Ultimate magazine theme for WordPress.
BI-26-27

BPBD Se-Indonesia Kumpul di Sumsel

# Belajar Penanganan Bencana Asap yang Dilakukan Sumsel
Palembang, BP
IMG-20151106-03142Dalam upaya mengetahui secara detil penanganan kebakaran hutan dan lahan termasuk asap  di Provinsi Sumatera Selatan perwakilan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) se-Indonesia, melakukan kunjungan ke posko terpadu penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di kantor BPBD Provinsi Sumsel dan ke lapangan ke posko penanggulangan asap di Kawasan Terpadu Mandiri (KTM) Kabupaten Ogan Ilir (OI), Jumat (6/11).
22 perwakilan BPBD Provinsi se Indonesia hadir, yang dikomandoi oleh kepala Bidang Perencanaan BNPB RI Yani
Sebelum menuju  posko penanggulangan asap di Kawasan Terpadu Mandiri (KTM) Kabupaten Ogan Ilir (OI) rombongan diterima oleh Plt Kepala BPBD Sumsel Iriansyah, Komandan Satgas Penanggulangan kebakaran hutan dan lahan Sumsel yang juga Danrem 044/Gapo Kolonel Inf Tri Winarno.
Plt Kepala BPBD Sumsel Iriansyah dan Komandan Satgas Penanggulangan kebakaran hutan dan lahan Sumsel yang juga Danrem 044/Gapo Kolonel Inf Tri Winarno menjelaskan penanganan kebakaran hutan dan lahan  di Sumsel selama ini.
Kemudian acara dilanjutkan dengan acara tanya jawab dari perwakilan provinsi-provinsi terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan di Sumsel.
Kepala Bidang Perencanaan BNPB RI yang juga ketua rombongan, Yani mengatakan kalau yang datang ke Sumsel ada 34 provinsi namun yang datang hanya 22 Provinsi.
” Kami kesini  menambah wawasan dimana penanganan bencana asap seperti apa , kalau ini terjadi di provinsinya mereka harus berbuat apa, paling tidak antisipasi dalam menyusun kegiatan dan anggaran kedepan, karena kita lihat tahun ini sudah enam provinsi yang tertutup, begitu juga Bali tertutup akibat gunung Rinjani, tentunya apa yang dipaparkan menambah wawasan teman-temannya ,” katanya.
Sedangkan Kepala Plt BPBD OI Ahmad Syahroni mengatakan, jika sejak Kabupaten dipimpin Plt Bupati Yulizar Dinoto, dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (Kebarhutla) di OI bisa teratasi, mengingat sudah ada kejelasan pembagian penanganannya yang dilakukan perangkat pemerintahan Kabupaten yang ada.
“Sejak dilantik khususnya di OI, Pak Yulizar langsung membagi peran kerja setiap SKPD dalam menanggulangi Kebarehutla. Dimana untuk masing-masing SKPD dapat tugas, termasuk Camat sebagai koordinator di wilayahnya,”katanya.
Menurutnya, meskipun lahan di OI sedikit ada lahan gambutnya, namun pihaknya tetap selalu mewaspadai dan segera dilakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi.
“Rawan kebakaran lahan gambut memang sedikit dan tidak dalam, tetapi kita tetap waspada selalu, sehingga penanganan dari tim darat bisa diatasi, dan jika ada laporan kita tindak segera,” katanya.
Ditambahkannya, selain penanggulangan pihaknya juga melakukan sosialisasi sebelumnya ke daerah yang rawan kebakaran dan terbantu dengan adanya maklumat Kapolda.
Sementara Plt Bupati OI Yulizar Dinoto tak menampik jika Kabupaten OI selama ini menjadii darerah nomor 2 penyumbang asap setelah OKI. Namun setelah menjabat Bupati OI dirinya menerapkan pola kebijakan yang tegas, sehingga penanganan kabut asap bisa dilakukan secara maksimal.
“Sejak saya duduk sebagai Pj Bupati disini, SKPD saya bagi kerja, untuk membantu 4 kecamatan yang rawan kebakaran setiap tahunnya.Jika terbakar hebat, ia harus gadaikan jabatan sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmennya. Pola ini juga dibantu TNI-Polri, dan alhammudillah paling 2 atau 4 hotspot saja yang ada, jika ada hotspot di OI langsung dipadamkan bersama-sama,”tegasnya.
Dilanjutkan Yulizar yang digadang-gadang akan meramaikan bursa Calon Wakil Walikota Palembang ini, dalam pencegahan dan penanggulan kebarhutla di Sumsel, peran masyarakat juga sangat penting.
“Peran masyarakat juga jadi utama, kita sosialisasikan buka lahan boleh tapi jangan dibakar. Jadi OI ini, meski kemarau maish bisa panen padi di Pemulutan beberapa waktu lalu yang dihadiri Wapres Jusuf Kalla, karena lahannya dengan pola pipanisasi,” kata Yulizar.#osk
Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...