Ultimate magazine theme for WordPress.

Jangan Tebang Pilih Mengusut Pembakaran Lahan

# Irwasum Polri Datangi Mapolda Sumsel

Palembang, BP
kebakaran lahanKeterlibatan perusahaan-perusahaan yang diduga lalai sehingga terjadinya pembakaran lahan naik ke penyidikan oleh jajaran Polda Sumsel, menjadi perhatian Mabes Polri. Dalam mengusut hal tersebut, polisi diminta tidak tebang pilih.

Demikian dikatakan, Irwasum Polri Komjen Dwi Priyatno, Kamis (17/9). Dwi mengatakan, kedatangan pihaknya juga sekaligus untuk memantau kondisi kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Provinsi Sumsel dan mengetahui sejauh mana perkembangan pengungkapannya kasus pembakaran lahan.

Baca Juga:  Gubernur Sentil Soal Begal dan Kebersihan Palembang

Masih dikatakan Dwi, dari pantauan melalui udara, saat ini telah terjadi pengurangan hotspot sesuai dengan laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang berjumlah mencapai 20 titik.

“Memang ada pengurangan hotspot, itu telah kami tinjau dari udara,” ujar Dwi, saat dijumpai usai melakukan pertemuan, di Mapolda Sumsel.

Terkait dengan sejumlah perusahaan yang tengah diselidiki, Dwi meminta Polda Sumsel segera mengusutnya hingga tuntas. Dwi juga menginstruksikan agar penyelidikannya tidak tebang pilih.

Baca Juga:  Tiga Pelaku Curat Ditembak Polisi

“Ya, itu sudah dilakukan Polda Sumsel dan nanti tanyakan saja,” singkat Dwi.

Diketahui sebelumnya, saat ini terdapat sedikitnya 11 perusahaan yang sudah naik ke penyidikan oleh polisi. Kesebelas perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan sawit dan Hutan Tanaman Industri (HTI) adalah PT Rimba Hutani Limas (RHL), PT Swadaya Bangun Negara (SBN), PT Mentari Subur Abadi (MSA) dan PT Global Alam Lestari (GAL) yang disidik oleh Polres Musi Banyuasin (Muba).

Baca Juga:  Ojolpun Ikut Lomba Pidato Bung Karno

Untuk di Polres Ogan Komering Ilir (OKI) yakni PT Rosalindo Putra Prima (RPP), di Polres Banyuasin PT Adira (AA), sedangkan di Polda Sumsel terdapat lima perusahaan yakni, PT Waringin Argo Jaya (WAJ), PT Rimba Hutan Mas (RHS), PT Kirana Yuda (KY), PT Putra Hangtuah (PH) dan PT Persada Sawit Mas (PSM). #rio

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...