Home / Bisnis / Harumnya Bisnis Parfum

Harumnya Bisnis Parfum

Palembang, BP

Bisnis parfum sepertinya punya prospek yang menggiurkan. Dari bisnis aroma wangian ini bisa menghasilkan keuntungan belasan juta rupiah.

Aroma wangi dari parfum menumbuhkan kepercayaan diri seseorang. Wajar kalau saat ini, parfum sudah menjadi kebutuhan sebagian orang. Hal inilah yang membuat kios parfum khususnya parfum isi ulang dan nonalkhohol menjamur di Kota Palembang.

Seperti penuturan Lutfi, penjual parfum di Pasar Kuto, penjualan parfum cukup signifikan karena parfum bisa dikatakan sudah menjadi kebutuhan masyarakat modern untuk menunjang gaya hidupnya.

Ada sekitar 200 jenis parfum yang tersedia di kiosnya yang berukuran 4×4 meter ini. Semuanya produk impor dari Jeddah yang didatangkan langsung dari Jakarta. Karena produk impor, soal kualitas dijamin keasliannya. “Kita juga setiap bulannya meng-update jenis parfum,” ujar pria berumur 26 tahun ini, Rabu (27/5).

Dikatakannya, jenis parfum yang sering dicari pembeli, di antaranya bulgary aqua, bulgari ekstrime, angel hard, pollo sport serta beragam pilihan lainnya. Pemilihan parfum tergantung dari selera masing – masing orang itu sendiri.

Sementara itu, Erna seorang pegawai di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Palembang ini mengatakan, membeli parfum isi ulang ini bisa jauh lebih hemat apalagi harganya terjangkau. Serta bisa memilih campuran yang pas. Karena kami dituntut untuk berpenampilan rapi sehingga harus wangi saat melayani pembeli.

Lutfi yang sudah setahun lebih berjualan parfum ini bisa mengantungi omzet Rp500 ribu per hari dari penjualan parfum dengan harga Rp15.000 sampai Rp100 ribu per mili.

Ia juga menambahkan, untuk pembeli sendiri berasala dari semua kalangan mulai dari anak sekolah sampai orang kantoran. Pria lajang ini juga menyediakan berbagai botol parfum yang unik untuk memperindah tampilan parfum sehingga lebih enak dipandang dan itupun diberikan sebagai bonus untuk konsumen yang membeli prodak parfum di tokonya dengan syarat dan ketentuan berlaku.#ndi