Lebih dari 1.000 anak di Palembang, Minggu (27/5), mengikuti lomba lukis yang digelar Pandu Tani Indonesia (Patani) Sumsel. Kegiatan tersebut dilaksanakan di halaman gedung DPRD Sumsel.
Pada kesempatan yang sama juga dilakukan pengumuman sekaligus pemberian penghargaan kepada pemenang lomba karya tulis ilmiah (LKTI). Di sela-sela acara tersebut, hujan turun lebat sehingga anak-anak yang tengah asyik mewarnai, langsung mencari tempat aman untuk berlindung dari curah hujan.
“Seneng om, ikut lombanya walaupun hujan,” kata Eva, seorang murid TK di Palembang.
Peserta lain, Santi, mengaku, hujan tidak membuatnya berhenti melukis. ”Enggak terganggu ada hujan, tetap seneng,” katanya.
Salah satu panitia, Misliha, mengatakan, hujan yang turun saat acara tengah berlangsung, dianggap berkah. “Hujan jangan jadi halangan,” katanya.
Menurut dia, lomba lukis ini akan terus dilakukan di setiap kelurahan di Palembang. “Selain menggelar lomba lukis, kita juga mengumumkan nama-nama pemenang LKTI,” kata dia.
Dia menjelaskan, acara ini digelar dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional dan Hari Kebangkitan Nasional. Lomba ini mendidik anak–anak agar berani bersosialisasi dan menunjukkan kemampuan mereka.
Direktur Patani Sumsel, Sarjan Tahir, mengatakan, kegiatan ini merupakan rangkaian dari perayaan Hari Pendidikan Nasional. “Lomba lukis kali ini diikuti lebih dari 4.000 peserta, dari jumlah tersebut ada 300 lebih yang masuk ke babak grandfinal,” ujar Sarjan.
Sarjan menambahkan, semua peserta yang ikut lomba akan mendapatkan bingkisan dari panitia. Patani telah menyiapkan sejumlah hadiah menarik seperti tropi dan uang pembinaan.
Adapun nama-nama pemenang LKTI adalah Meza Ritno (FT Unsri) sebagai juara pertama, Soni Eka Nugraha (Poltekses Permasi) juara kedua, Eef Wedianti (PGRI) juara ketiga, Desti Elyani (PGRI) juara harapan I, Suraji (Unsri) juara harapan II, serta Hedi Hastriawan (Unsri) juara harapan III. /osk