Yan Anton Minta Perketat Pengawasan Hewan Kurban di Banyuasin

11

 Banyuasin, BP
DSC_0539Menjelang perayaan Idul Adha, penjualan hewan kurban kian marak. Namun, kerap erjadi hewan kurban yang dijual dipasarkan tidak sesuai standar syarat kurban.
Menyikapi hal tersebut, Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian meminta agar Dinas Pertanian dan Peternakan Banyuasin, bersama pemuka agama di setiap desa/kelurahan Banyuasin mengawasi penjualan hewan kurban. “Jangan sampai hewan yang tidak layak untuk kurban diperjualbelikan sebagai hewan kurban. Dinas Pertanian dan Peternakan harus mengawasi ini. Pemuka agama setempat juga mesti mengambil peran, memberikan pemahaman pada masyarakat, syarat-syarat hewan untuk kurban,” tegas bupati.
Apalagi Hari Raya Kurban 1436 H tinggal menunggu harinya saja. Maka pengawasan harus diperketat lagi. Selain melakukan pemeriksaan kesehatan hewan, Distanak diharapkan juga mengecek kondisi fisik hewan kurban yang dijual. Sebab, menurutnya kondisi fisik hewan untuk kurban harus baik. “Tidak mengalami cacat atau aib, seperti pincang, tidak buta, daun telinga tidak rusak, kurus dan cukup umur,” katanya.
Sementara itu  Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Banyuasin, Syaiful mengatakan, pihaknya terus melakukan pemantauan ke sejumlah peternak dan penjual hewan. “Sejuah ini kondisi kesehatan hewan di kawasan Banyuasin, masih aman dan layak konsumsi,” jelasnya.
Kemudian, untuk kesehatan fisik sesuai syarat hewan kurban, bisa dilihat dengan Kasat mata oleh pembeli. Diantaranya, memperhatikan gigi ternak bila gigi serinya sudah berganti artinya umur sudah cukup. Kemudian, periksa mata, telinga, kaki, testis dan tubuh kurban, apakah ada kecacatan atau tidak. “Intinya telitilah seksama sebelum membeli hewan kurban. Para penjual juga diharapkan jujur dan memberikan informasi yang akurat kepada pembeli. Karena hewan kurban mesti sehat, tidak cacat dan cukup umur,” pungkasnya. #mew