Ultimate magazine theme for WordPress.

PKK Sumsel Ingin Sukseskan Program Satu PAUD Satu Desa

Palembang, BP

IMG_2213Penelitian menunjukkan bahwa masa keemasan anak (golden age ) adalah usia di bawah lima tahun. Pada usia ini merupakan masa pesat perkembangan otak, sehingga pendidikan usia dini (PAUD) sangat penting dilaksanakan untuk membangun pembentukan karakter anak.

Maka dari itulah Tim Penggerak PKK Provinsi Sumatera Selatan berkerjasama dengan dinas pendidikan menyelenggarakan pelatihan PAUD holistik integratif bagi guru PAUD dan Tim Penggerak PKK selama dua hari , 10 -11 November 2015, bertempat di Graha PKK Jln. Rajawali, Palembang.

Dalam sambutannya  DR. Ekowati Retnaningsih, SKM., M.Kes selaku ketua II Tim Penggerak PKK Provinsi Sumatera Selatan mengatakan bahwa PAUD dapat mengembangkan kemampuan dan pembentukan karakter anak, “sebagai guru atau tutor PAUD harus mampu menstimulasi, membimbing, mengasuh dan memberikan kegiatan pembelajaran yang akan menghasilkan kemampuan dan keterampilan anak ,” jelasnya di depan 150 orang peserta pelatihan.

Selain itu, pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitik beratkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan fisik, daya cipta, kecerdasan emosi, dan kecerdasan spiritual.

Masih menurut Ekowati, PAUD menjadi perhatian Provinsi Sumatera Selatan karena pencapaiannya belum seperti yang diharapakan yaitu  satu PAUD satu desa “secara nasional ada angka aplikasi kasar PAUD, dimana anak-anak  usia PAUD yg masuk PAUD secara nasional sudah mencapai 65 % tetapi di Sumatera Selatan baru mencapai 56 % , kita berharap dengan kepedulian kita semua kedepannya satu PAUD  satu desa di Sumsel akan cepat terwujud,” terangnya.

Ekowati yang juga menjabat kepala Badan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sumatera Selatan menyampaikan bahwa prioritas pembangunan di Sumatera Selatan adalah dibidang pendidikan dan kesehatan. ” Sebagai kepala Bappeda saya sangat mengetahui bahwa banyak sekali alokasi anggaran pemerintah untuk pendidikan dan kesehatan ,” katanya.

Sedangkan menurut Yanti Muchtar yang merupakan ketua panitia pelatihan PAUD bahwa Pendidikan bagi anak usia dini adalah pemberian upaya untuk menstimulasi, membimbing, mengasuh dan pemberian kegiatan pembelajaran yang akan menghasilkan kemampuan dan ketrampilan anak, “jadi tugas kita semua, terutama guru untuk mengembangkan bakat dan kemampuan dalam diri anak dengan memberikan pengajaran yang baik dan berkualitas , untuk  persiapan kematangan anak dalam menghadapi masa depan sehingga menjadi manusia yang berakhlak mulia, berilmu, cerdas, kreatif, mandiri dan bertanggung jawab,” jelas Yanti.

Yanti Muchtar yang juga sekretaris Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) menuturkan, pelatihan ini juga untuk meningkatkan kemampuan dan wawasan para pendidik dan tenaga kependidikan PAUD, terutama pengimplementasian PAUD Holistik Integratif, yaitu terintegrasi dalam bidang pendidikan, perlindungan dan masalah kesehatan anak.

Dr. M. Zawawi M.Pd  dari dinas pendidikan Provinsi Sumatera Selatan selaku penyaji materi mengatakan bahwa guru PAUD saat ini yang berpendidikan Diploma dan S1 baru 38 persen sehingga pelatihan seperti yang dilaksanakan oleh PKK sangat diperlukan” jumlah guru PAUD yang sudah mengikuti pelatihan dan bimbingan teknis  kurikulum 2013 tidak lebih dari 10 persen, dengan adanya pelatihan yang dilakukan secara swadana semacam ini sangat diperlukan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas guru PAUD” ungkapnya.

Di akhir materinya ia mengharapkan agar pelatihan ini dapat di implematasikan oleh para guru di tempat PAUDnya masing-masing.

Selain Zawawi  materi pelatihan juga di sampaikan oleh Dr Umi Rosidah dan juga Marian S, Pd. MM dari dinas sosial Provinsi Sumatera Selatan. (Humas PKK). #rel

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...