Ultimate magazine theme for WordPress.

Dolar Tinggi, Travel Agent Merugi

Palembang, BP
Dolar yang terus menguat setiap harinya membuat beberapa lini perekonomian pun terkena imbasnya. Salah satunya adalah travel agent atau biro perjalanan yang merugi karena penjualan turun dan beberapa perjalanan yang sudah terjadwal dibatalkan.

Branch Manager Dwidaya Cabang Palembang Jeffry Gunawan mengatakan, sejak bulan Agustus, penjualan menurun 20 persen. “Penjualan turun karena dolar tinggi sehingga daya beli masyarakat berkurang, biasanya selalu capai target per bulan Rp1,5 miliar, sejak bulan lalu dampaknya sangat terasa,” katanya, Senin (28/9).

Baca Juga:  Evalube Scootic MX Pas Buat Matik

Dikatakannya, terutama untuk perjalanan tour tujuan internasional yang paling terkena dampaknya. Biasanya dalam satu bulan setidaknya ada satu grup yang pergi ke destinasi tertentu. “Seperti yang paling favorit ke Jepang Korea juga negara Eropa, tapi saat ini peminatnya kurang, karena dolar tinggi, bahkan banyak yang rencana pergi tapi tidak jadi,” katanya.

Selain itu juga, lanjutnya, untuk tujuan domestik pun terkendala kabut asap, kebanyakan masyarakat menunda karena penerbangan menjadi tidak tentu karena delay. “Tidak hanya  destinasi Bali, ada beberapa orang pun dari luar kota menuju wisata di Palembang, dan kabut asap menjadi kendala,” katanya.

Baca Juga:  Komplotan Begal  Depan Kantor DPRD Sumsel Ternyata Remaja Tanggung

Untuk menyiasatinya tingginya dolar, pihaknya pun memberikan diskon-diskon. Salah satunya promo tour diskon Rp100 ribu – Rp400 ribu per kurs, untuk 10 pendaftar pertama, berlaku hingga 2016 mendatang.

Senada itu, owner Kirana Tour and Travel dan Umroh, Rizky Maylan Sari, mengatakan, dolar yang terus tinggi membuat harga perjalanan umrah pun naik.

Baca Juga:  Dolar Tinggi, Harga Elektronik dan Furniture Naik

“Sebelumnya untuk satu orang sekitar Rp25 juta, namun karena dolar terus kuat maka biaya umroh pun naik menjadi Rp30 juta, bahkan 12 orang yang telah terdaftar dan seharusnya berangkat pada Desember mendatang, menunda keberangkatan, karena dolar tinggi dan otomatis perhitungan kita pun berubah, karena mengikuti dolar,” katanya.#pit

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...