BeritaPagi, 8 June 2012 | 768 views

Diprediksi 8 Calon Bertarung di Pemilukada Palembang

Palembang, BP

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang memprediksi ada delapan calon pasangan walikota dan wakil walikota pada Pemilukada Palembang 2013 mendatang.

Prediksi itu diutarakan anggota Divisi Sosialisasi, KPU Palembang, Yudha Mahrom, usai seminar publik ‘Mencari Sosok Pemimpin Palembang Ke Depan’, Kamis (7/6), di Hotel Swarna Dwipa, Palembang. Menurut dia, delapan calon tersebut dengan rincian, lima calon diusung partai politik (parpol) dan tiga dari jalur independen.

“Kalau hitung-hitungan kita sebenarnya ada banyak calon yang ingin maju, namun yang serius kemungkinan hanya delapan, yang independen termasuklah Arifin Kalender, Khairil Malik, Sumaiyah, Husni, dan Sarjan Tahir,” kata Yudha.

Namun delapan calon tersebut baru prediksi KPU, bersumber dari jumlah kursi yang dimiliki parpol di legislatif dan jumlah penduduk Palembang. Jumlah pastinya akan diketahui setelah KPU membuka pendaftaran resmi Desember mendatang.

“Sejauh ini sudah banyak calon, khususnya dari parpol yang berkonsultasi dengan kita, dan kita imbau kepada calon untuk mempelajari peraturan dan persyaratan untuk mencalonkan diri, baik itu peraturan KPU maupun peraturan pemerintah, agar jangan sampai nanti sudah susah-sudah sosialisasi tapi terbentur masalah peraturan dan persyaratan, akhirnya tidak dapat mencalon,” kata Yudha.

Salah satu peraturan yang perlu diperhatikan, kata Yudha, masalah persyaratan yang harus dipenuhi calon independen soal kartu tanda penduduk (KTP). “Berdasarkan hasil audiensi dengan Dukcapil, bahwa per 31 Desember, KTP yang biasa kita pakai selama ini habis masa berlakunya dan yang berlaku adalah e-KTP,” kata dia.

Lebih lanjut Yudha mengatakan, selain e-KTP, berdasarkan peraturan Mendagri, bukti dukungan bagi calon independen juga dapat menggunakan kartu keluarga (KK). “Makanya kita anjurkan bagi calon independen untuk menggunakan KK, seperti yang sudah dilakukan oleh Faisal Basri yang maju pada Pemilukada DKI,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Yudha, berdasarkan hasil audiensi dengan KPU Pusat, para calon yang akan maju diimbau untuk tidak dulu menempelkan materai di bukti dukungannya, karena ada kemungkinan penggunaan materai bisa untuk bukti di satu kelurahan.

“Kalau selama ini pemahaman kita satu lembar kertas itu berisikan 15-20 orang pendukung diberi satu materai, nah ada kemungkinan keluar peraturan baru, per kelurahan cukup satu materai, kalau ini disahkan calon tidak perlu menghabiskan banyak materai,” katanya.

Arifin Kalender, yang berminat ikut Pemilukada Palembang dari jalur independen, mengaku dirinya terus bergerak mengejar persyaratan minimal mendapatkan dukungan 3 persen dari jumlah pemilih. “Berarti paling tidak saya harus mengumpulkan minimal 60 ribu dukungan. Sekarang saya terus melakukan itu, dan hingga saat ini saya telah mendapatkan 10 ribu surat pernyataan dukungan,” kata Arifin.

Soal anggapan tentang pencalonannya hanya sekadar ikut meramaikan dan bahkan hanya menginginkan ‘uang mundur’, semua langsung ditampik Arifin. “Terserah kalau ada orang berfikiran seperti itu, mau meramaikan atau menerima uang mundur, itukan hanya bagian dari cara mereka saja. Tapi saya maju ini optimis untuk menang, karena kapan lagi seorang calon walikota dari kalangan miskin,” tegas Arifin. /osk