Pelaku Curanmor Nyaris Dimassa

10

Muaraenim, BP
Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor), yang dilakukan Putra Apriansyah (19), Mutakim alias Dodi (32), terbilang nekad, Pasalnya, kedua pelaku yang merupakan warga Desa Penandingan, Kecamatan Sungai Rotan mencuri sepeda motor milik warga sekampungnya sendiri. Modus pelaku saat beraksi membawa sepeda motor jenis sama dengan sepeda motor yang diincar.
Korbannya, Jarsono (50) warga Dusun 1 Desa Penandingan, Kecamatan Sungai Rotan, Kabupaten Muaraenim. Korban kehilangan sepeda motor Yamaha Vega ZR warna merah no pol BG 2988 OQ,, depan rumah korban di Desa Penandingan. Motor korban sedang terparkir dalam keadaan kunci kontak masih melekat, Senin malam (1/6) sekitar jam 19.00

Pelaku Putra menuntun sepeda motor korban sebelum membawa kabur. Kedua pelaku ditangkap Selasa (02/6) jam 01.30.

“Keduanya ditangkap karena diduga terlibat aksi curanmor,” kata Kapolres Muaraenim, AKBP Nuryanto SIK MSi melalui Kapolsek Sungai Rotan, AKP Efendi Simanjuntak didampingi Kanitres, Bripka Heri Defriansyah SH, Selasa (2/6).

Tersangka Dodi sendiri informasinya, diduga sudah sering melakukan aksi pencurian, dan cukup meresahkan, karena warga sudah sering kehilangan sepeda motor. Selain mengamankan sepeda motor korban, polisi juga mengamankan 1 unit sepeda motor yamaha vega zr warna merah tanpa plat/ no pol, milik tersangka Putra. Sepeda motor pelaku yang dgiunakan saat mengambil sepeda motor korban dan sekaligus alibi supaya sepeda motor yang dibawah olehnya miliknya, padahal milik korban.
Setidaknya ada dua warga saksi Umar Hadi dan Dila Ranti ada yang melihat aksi pelaku. Berdasarkan pengakuan tersangka depan polisi, aksi direncanakan di rumah Dodi. Keduanya berniat dan sepakat mlakukan pencurian sepeda motor di dusunnya sendiri.

“Aku dak berani ambek motor, tapi menyembunyikan aku galak,” aku Dodi.

Selanjutnya, Dodi bertugas membawa sepeda motor yang dipinjam dan putra, turun dekat gang kecil. Putra turun dan mencari sepeda motor didekat tempat tersebut. Putra bertemu dengan bimbo, warga setempat menawarkan hp kepadanya, namun Bimbo tidak perduli. Lalu pelaku menuju ke rumah korban dan dlihatnya ada sepeda motor sedang terparkir, dengan kunci kontak masih melekat.
Sepeda motor pelaku lalu dituntun sekitat 10 meter. Saat itu Putra bertemu Umar. Umar sempat bertanya.

“Ngapo put, lalu putra berkata “motor aku abes minyak, dan saksi sempat melihat no pol sepeda motor bagian ujung pelat bernomor 88. Seingat saksi, sepda motor itu milik Darsono ( masih keluarga Umar). Sempat dikejar, kedua pelaku kabur membawa 2 unit sepeda motor yang sama. Sepeda motor yang dibawa Putra dan diserahkan ke Dodi untuk dibawa pergi. Dodi sempat berpesan.

“Kalau orang nanyo omengke be motor yang kau gandeng tadi motor kau dewek,” katanya.

Lalu, untuk menghilangkan jejak Putra membawa sepeda motor yang mirip dengan sepeda motor korban. Motor curian disembunyikan di kebun karet salah satu warga. Pelaku Dodi langsung minta diantarkan ke rumahnya dan langsung tidur.
Sekitar jam 20.00 WIB, kejadian itu dilaporkan dengan kades. Putra dipanggil ke rumah kades, saat dtanya Putra mngatakan bahwa sepeda motor yang dibawahnya miliknya. Hingga sebahagian masyarakat kesal, hingga sempat akan dihakimi massa. Takut hal tidak diinginkan terjadi, kades menelpon polisi untuk mnjemput Putra.

Sampai di polsek Putra, tetap tak mengaku. Polisi curiga dengan keterangan pelaku yang janggal, hingga ada saksi yang mengatakan bahwa sepeda motor korban dibawa dengan cara dituntun oleh Putra. Saat dikejar Putra pergi dengan menggunakan 2 sepeda motor, setelah dikonfrontir dengan keterangan saksi. Tersangka akhirnya mengakui perbuatannya hingga seorang pelaku lainya diamankan beserta barang bukti.

#nur