Ultimate magazine theme for WordPress.
BI-26-27

Bank Syariah Harus Pintar Cari Peluang

Palembang, BP

BP/ARRACHIM LOUNCING TABUNGAN SYARIAH CIMB NIAGA-Pemukulan Gong Oleh sekda Sumsel, H Mukti Sulaiman dan didampingi Ketua Komisi VI DPRRI Dodi Reza Alex yang juga merupakan Ketua Masyarakat Syariah Sumsel sebagai  tanda diresmikanya CIMB Niaga Syariah yang berlangsung diBalroom Hotel Aryaduta Palembang, Rabu (11/11)
BP/ARRACHIM
LOUNCHING TABUNGAN SYARIAH CIMB NIAGA-Pemukulan Gong Oleh sekda Sumsel H Mukti Sulaiman didampingi Pimpinan Komisi VI DPR RI Dodi Reza Alex sebagai tanda diresmikanya CIMB Niaga Syariah.

Penetrasi perbankan syariah masih sangat minim akibat kurangnya literasi kepada masyarakat. Besaran market share perbankan syariah masih di bawah 5 persen.

Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Sumatera Selatan (Sumsel) H Dodi Reza Alex Lic Econ, MBA yang juga merupakan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI mengatakan, masih minimnya pengetahuan dan ketertarikan masyarakat terhadap perbankan berbasis syariah, membuat pergerakan ekonomi syariah, khususnya di Sumsel masih belum begitu signifikan.

“Penetrasi perbankan syariah masih kecil karena masyarakat belum diberikan edukasi dan sosialisasi yang cukup, dan layanannya kurang variatif jika dibandingkan dengan bank konvensional yang aksesnya lebih luas. Untuk menyiasati hal itu, syariah harus pandai melihat peluang pasar yang belum dilayani oleh konvensional,” katanya usai launching Tabungan iB Junior Bank CIMB Niaga, Rabu (11/11).

Dikatakannya, walaupun tercatat ada perkembangan dan kemajuan transaksi syariah di Sumsel, namun hal tersebut masih di bawah target 5 persen dan secara nasional di bawah perbankan konvensional. Perbankan syariah mesti pandai melihat peluang pasar yang ada di depan, terutama menyongsong perhelatan Asian Games 2018.

“Asian Games nantinya akan ada dana Rp20 triliun yang masuk ke Sumsel dari pusat. Nah syariah harus lebih berpartisipasi karena akan adanya peredaran uang yang banyak. Banyak Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang membangun infrastruktur, tidak menutup kemungkinan BUMN dapat pinjaman modal dari perbankan syariah, ini akan menjadi multi efek kedepannya,” katanya.

Dalam prosesnya, MES Sumsel akan terus menyosialisasikan, mengedukasi, dan memberikan pemahaman kepada masyarakat Sumsel dengan menggandeng pihak perbankan, Bank Indonesia serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memajukan kegiatan ekonomi syariah. “Kami mengajak masyarakat untuk bertransaksi melalui perbankan syariah yang lebih menguntungkan,” katanya.

Sementara itu, Head of Syariah Banking CIMB Niaga Firman A Moeis mengakui, market share CIMB Niaga Syariah masih kecil sekali. Masih rendahnya market CIMB Niaga Syariah menurutnya karena kendala masalah edukasi dan sosialisasi. Masih ada sesuatu yang mesti diperbaiki.

Market share 1,2 persen, target kedepan 3 persen hingga 2018. Sejauh ini kita melihat peluangnya masih sangat besar, secara makro market share perbankan syariah nasional baru 4,6 persen, kita masih optimis akan terus berkembang dari tahun ke tahun,” katanya.

Untuk memperluas market share, CIMB Niaga Syariah menyasar segmen anak-anak dengan menghadirkan Tabungan iB Junior. Tabungan iB Junior merupakan tabungan reguler bagi perorangan yang menyasar anak-anak dengan usia 0 hingga 18 tahun, untuk keperluan pribadi, biaya sekolah, maupun kebutuhan pembayaran Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH).

“Ditargetkan 10 ribu nasabah di Sumsel, dan juga berdampak pada Dana Pihak Ketiga (DPK). Saat ini, posisi DPK CIMB Niaga Syariah Rp900 miliar, dan pembiayaan Rp70-80 miliar,” katanya.#pit

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...