2.000 Pelajar Serbu Jalanan Palembang

20

  • Pekan Budaya Pelajar Sumsel

    Palembang, BP
    Dua hari selepas Hari Proklamasi, Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan akan menggelar Pekan Budaya Pelajar. Pada puncak acaranya, sedikitnya 2.000 pelajar akan memenuhi jalanan Palembang dalam Karnaval Budaya Sumsel 2015.

    Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Widodo mengatakan, acara ini akan digelar pada 19-22 Agustus dan diikuti oleh siswa dari jenjang Sekolah Dasar/Sekolah Dasar Luar Biasa (SD/SDLB), SMP/MTs, hingga SMA/MA/SMK.

    “Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mendorong pihak sekolah untuk lebih menggiatkan gelaran budaya dan juga agar siswa-siswa kita lebih mencintai kebudayaan Sumsel sendiri,” tuturnya usai rapat di Ruang Bina Praja, Kamis (6/8).

    Ia berujar, selama ini pembinaan seni dan budaya dilakukan oleh pihak sekolah secara mandiri. Bila ada lomba dan festival, itupun dilakukan secara terpisah, misal hanya lomba menyanyi saja, atau lomba tari saja.

    “Nah ini kita buat puncak dari pembinaan tersebut dalam lomba-lomba yang terintegrasi. Supaya kemampuan siswa pun meningkat setelah ada kompetisi seperti ini,” jelasnya.

    Beberapa lomba yang diselenggarakan yakni lomba musik etnik Sumsel yang diselenggarakan di Palembang Sport and Convention Center (PSCC), lomba tari kreasi yang dilaksanakan di Atrium Utama Palembang Indah Mall, lomba kuliner khas Sumsel, serta pameran hasil karya seni seperti kriya dan lukisan.

    Puncaknya adalah parade karnaval budaya yang mengambil rute start dari Kantor Gubernur Sumsel-Jalan Kapten A Rivai menuju Simpang Charitas, memutar kembali ke Jalan Kapten A Rivai menuju Simpang Lima DPRD Sumsel, dan berakhir di panggung utama PSCC.

    “Kita bekerjasama dengan aparat Polda Sumsel dan Ditlantas serta Dinas Perhubungan untuk menutup Jalan Kapten A Rivai menuju Gedung DPRD Sumsel selama 2-3 jam,” jelasnya.

    Karnaval tersebut terdiri dari defile Marching Band PT Pusri, pakaian adat nusantara, defile pencak silat, drum band, komunitas tanjidor, permainan anak tradisional egrang, defile modifikasi pakaian adat, serta modifikasi pakaian kreasi. Pihaknya pun mengundang bintang tamu komunitas busana karnaval dari salatiga.

    Selain itu, ia pun pun ingin menjadikan kegiatan ini  kalender tahunan. “Harapan kita tahun ini yang menjadi pelopornya, dan bisa semakin besar pada tahun-tahun berikutnya. Kita pun sounding acara ini secara nasional serta kepada pemerintah pusat. Menteri Pendidikan Anies Baswedan pun sudah kita undang,” tambahnya. #idz