Ultimate magazine theme for WordPress.

Revitalisasi Rusun 26 Ilir Terancam Batal

Palembang, BP

sam_0162_-_lmb-2008Sejumlah program kerja Badan Usaha Negara (BUMN) terancam batal akibat Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI yang menunda pengesahan Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada sejumlah BUMN.

Perum Perumnas sebagai salah satu BUMN yang rencananya akan menerima suntikan dana segar untuk Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2016 mengaku penundaan kucuran dana tersebut akan mempengaruhi program kerja teknis untuk tahun depan.

“Tentu akan mempengaruhi sejumlah rencana proyek kita di tahun 2016,” kata General Manager Perum Perumnas Wilayah Sumsel Babel, Rohmad Budianto.

Dikatakannya, PMN merupakan satu hal yang tentunya sangat diharapkan mengingat Perum Perumnas memiliki tugas untuk menyediakan hunian murah kepada masyarakat. “Dengan adanya PMN tentunya pelayanan rumah murah dalam artian subsidi dari pemerintah untuk masyarakat dapat terealisasi,” ujarnya.

Dijelaskan Rohmad, adapun sejumlah proyek utama yang akan digarap pada tahun 2016 mendatang diantaranya revitalisasi rumah susun (rusun) 26 Ilir Palembang dan penyediaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di kawasan Talang Keramat sejumlah 300 unit.

“Jika kondisinya berbeda tentunya akan ada perubahan rencana kerja. Namun, kami masih menunggu keputusan pusat untuk perubahanya,” terangnya.

Ia mengungkapkan, sebenarnya meskipun PMN sementara waktu belum direalisasikan, perseroan masih memiliki opsi lain untuk dapat mengembangkan rumah murah. Salah satu langkah yang kemungkinan bisa diambil, yakni melalui pinjaman dana dari pihak ketiga.

“Hanya saja, jika langkah tersebut yang diambil maka tentunya akan mempengaruhi harga jual kepada masyarakat, atau dengan kata lain non subsidi,” ucapnya.

Rohmad mengatakan, untuk program pembangunan rumah murah di tahun 2016 ada dua tempat yang difokuskan untuk menjadi prioritas, yakni di Talang Keramat Kabupaten Banyuasin 300 unit dan Kelurahan Talang Kelapa Palembang sebanyak 50 unit.

“Terlebih saat ini untuk yang berlokasi di Talang Keramat sekitar 60 persen sudah di pesan oleh masyarakat,” tambahnya.

Hingga kini total ada sekitar 7 ribu unit rumah murah subsidi yang telah dibangun Perum Perumnas, dimana wilayahnya tersebar meliputi Prabumulih, Palembang, Sekayu, Pangkal Pinang, dan Tanjung Pandan.

“Untuk itu, kami berharap DPR dapat lebih memperhatikan aspek kesejahteraan masyarakat dalam menimbang rencana kucuran PMN tersebut,” tuturnya. #ren

 

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...