PMI Bakal Lebih Aktif Bantu Korban Asap

12

Palembang, BP

BP/MARDIANSYAH SEKAPUR SIRIH-Ketua Umum harian PMI Pusat Ginanjar Kartasasmita menerima sekapur sirih pada cara Petemuan pengurus Staf bidang sukarelawan dan KSR PMI unit perguruan tinggi dan Jumpa Bakti Gembira (JUMBARA) PMR PMI Sumsel di Dining Hall Wiosma Atlet Jakabaring Palembang,Rabu (4/11).
BP/MARDIANSYAH
SEKAPUR SIRIH-Ketua Umum harian PMI Pusat Ginanjar Kartasasmita menerima sekapur sirih pada cara Petemuan pengurus staf bidang sukarelawan dan KSR PMI unit perguruan tinggi dan Jumpa Bakti Gembira (JUMBARA) PMR PMI Sumsel di Dining Hall Wiosma Atlet Jakabaring Palembang, Rabu (4/11).

Bencana kabut asap di Sumatera dan Kalimantan terkesan kurang mendapat perhatian serius dari Palang Merah Indonesia (PMI). Organisasi nasional bidang sosial kemanuasiaan itu seperti kurang menonjolkan kiprahnya dalam membantu masyarakat yang terkena dampak bencana asap.

Ketua Pelaksana Harian PMI Ginanjar Kartasasmita menegaskan, tahun depan PMI siap berupaya lebih aktif dalam menjalankan aksi kemanusiaan di wilayahnya yang parah dilanda asap. PMI juga siap menerjunkan banyak relawan jika bencana asap kembali terjadi di tahun depan.

“Masyarakat yang jadi korban bencana asap  juga perlu bantuan tangan-tangan PMI, seperti korban bencana lainnya. Karena itu kita berusaha tahun depan akan lebih proaktif membantu masyarakat, kita kirimkan banyak relawan, tim kesehatan dan masker untuk warga di sini,” kata Ginanjar usai membuka Pertemuan Nasional Pengurus, Staf Bidang Sukarelawan dan KSR PMI Unit Perguruan Tinggi dan Jumpa Bakti Gembira (JUMBARA) tahun 2015, di Dining Hall Wisma Atlet Jakabaring Sport City, Rabu (4/10).

Upaya tersebut juga sesuai dengan arahan Ketua Umum PMI Jusuf Kalla. Saat ini, PMI telah menyerahkan bantuan sebanyak 700.000 masker dan tangki air bersih kepada seluruh masyarakat yang wilayahnya terpapar asap. PMI juga telah mengirim sebanyak 630 orang relawan ke lokasi yang terdampak karhutlah di wilayah Sumatera dan Kalimantan.

“PMI selalu punya gerakan sendiri khususnya meringankan beban masyarakat yang tertimpa bencana. Kami siap berkoordinasi kembali dengan pihak BNPB supaya tahun depan penanganan korban bencana asap lebih siap,” ujarnya.

Pihaknya telah menerapkan target untuk menerjunkan anggota relawan mereka dalam melakukan tindakan aksi sosial kepada korban asap.  Sejauh ini, Ginanjar menegaskan belum ada suplai kantung darah yang disalurkan PMI ke wilayah bencana asap.

“Bencana asap ini berbeda dengan bencana lainnya, korbannya tak banyak tetapi waktunya yang lama bahkan bisa berbulan-bulan. Jadi dalam penanganannya memang masyarakatnya yang perlu ditangani lebih banyak supaya tak jadi korban,” terangnya.

Sementara itu, Ketua PMI Sumsel Hj Eliza Alex Noerdin mengatakan, keberadaan PMI kini tak hanya lagi didedikasikan kepada korban konflik dan bencana alam, namun juga dikerahkan kepada korban bencana lainnya seperti kabut asap yang melanda Sumsel.

“Sejak awal bencana, PMI sudah turun tangan. Namun operasi tersebut dilakukan secara swadaya, oleh Posko PMI di setiap wilayah terdampak. Kini PMI memutuskan lebih terkoordinasi dengan jumlah bantuan yang lebih banyak lagi,” tegas Eliza.

Ditambahkan Eliza, ke depan para relawan PMI akan terus  memberikan berbagai pelayanan medis hingga menyosialisasikan pola hidup sehat di wilayah bencana. Selain itu, PMI akan terus membangun jaringan antarrelawan.

“Pertemuan KSR PMI dan Jumpa Bakti Gembira (JUMBARA) tahun 2015 di Sumsel diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kesiapan antarrelawan dalam menghadapi bencana yang bisa datang tiba-tiba,” tukasnya.

Sedangkan Gubernur Sumsel H Alex Noerdin yang merupakan Pembina PMI Sumsel menambahkan PMI harus tetap berusaha menjadi mitra strategis pemerintah khususnya dalam antisipasi penanganan bencana.

“Tentunya pemprov Sumsel selalu memberikan perhatian dan dukungan kepada PMI. Kita berharap PMI terus dapat bersama-sama melakukan aksi sosial kemanusiaan selain berperan dalam mengadakan serta menjaga stok darah guna memenuhi kebutuhan manusia yang membutuhkan pertolongan darurat,” pungkasnya. #idz