Ultimate magazine theme for WordPress.

Anis Saggaf Calon Kuat Rektor Unsri

Palembang, BP

11412235_10204391844701169_9191726359869636083_nProses pemilihan rektor (Pilrek) Universitas Sriwijaya (Unsri) Periode 2015-2019 berlangsung memanas di Aula Pasca Sarjana Unsri Bukit Besar Palembang, Rabu (17/6). Sebelumnya ada ada lima calon rektor, kali ini tahapan pilrek mengerucut tiga nama untuk memperebutkan kursi rektor pada 29 Juni.

Dari 97 anggota senat di Unsri, ada enam anggota yang tidak hadir memberikan suara dalam pemilihan tiga besar rektor ini. Keenam anggota senat tersebut absen dikarenakan ada kegiatan di luar negeri dan ada juga tanpa keterangan. Sementara, untuk pemilihan rektor sendiri harus menggunakan suara senat sebanyak 65 persen dan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sebanyak 35 persen.

Berdasarkan hasil voting perolehan tiga besar dari lima calon rektor antara lain Prof Amzulian Rifai, SH, LL.M, PhD (Fakultas Hukum), Prof Dr Ir Anis Saggaf, MSCE (Fakultas Teknik), Dr agr Ir Erizal Sodikin, (Fakultas Pertanian), Prof Dr Slamet Widodo, MS, MM, (Fakultas ISIP), dan Prof Dr dr Yuwono M Biomed, dari Fakultas Kedokteran. Semua calon saling kejar suara.

Dan berdasarkan perhitungan suara final, di posisi pertama diduduki Prof Dr Ir Anis Saggaf, MSCE (Fakultas Teknik) dengan perolehan suara sebanyak 33. Sedangkan di posisi kedua Prof Amzulian Rifai, SH, LLM, PhD (Fakultas Hukum) dengan jumlah suara 27 suara, dan yang terakhir Prof Dr Slamet Widodo MS, MM, (Fakultas ISIP) dengan perolehan suara 16.

Setelah ditetapkan meraup suara terbanyak dalam pemilihan tiga besar calon rektor Unsri tersebut, Prof Dr Anis Saggaf tetap merendahkan diri. Ia hanya berharap Unsri dipimpin oleh figur yang layak dan bertanggung jawab untuk ke depan.

“Kalau saya lihat pimpinan itu adalah khalifah, jangan ngatur kerjaan Tuhan. Maka itu tetap ikuti prosedurnya dengan baik dan bersih,” ujarnya.

Sementara itu, Prof Amzulian Rifai mengatakan, harus merasa puas menempati posisi kedua, yakni dengan 27 Suara. Otomatis Dekan Fakultas Hukum Unsri ini harus mengejar suara di pemilihan rektor utama nanti.

“Juara satu belum tentu rektor. Bukan banyak suara yang menentukan rektor atau tidak. Maka itu saya tetap optimis, karena pergerakan suara masih mungkin,” ungkapnya.

Ia memperhitungkan, untuk suara Kemendikbud saja ada 35 persen suara. Diperkirakan ada 40 lebih suara yang ikut dalam menentukan menjadi rektor ke depan.

“Rektor sendiri sudah menyerahkan hasil pemilihan kepada menteri, mudah-mudahan menteri memperhatikan background para calon,” ujarnya.

#adk

 

 

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...