Pengusaha Keluhkan Rendahnya Daya Beli

8

Palembang, BP

Rendahnya daya beli masyarakat mengakibatkan omzet ritel mengalami penurunan pada Triwulan I 2015 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Sumatera Selatan (Sumsel) mencatat penurunan sekitar 18%.

Ketua Aprindo Sumsel Gotti Situmorang mengatakan, rendahnya daya beli masyarakat itu dipicu harga komoditas Sumsel yang anjlok sehingga berdampak kepada masyarakat yang mengandalkan dari hasil komoditas tersebut.

Baca:  Amiri Calon Tunggal Ketua Gapensi Sumsel

“Kondisi ekonomi saat ini sangat memukul pengusaha ritel yang ditandai dengan rendahnya daya beli masyarakat. Bayangkan saja, sudah ada beberapa pengusaha ritel yang menutup usahanya, seperti minimarket di Jalan Merdeka dan lainnya. Jika kondisi ekonomi tetap begitu, dipastikan akan banyak pengusaha lagi yang menutup usahanya,” katanya.

Selain ditengarai harga komoditas rendah, ada pemicu lain yang membuat pendapatan pengusaha ritel melorot. Seperti banyaknya penggunaan produk impor di dalam negeri seperti produk elektronik, bahan baku, dan lainnya.

Baca:  Tahun 2020 , Pertumbuhan Ekonomi Sumsel Cenderung Alami  Pengulangan Di Tahun 2019

“Di tengah penguatan dolar AS, seharusnya pemerintah dapat meningkatkan ekspor keluar negeri. Penggunaan komponen impor harus dikurangi. Tentunya dengan meningkatkan peran produk dalam negeri,” katanya.#pit