Ultimate magazine theme for WordPress.

Temukan Candi, Penggalian Arkeologi di Bukit Siguntang Dilanjutkan

Palembang, BP–Balai Arkeologi (Balar) Palembang pertengahan Agustus 2015 ini akan melanjutkan penggalian arkeologi di Bukit Siguntang Palembang.

Dalam penggalian sebelumnya Balar Palembang menemukan sundulan batu yang diperkirakan stupa atau bangunan bagian atas sebuah candi zaman Kerajaan Sriwijaya, di kawasan Bukit Siguntang.

“Ya sekitar dana Rp60 juta akan kita gunakan untuk penggalian lanjutan dari APBN,” kata Kepala Balai Arkeologi Palembang Nurhadi Rangkuti, Jumat (10/7).

Penggalian ini merupakan lanjutan penelitian Kerajaan Sriwijaya di wilayah kerja Balar Palembang yaitu Sumsel, Jambi, dan Bangka (situs Kotakapur).

“Wilayah kerja Balar Palembang yang ada situs-situs Sriwijaya yang di wilayah-wilayah itu,” katanya. Untuk Sumsel fokus penelitian dilakukan di Bukit Siguntang dan Candi Lesungbatu Musirawas (Mura). Sedangkan di Provinsi Jambi penggalian dilakukan terkait Candi di Muara Jambi dan di Pulau Bangka atau di Kota Kapur lebih mengkaji prasasti Sriwijaya yang ditemukan selama ini.

Baca Juga:  Orang Laut

“Ya penggalian di Bukit Siguntang untuk menambah data tentang Kerajaan Sriwijaya abad 7, sedangkan Candi Lesungbatu untuk mengungkap tata ruang candi Hindu dan lingkungannya karena itu peninggalan kerajaan Sriwijaya sekitar abad 10-13 masehi,” katanya.

Rangkuti mengakui di Bukit Siguntang dalam penggalian sebelumnya ditemukan bangunan yang bentuk bangunanannya bata namun belum jelas abadnya. “Yang di Bukit Siguntang kemungkinan bangunan stupa tapi belum ketemu bagian stupanya, bisa jadi Candi dan bangunannya bisa jadi melebar,” katanya.

Baca Juga:  Perjuangan Kapten A Rivai: Bukan Sebatas Nama Jalan Saja

Karena itu menurut Nurhadi penggalian harus dilanjutkan tiap tahun. Difokuskan di atas Bukit Siguntang yang lahannya masih kosong. Sebelumnya Nurhadi Rangkuti memastikan kalau sekitar abad ke VII pusat kerajaan Sriwijaya ada di kota Palembang.

Hal ini membantah klaim Provinsi Jambi dan Riau yang mengatakan kalau pusat kerajaan Sriwijaya ada di Jambi dan Riau hingga saat ini.

“Ini dari bukti-bukti dimana sudah ada masyarakat cukup maju dimana sudah ada kontak dengan dunia luar, sejak awal masehi dibandingkan Jambi dan Riau kalau kerajaan Sriwijaya terbangun sejak awal IV masehi sampai abad ke VII , itu merupakan salah satu bukti kalau Kerajaan Sriwijaya membangun kerajaannya di tempat yang sudah maju, ( kota Palembang), dari Berita Cina menyebutkan sebelum Sriwijaya ada namanya kerajaan Kantoli,” katanya.

Baca Juga:  Bukit Seguntang Adalah Ulu Melayu

Selain itu dari bukti arkeologi tentang keberadaan kerajaan Sriwijaya muncul di abad ke V dan Abad VI dan lebih banyak di Sumsel terutama di Karang Agung Tengah, Muba dan Air Sugihan, Banyuasin sementara di pantai Timur Jambi tidak ditemukan dan kalau Riau belum ditemukan, saya dengar Riau itu Balai Arkeologi Medan setahu saya belum menemukan yang tuanya sama di Karang Agung Tengah dan Air Sugihan,” katanya.

Nurhadi memastikan sejarah Kerajaan Sriwijaya lebih panjang dan lebih lama dibandingkan Kerajaan yang ada di Pulau Jawa seperti Mataram, Majapahit dan sebagainya. #osk

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...