Proyek Kolam Retensi Terkendala Anggaran

10

Palembang, BP
Dari enam rencana penambahan kolam retensi oleh Pemerintah Kota (Pemko) Palembang hanya tiga lahan yang dapat direalisasikan pembebasannya tahun ini. Terhambatnya program strategis ini karena efek defisitnya anggaran pada keuangan daerah Kota Palembang.
Kepala Dinas Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pengelolaan Sumber Daya Air (PUBM dan PSDA) Kota Palembang Darma Budhy mengatakan, tiga lokasi yang akan direalisasikan tahun ini juga yaitu Jl Tanjung Sari, Citra Grand City, dan Jl Yasin Saman.
“Untuk tahun ini baru itu yang akan direalisasikan. Memang defisit anggaran membuat program kerja ada yang tersendat, untuk itu realisasinya berdasarkan skala prioritas,” ucap Budy kepada wartawan.
Dijelaskan defisit anggaran yang memaksa pihaknya membatasi proyek pembangunan terutama di luar yang telah melalui kontrak. Kendati demikian pihaknya masih mengusahakan dapat membebaskan keenam lahan yang diperlukan untuk kolam retensi ini. “Tidak hanya pembebasan lahan untuk kolam retensi yang terpaksa ditunda namun juga perbaikan jalan,” katanya.
Pengurangan dana yang dialokasikan untuk perbaikan jalan ini dikatakan Budhy sudah terjadi sejak tahun lalu. Jika tahun lalu 15 persen, tahun ini sampai 20 persen. Alokasi dana untuk perbaikan jalan pun terpaksa dipangkas dan dialokasikan tahun depan.
Kendati demikian, jika dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) induk tidak memungkinkan, pihaknya akan mengusulkan penambahan anggaran di APBD Perubahan, sehingga program pembangunan Kota Palembang tetap bisa terealisasi.
Untuk perbaikan jalan menurutnya banyak namun yang diutamakan pada titik jalan yang memang mendesak diperbaiki, termasuk yang sudah teken kontrak tidak bisa dibatalkan. Salah satu titik jalan yang menjadi prioritas perbaikan Dinas PUBM dan PSDA Palembang tahun ini, yaitu jalan masuk ke daerah Gandus dan jalan masuk Musi II. #ren
Baca:  Palembang Minim Kolam Retensi