Ultimate magazine theme for WordPress.
BI-24

Agen Minim Promosikan Obyek Wisata

foto kaki masjid agung- LinggauPalembang, BP
Sektor Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan hingga kini belum bisa mengalahkan provinsi lain karena minimnya promosi. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumsel menilai potensi wisata di Sumsel cukup baik, bahkan bisa menandingi keeksotisan provinsi lain.

Namun objek wisata yang bagus sangat perlu promosi yang masif dari industri penyelenggara pariwisata seperti pihak penyedia paket wisata travel agent.

Plt Kepala Disbudpar Sumsel Irene Camelyn Sinaga mengatakan, travel agent yang ada di Sumsel seharusnya mengubah mindset dan pola kerja. Tak cuma sekadar menjual paket pariwisata luar lainnya, tapi juga berpikir untuk menjual paket wisata di Sumsel.

Dirinya mengaku, selama ini Pemprov Sumsel sudah gencar melakukan promosi. Sayang program tersebut tidak ditindaklanjuti oleh para travel agent di daerah ini dengan mulai menyusun tur wisata ke berbagai destinasi menarik yang tersebar di sejumlah daerah di Sumsel.

“Kami mulai mengusulkan agar segera ada peraturan walikota (perwali) supaya travel agent diwajibkan menjual destinasi lokal, selama ini memang travel agent khususnya kota Palembang cukup banyak berdiri tapi belum efektif promosikan pariwisata Sumsel,” bebernya.

Menurut Irene, memajukan program wisata daerah harus dibangun dengan menghubungkan antara tempat objek wisata dengan pihak travel agen sebagai tour leader yang menawarkan paket wisata kepada calon wisatawan.

Namun dari sebanyak 239 ijin travel agent yang diterbitkan di Sumsel, hanya sekitar 90 travel agen yang resmi masuk Asosiasi of the Indonesian Tour and Travel agencys (Asita).

“Serta dari 90 itu, hanya sekitar 40-an travel agent yang mau menjual paket destinasi lokal di Sumsel. Artinya, kontribusi pihak travel agen di sini terhadap wisata lokal masih minim. Padahal yang harus menjual itu travel agent. Pemerintah tak mungkin mempromosikan objek dengan berupa paket wisata, karena tugas kita cuma promosi dan publikasi,” urainya.

Oleh karena itu, dirinya berharap Asita yang merupakan mitra penting pemerintah
dalam mengembangkan sektor pariwisata dapat mengingatkan kembali anggota travel agent supaya meningkatkan kontribusinya terharap sektor pariwisata lokal yang ada di Sumsel.

Para travel agent harus menjadi ujung tombak berbagai informasi tentang keanekaragaman potensi wisata di Sumsel dalam paket wisata yang ditawarkan.

Untuk saat ini, dalam mendukung peningkatan pariwisata, pemerintah juga terus membuat berbagai event-event olahraga dan kesenian yang seharusnya bisa dijual ke wisatawan. Kedepan, pihaknya juga akan mengikuti China Managemen Tour  international (CMTI) untuk promosi lebih lanjut.

“Kami pun terus melakukan revitaliasi terhadap objek wisata dan museum di Sumsel. Seperti museum Balaputra Dewa yang siap direvitalisasi tahun depan dengan anggaran Rp5M,” imbuhnya.

Kementrian Pariwisata (Kemenpar) juga telah memberikan bantuan berupa dana alokasi khusus (DAK) untuk pemeliharaan  kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN) di Provinsi Sumatera Selatan.

Bantuan tersebut diberikan sebesar Rp1,8 miliar yang diperuntukan bagi pengembangkan dua objek wisata unggulan di Sumsel yakni Sungai Musi di Kota Palembang dan Gunung Dempo di Kota Pagaralam.

Bantuan dari Kemenpar itu sudah ditetapkan dalam PP 50/2011 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional, Ripparnas 2010-2015. Dana tersebut dimanfaatkan untuk perbaikan tempat
wisata yang ada di daerah tersebut.

“Namun tidak hanya fokus pada Sungai Musi atau Pegunungan Dempo, dana tersebut juga untuk pemeliharaan kawasan wisata lain di daerah,” pungkasnya. #idz

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...