Home / Bisnis / Investasi Picu Perlambatan Ekonomi

Investasi Picu Perlambatan Ekonomi

Palembang, BP

Triwulan I 2015, perekonomian di Sumatera Selatan (Sumsel) tumbuh melambat. Perlambatan ini dipicu oleh melambatnya konsumsi dan investasi. Perlambatan juga disebabkan sisi sektoral pertambangan dan penggalian, sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor.

Dari sisi investasi, Sumsel mencapai titik terendah. Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan ekonomi cenderung negatif sebesar 0,82 persen. Pertumbuhan tersebut menjadi yang pertama kali terjadi sejak lima tahun terakhir.

Manager Analisis Ekonomi Tim Asesmen dan Advisory BI Dhika Arya Perdana mengatakan, kondisi tersebut juga dikonfirmasi dari turunnya investasi yang berasal dari penanaman modal asing (PMA) di Sumsel sebesar –37,95 persen (yoy) pada triwulan laporan. Sementara investasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) tumbuh sangat signifikan hingga mencapai 800,94 persen (yoy).

Secara nilai, khusus untuk PMA pada triwulan pertama tahun ini, realisasi yang dihasilkan hanya 188 juta dolar AS. Nilai tersebut merosot tajam jika dibandingkan dengan triwulan satu tahun lalu yang berhasil menghimpun 304 juta dolar AS, dan realisasi hingga akhir tahun lalu yakni sebesar 374,2 juta dolar AS.

“Secara perhitungan dari nilai investasi saat ini merupakan titik terendah. Namun kondisi investasi pemerintah berupa pembangunan infrastruktur diprediksi baru akan meningkat signifikan mulai triwulan II,” katanya.

Untuk jumlah proyek PMA pada triwulan I sendiri tercatat berjumlah 43 jenis pekerjaan, berbanding tipis (yoy) pada triwulan serupa tahun lalu sebanyak 45 jenis pekerjaan. Sementara PMDN tahun ini, ada 26 proyek. Jumlah ini meningkat tajam dari periode serupa tahun 2014, sebanyak tujuh proyek.

Jika dilihat dari sudut pandang lainnya, secara level jumlah investasi yang terjadi tetap tumbuh meskipun tipis. “Faktor utama minimnya pertumbuhan investasi di awal tahun ini tidak lain akibat belum stabilnya iklim perekonomian,” tegasnya.

Selain itu, beberapa proyek investasi besar yang menggunakan dana pemerintah pusat belum terealisasi, antara lain disebabkan karena masalah penyesuaian anggaran dan birokrasi di beberapa kementerian dan lembaga baru yang belum rampung.#pit