Ultimate magazine theme for WordPress.
BI-26-27

‘Paku Bumi’ Maksimalkan Pemadaman

# BNPB Tambah 1 Heli

# Kebakaran Baru Terindikasi Sengaja

 paku (5)Palembang, BP

Hingga saat ini Satgas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutlah) Provinsi Sumatera Selatan masih berjibaku memadamkan titik api yang masih membara di beberapa wilayah. Kebanyakan api yang masih membara kini berkobar di bawah permukaan tanah.

Kepala BNPB Willem Rampangilei mengatakan, saat ini pihaknya mendapatkan bantuan 50 pasukan pemadam karhutlah dari berpengalaman dari Afrika Selatan yang diboyong PT Sinar Mas untuk menyegerakan upaya pemadaman.

“Pasukan tersebut memiliki teknik tersendiri dalam pemadaman. Mereka membawa alat yang disebut ‘paku bumi’, yakni pipa besi berlubang banyak sebagai moncong penyemprot air. Namun bedanya, pipa ini ditanamkan ke tanah hingga kedalaman 1,5 meter untuk memadamkan api di dalam permukaan tanah. Saat disemprotkan, terlihat uap bercampur asap mengepul dari dalam tanah,” terangnya usai evaluasi penanggulangan karhutlah di Posko BPBD Sumsel, Selasa (10/11).

Paku bumi ini telah disiapkan sebanyak 200 unit yang disebar ke seluruh wilayah yang masih mengalami karhutlah. Dirinya berujar, saat ini kemajuan upaya pemadaman semakin signifikan. Meski asap masih banyak, namun titik api sudah sangat berkurang. Pengaruh angin yang tenang, asap pun hanya melingkupi disekitar terjadinya kebakaran.

“Sekarang pasukan pun dilengkapi dengan kamera thermal (pendeteksi panas) untuk mencari kebarakan yang berada di dalam permukaan tanah. Hasilnya efektif karena setiap lokasi yang ditunjukkan ada api, setelah dicoba disemprot, uap dan asap mengepul dari dalam tanah,” jelasnya.

Satgas yang diboyong dari Afsel ini pun mencampur air menggunakan bahan kimia khusus yang turut dibawa dari negara asalnya. Dengan bantuan bahan kimia, api menjadi lebih cepat padam.

Luasan lahan satu hektar membutuhkan empat paku bumi. Api bisa tuntas padam setelah disiram terus menerus selama enam jam. “Teknologinya simpel, bisa kami terapkan untuk menambah peralatan di lokasi lain,” imbuh Willem.

Willem mengunkapkan, saat dirinya memantau langsung penanggulangan dari atas heli, terlihat ada beberapa titik kebakaran baru yang terjadi yang berada di lahan perusahaan.

“Perlu penyelidikan lebih lanjut apakah ini disengaja atau api menjalar dari dalam permukaan tanah. Tapi kami menemukan ada indikasi bahwa ini sengaja dibakar oleh oknum tertentu. Kebakaran itu terjadi di lahan perusahaan, tapi saya lupa nama perusahaannya,” tuturnya.

Kebakaran baru tersebut terjadi di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) yakni di Kecamatan Pedamaran, Air Sugihan, dan Sungai Menang.

Pihaknya pun menambah satu helicopter di Sumsel yang berasal dari Riau. Perpindahan operasi ini merupakan hasil pertimbangan karena kondisi karhutlah di Riau sudah cukup stabil. Pemprov Riau pun telah mencabut status tanggap daruratnya.

Heli baru ini jenis MI yang berkapasitas 4.000 liter untuk waterbombing. Kini ada tujuh heli dan dua pesawat Beriev BE-200 yang setiap harinya masih beroperasi di Sumsel.

“Hujan yang akhir-akhir ini terus mengguyur sangat membantu pemadaman. Meski sporadic dan intensitas tidak menentu, tentunya hujan sangatlah membantu pemadaman,” pungkasnya. #idz

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...