tahun dimainkan kejuaraan di Sumatera Jawa. Untuk memeriahkan road to Asian Games 2018. Kita gelar event yang besar-besar. Ini belum tahu progresnya Asian Games, kalau lambat cabor bisa pindah ke Sumsel,” ujarnya.

Kejuaraan ini sambung Alex merupakan event bergengsi kelas Internasional sebagai ajang Road to Asian Games 2018. Dan dirinya menyampaikan bahwa clossing Asian Games 2018 akan ditutup di Bumi Sriwijaya.

“Nah ini untuk memeriahkan Road to Asian Games 2018 sebentar lagi. Dan kali ini cabang olahraga sudah tambah lagi menjadi 15 cabang olahraga. Kemudian penutupan akan digelar di Palembang,” tegas Alex.

“Pemerintah Provinsi Sumsel juga terus berjuang melalui kesiapan venue dan insfrastruktur yang ada di Sumsel. Dan siap berjuang bersama Jakarta. Ya, kita lihat nanti progresnya, kalau Jakarta tidak siap dari cabornya kita siap,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Asian Motocross Championship 2015, Syaifuddin Aswari menyatakan siap mendukung ajang Asian Games 2018. Untuk motocross n akan dilakukan pembinaaan kepada para crosser lokal dan muda di Sumsel untuk dapat melakukan dan menggunakan sirkuit. Sehingga pada gilirannya bakat dari para crosser muda berbakat di Sumsel bisa bermunculan.

“Nah ini senang sekali dengan adanya Sirkuit ini kita harapkan bagi para anak muda Sumsel bisa menggunakan sebnagai sarana ujicoba dan latihan. Kita ingin muncul para crosser muda di Palembang yang nantinya bisa menjadi andalan tidak hanya di Sumsel tapi juga andalan timnas,” ujarnya.

 

Pada kejuaraan motorcross para races terbaik tuan rumah Indonesia, menepati posisi terbaik di nomor Junior Racing Mx 85 putaran round keempat. Posisi bertahan di puncak class tak tergoyangkan bagi M Excel BL, disusul posisi kedua Daffa Saputro. Sementara Anada Rigi Adity menempatkan posisi ketiga, meninggalkan racer luar asal Filipina Jhon Antonio, yang harus puas berada di posisi keenam.

Berbeda jauh dari capaian mampu dilakoni para races luar negeri. Dimainkanya class Asian JR 85, tuan rumah dimotori Ikatan Motor Indonesia (IMI) tersebut menurunkan 19 races terbaiknya mampu mendominasi pertarungan menempatkan bagi races tanah air mampu memadati lima besar peringkat terbaik dalam kesempatan kejuaraan Asiamotocross tahun ini.

Sedangakan di kelas unggulan MX2/125, memang telah melangsungkan satu kali races. Tiga pebalap Thailand tetap mendominasi. Piyanat Koetsiri (Thailand) jadi yang terbaik dalam races pertama. Dengan catatan waktu terbaik 1:40.915. Disusul Sean Lipanovich catatan waktu 1:41.146. Sedangkan diposisi ketiga disabet jawara MX2/125 Round 3. Chai Yan Romphan. Dengan waktu terbaik 1:40.601.

“Ya, tidak menyangka, terima kasih Kota Palembang,” jelas Piyanat usai penyematan bersama Gubernur Sumsel Alex Noerdin.

Tenda Roboh

Hujan deras beserta angin kencang yang melanda sirkuit Lanud Talang Betutu Palembang, Minggu (15/11) sejak pukul 15.00 mengakibatkan tenda panitia, panggung dan podium pemenang roboh diterjang angin kencang.

 

Akibat kejadian tersebut, kejuaraan Asian Motocross Championship 2015 seri ke 4, pada kategori junior MX 85 cc dan kelas utama MX 2 125 cc, terpaksa tidak diperlombakan oleh pihak promotor, karena lintasan dianggap membahayakan pembalap jika tetap dilanjutkan.

Sementara di bawah guyuran hujan yang cukup lebat, panitia serta para penonton bahu membahu memegang tenda yang masih berdiri agar tidak melayang diterpa angin. Puluhan mobil panitia dan penonton, tampak kesulitan keluar dari lokasi parkir akibat tanah merah menjadi becek karena hujan yang cukup deras.

Ketua Pelaksana Asian Motocross Championship, H Aswari Rivai mengatakan, perlombaan terpaksa harus dihentikan akibat sirkuit menjadi tidak kondusif. Hal ini diputuskan oleh pihak promotor, demi keselamatan para pembalap.

“Kita tidak menyangka bakal turun hujan deras dan angin kencang. Lintasan menjadi sangat berbahaya karena licin dan pasti susah untuk dilalui para crosser. Daripada terjadi hal yang tidak diinginkan, terpaksa kelas junior MX 85 cc dan kelas utama MX 2 125 cc, batal diperlombakan,” ujar Aswari.

Sementara itu, dalam malam ramah tamah di Fave Hotel, Minggu malam, salah satu pebalap nasional Agi Agassi menyampaikan bahwa Sirkuit di Palembang merupakan sirkuit Internasional di Tanah Air Indonesia.

Dirinya juga berharap ajang ini menjadi motivasi bagi para pembalap generasi muda di tahun yang akan datang.

“Dari segi sirkuit, Palembang salah satu sirkuit terbaik di Indonesia. Dan ke depan kita berharap Palembang menjadi tuan rumah motocross Asia selanjutnya. Dan saya katakan, saya senang main di Palembang,” tutur Agi Agassi. #sug/zal/fer

 

 

 

 

 

 

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...