Ultimate magazine theme for WordPress.

Usulkan Perda Pahlawan Daerah

Palembang, BP
Tak hanya menggelar Renungan Suci dan Upacara Ziarah Nasional dalam memperingati Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan pun berupaya konkret dengan mengusulkan menyusunan Peraturan Daerah (Perda) Pahlawan Daerah.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumsel Belman Karmuda mengatakan, sebelum mengusulkan penyusunan Perda, Tim Penilai Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) akan melakukan inventarisasi terlebih dahulu terkait nama-nama pejuang yang akan diusulkan untuk mendapatkan gelar pahlawan.

Dengan dibentuknya perda Pahlawan Daerah, pemerintah pun bisa memberikan ungkapan terima kasih, apresiasi, dan bantuan materi kepada para pahlawan. Selama ini, pemberian bantuan terhadap para pahlawan hanyalah berupa tali kasih, karena belum ada regulasi dan dasar hukum yang legal dalam penentuan pemberian bantuan.

Dengan telah menjadi pahlawan daerah, maka pengajuannya untuk menjadi pahlawan nasional menjadi lebih mudah karena berkas dan verifikasinya pun telah tersusun dan terkumpul dengan baik. Pengusulan nama, dapat dilakukan oleh ahli waris, instansi dimana orang yang diusulkan bekerja, ataupun oleh masyarakat.

“Setelah diusulkan, TP2GD akan melakukan pengumpulan berkas-berkas sejarah serta verifikasi terkait kelayakan orang yang diusulkan tersebut. Bila layak, TP2GD selanjutnya mengusulkan kepada Gubernur Sumsel melalui Dinas Sosial untuk dibuatkan Surat Keputusan (SK) gelar pahlawannya,” tutur Belman usai Upacara Ziarah di Taman Makan Pahlawan (TMP) Ksatria Ksetra Siguntang Palembang, Selasa (10/11).

Dalam proses verifikasi, TP2GD melakukan dialog baik secara standar maupun terbuka terkait kelayakan pemberian gelar pahlawan. Pemberian gelar pun dibutuhkan pengakuan secara terbuka dari masyarakat agar pemberian gelar tersebut dapat dituangkan dalam SK.

TP2GD pun meminta saran dan kajian dari para ahli sejarah, salah satunya yakni Ali Mansyur untuk membuat buku putih berisi nama-nama pahlawan daerah di sumsel. Nama yang ada didalam buku tersebut dikumpulkan dari literatur sejarah daerah serta masukan dari masyarakat.

Hingga saat ini, sedikitnya 50 nama pejuang Kota Palembang telah terkumpul dalam buku putih tersebut. Diperkirakan masih banyak lagi nama pejuang yang bisa masuk karena belum terinventarisir dari kabupaten/kota lainnya.

“Pahlawan sudah pasti pejuang. Tapi belum semua pejuang dikategorikan sebagai pahlawan. Ini upaya kita untuk mengapresiasi jasa para pejuang dalam meraih kemerdekaan. Jadi nanti yang masuk ke dalam kategori pahlawan ini bukan hanya dari kalangan militer, namun bisa juga dari sipil. Yang sudah melalui tahap verifikasi dan SK-nya telah dikeluarkan oleh gubernur,” jelasnya.

Sementara itu, saat upacara ziarah dan tabur bunga, dihadiri Wakil Gubernur Sumatera Selatan H ishak Mekki, Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Dr Iza Fadri bertindak selaku Inspektur Upacara, beserta ratusan pasukan Tentara Nasional Indonesia (TNI), Pegawai Negeri Sipil (PNS), Pejuang Veteran, aparat Kepolisian Daerah (Polda) Sumsel, LSM, Ormas, dan pelajar.

Ishak berujar, peringatan hari pahlawan ini sangat penting, mengingat para pejuang telah mengorbankan titik darah penghabisannya hingga akhirnya mencapai kemerdekaan.

“Peringatan Hari Pahlawan ini wajib kita ikuti. Kemudian diharapkan tidak hanya sebagai sikap penghormatan kepada pahlawan nasional, namun kita dapat menikmati bagaimana rasa semangat pahlawan agar hari pahlawan tetap di glorakan,” ujarnya.

Dirinya menambahkan, seluruh lapisan masyarakat harus mengingat jasa pahlawan sehingga bisa lebih berprestasi dan berkreasi dalam mengisi kemerdekaan dan terus meningkatkan produktivitas apa yang telah diperbuat dan yang telah diwariskan di negeri ini. #idz

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...