Ultimate magazine theme for WordPress.
BI-26-27

Penyaluran Dana BOS Madrasah Ditarget Selesai November

Palembang, BP
Kementerian Agama (Kemenag) Kantor Wilayah Sumatera Selatan telah menyalurkan  dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk madrasah yang berada di Kabupaten Kota pada tahap pertama sebesar Rp40 miliar.

Kasubag Informasi dan Humas Kemenag Sumsel Saefudin mengatakan, dana BOS madrasah disalurkan tiga tahap dengan total dana sebesar Rp140 Miliar.

“Tahap pertama sudah disalurkan 4 November lalu, kemudian akan dilanjutkan  pada tanggal 9 dan 17 November nanti untuk tahap dua dan tiga. Jadi seluruh dana yang disalurkan sebanyak Rp140 miliar akan ditargetkan tuntas bulan ini,” katanya, Jumat (6/11)

Saefufin menjelaskan, dalam tahap pertama, madrasah yang menerima untuk anggaran BOS dibawah Rp1 miliar. Adapun madrasah tersebut antara lain Madrasah Ibtidaiyah dan Aliyah yang berada dikabupaten Ogan komering Ulu Selatan, Ogan Komering Ulu, Lahat, serta Kota Pagarlam, Linggau dan Prabumulih.

“Jadi untuk total seluruhnya nanti ada 1.055 madrasah penerima. Rinciannya Madrasah Ibtidaiyah (MI) sebanyak Rp56 M, Madrasah Tsanawiyah (MTs) sebanyak Rp58 M, dan Madrasah Aliyah (MA) sebanyak Rp28,5 M,” ungkapnya.

Saat ini proses pencairan dana BOS menjadi lebih mudah dengan adanya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 168 tahun 2015 yang dikeluarkan awal September lalu. Dengan peraturan ini, dokumen yang dibutuhkan untuk pencairan dana BOS menjadi lebih sederhana.

Ada tiga komponen yang dibutuhkan untuk pencairan dana BOS yaitu kontrak atau SK antara pejabat pembuat komitmen (PPK) kabupaten/kota/provinsi dan madrasah swasta, kwitansi dana BOS madrasah,
dan penetapan waktu kapan SPJ akan diserahkan.

Begitu persyaratannya disampaikan, dana BOS dapat ditransfer ke rekening madrasah. “Pastinya madrasah yang menerima sudah ada ijin operasional serta ada  proses belajar mengajar. Madrasah yang menerima juga harus sudah punya penyusunan rencana kerja anggaran kedepan agar dana tersebut dapat diketahui peruntukannya,” tuturnya.

Mengenai pengawasan, pihaknya mengutamakan azas keterbukaan yakni semua pihak berkenan mengawasi termasuk LSM hingga wartawan. Sementara bagi pihak yang ingin mengetahui penyaluran dana BOS madrasah juga bisa akses informasinya melalui situs online Kemenag Kanwil Sumsel.

“Sejauh ini pengawasan melibatkan pihak internal dan eksternal sesuai juknis yang ada. Ini diperlukan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar termasuk menggaji guru dan karyawan madrasah,” tutupnya. #idz

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...