Komunikasi Pemain Belum Sempurna

6

Palembang, BP

Pelatih Kepala Tim PraPON Sumsel Rudy Keltjes punya pekerjaan rumah yang harus diselesaikan dalam dua pekan ke depan, yakni memperbaiki komunikasi antarpemain.

Berdasarkan analisa mantan pelatih PSM Makasar itu dalam sejumlah laga ujicoba, anak-anak asuhnya masih sering salah passing. Komunikasi antarpemain buruk.

“Kita masih memiliki problem yang belum terselesaikan, yaitu komunikasi antarpemain. Anak yang pendiam disuruh berbicara. Itu hal yang sulit, mudah-mudahan bisa kita perbaiki,” kata Rudy Keltjes, Minggu (9/8).

Ia yakin persoalan ini akan teratasi dalam dua pekan ke depan, asalkan pemain mau mendengarkan dan menjalankan instruksinya.

Teja Paku Alam dan kawan-kawan memang tak punya banyak waktu lagi untuk berbenah. Pasalnya sejumlah pertandingan ujicoba sudah di depan mata. “Komunikasi antarpemain harus lebih baik sebelum berangkat ke Jawa Timur,” ujarnya.

Ia menambahkan, tim PraPON Sumsel mengemban tugas berat dari Asprov PSSI Sumsel, yakni lolos ke PON XIX di Jawa Barat tahun depan. Sebagai persiapan, Rudy memboyong pasukannya ke Jawa Timur pada 24 Agustus nanti, untuk melakoni serangkaian laga ujicoba dengan klub-klub setempat.

“Kemungkinan akan ada tiga sampai empat kali pertandingan di sana. Kita akan cari lawan yang sepadan buat anak-anak,” ujarnya.

Di Palembang sendiri, pelatih yang pernah bersama timnas Indonesia ini merasa kesulitan mencari lawan yang sepadan dengan anak asuhnya. Maka dari itu, tim Pra PON Sumsel bertolak ke Jatim.

“Bukannya kami sombong, namun ini demi kepentingan anak-anak juga. Kalau ketemu lawan yang di bawah kita, saya merasa kesulitan, karena tidak bisa mengevaluasi tim dan melihat perkembangannya bagaimana,” ungkapnya.

Tapi tak dipungkirinya bila dibandingkan awal latihan, permainan Teja Paku Alam cs saat ini mengalami peningkatan pesat.

Ia bahkan berkeyakinan bakal lahir pemain bintang Indonesia berikutnya asal Sumsel. “Kalau dilihat dari latihan mereka, saya yakin akan lahir pemain berkelas di Indonesia,” imbuhnya. O zal