Untuk Kemajuan Masyarakat Sumsel
  Sabtu, 28 Januari 2012   HOME | INDEKS | CARI BERITA

  :: UTAMA

  :: KOTA

  :: SPIRIT SUMSEL

  :: HUKUM

  :: NASIONAL

  :: EKONOMI

  :: SHOWBIZ

  :: OLAHRAGA

  :: PENDIDIKAN

  :: OPINI

  :: PEMILUKADA

  :: MINGGUAN

  :: GESIT

 
T A J U K - P A G I
 
[+] Hacked By Ugd-Cyber [+]
Konflik antara Komisi Pemberantasan Komisi (KPK) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dinilai hanya merupakan imbas dari buruknya sistem hukum yang ada di Indonesia. Persoalan hukum yang seharusnya menjadi sorotan utama adalah semakin merajalelanya mafia peradilan. Akan menjadi percuma jika konflik KPK dengan Polri selesai, namun mafia peradilan masih terus berkembang. Pasti supremasi hukum tidak akan terwujud. Dari pengalaman dan penglihatan kita
C E L O T E H
 
 
 
 
 

Kamis, 25 September 2008
Makanan Mengandung Melamin Beredar di Palembang
Palembang, BP

Produk makanan terutama susu dan produk turunannya asal Cina diduga beredar di Palembang. Terbukti dari tim Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Palembang ke sejumlah pusat perbelanjaan telah mengamankan sejumlah produk asal Cina yang diduga mengandung melamin, yakni Oreo, Magic Ice Cream, dan permen White Rabbit.

Produk yang dijual di pusat perbelanjaan, toko manisan, dan pasar tradisional ini ditarik, menyusul penemuan susu asal negara Tirai Bambu yang terkontaminasi melamin.

Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BBPOM Palembang Devi Lidiarti, kepada BeritaPagi, Rabu (24/9), pihaknya menggelar sidak sehari pada Rabu (24/9), di Carrefour, Hypermart, Superindo, Supermarket Diamond, Toko P&D Manis, toko manisan di Pasar Sayangan, toko di Perumnas Sako, dan toko di Pasar Kuto. Alhasil, ditemukan produk asal Cina yang dicurigai mengandung melamine, yakni permen White Rabbit, Magic Ice Cream, dan Oreo produk Cina.

“Kami melakukan pengamanan terhadap produk Cina yang diduga berbahaya ini untuk melindungi konsumen. Hanya saja, untuk memastikan apakah produk tersebut terkontaminasi melamin atau tidak, perlu diuji laboratorium. Tapi produk tersebut untuk sementara dilarang untuk dijual ke pasaran, baik oleh pusat perbelanjaan, toko-toko, dan pasar tradisional,” kata Devi ketika dihubungi BeritaPagi.

Devi mengatakan, pihaknya melakukan sidak sesuai dengan instruksi dari BPOM Pusat, agar BPOM se-Indonesia menarik produk asal Cina, terutama yang terkontaminasi melamin.

Kepala Disperindag Sumsel Drs H Eppy Mirza mengatakan, pihaknya tetap rutin melakukan pengawasan terhadap produk makanan dan sembako di pasaran. “Kalau soal produk asal Cina, sudah ditegaskan menteri tidak ada di Indonesia. Meskipun begitu, kami akan tetap cek di pasaran,” ujarnya.

Seperti diketahui, BPOM Pusat menarik produk-produk mengandung susu dari Cina, lantaran diduga terkontaminasi melamin. Produk-produk tersebut, yakni Jinwel Yougoo (susu fermentasi rasa jeruk, aneka buah, dan tanpa rasa), Guozhen (susu bubuk full cream), Meiji Indoeskrim Gold Monas (rasa coklat dan vanila), Oreo Stick Wafer, Oreo Sandwich Cookies, M&M's (Kembang gula coklat susu), Snicker's (Biskuit-Nougat lapis coklat), Dove Choc (Kembang gula coklat), Natural Choice Yogurt Flavoured Ice Bar, Yili Bean Club (matcha Read Bean ice Bar, Red Bean Ice Bar, Yili Prestige Chocliz, Chesnut Ice Bar), Nestle Dairy Farm UHT Pure Mild, Yili High Calcium low fat Milk Beverage, Yili High Calcium Milk Beverage, Yili Pure Milk, Dutch Lady Strawberry Flavoured Milk, White Rabbit Creamy Candy, dan Yili Choice Dairy Frozen Yogurt Bar.

BPOM juga menjelaskan tidak ada susu bayi dari Cina. Namun diakui memang ada susu bubuk full cream dari Cina untuk orang dewasa dengan merek Guozhen.



12 Negara Larang Impor Susu Cina

Sedikitnya 12 negara telah melarang impor produk susu dan olahan susu asal Cina, termasuk Indonesia, menyusul tewasnya empat bayi Negeri Tirai Bambu itu.

Sejak skandal ini mencuat dua pekan lalu, Bangladesh, Brunei Darussalam, Jepang, Malaysia, Filipina, Singapura, Taiwan, Burundi, Kenya, dan Gabon telah mengeluarkan larangan impor susu atau makanan yang mengandung susu dari Cina.

Vietnam bahkan telah menguji seluruh produk susu Cina dan menarik ribuan galon (liter) susu dari rak-rak supermarket. Sedangkan Kolombia telah melarang impor seluruh susu bubuk asal China dan turunannya sejak pekan lalu.

Kehawatiran terhadap produk-produk asal Cina itu telah membuat sejumlah negara, seperti Kanada dan Australia, melakukan pengujian terhadap produk seperti kue dan permen.

Ketakutan terhadap hal ini beralasan. Selain empat bayi tewas, dilaporkan sebanyak 54.000 balita mengalami sakit setelah mengonsumsi susu formula. Bahkan, orangtua yang khawatir buru-buru membawa anak mereka ke rumah sakit untuk tes kesehatan.

"Saya masih khawatir dengan anak saya," kata Mary Yu, seorang ibu di Hongkong yang mengantar anaknya berobat ke rumah sakit, seperti dilansir Associated Press, Rabu (24/9).

"Saya minta anak saya dites secara menyeluruh untuk memastikan keselamatannya," tambahnya.

Dilaporkan pula, Uni Eropa mendesak bea dan cukai negara-negara anggotanya untuk mengecek secara intensif impor prodak seperti roti atau coklat, untuk memastikan tidak adanya campuran susu yang terkontaminasi.

Kajian para ahli mengenai bahaya melamin bagi manusia sejauh ini masih terbatas. Namun, dalam uji coba hewan, zat kimia itu terkait batu ginjal dan kerusakan sistem reproduksi. Jika susu yang tercemar melamin dikonsumsi, ada kemungkinan menimbulkan gangguan metabolisme pada bayi dan anak-anak.

Organ tubuh yang paling cepat mengalami gangguan metabolisme adalah ginjal yang berfungsi membuang racun-racun. Jika konsentrasi racun, dalam hal ini melamin, terlalu tinggi, hal itu akan mengganggu fungsi ginjal.

Zat Melamin adalah zat kimia berbahaya untuk cat, tekstil, plastik, pupuk dan produk-produk pembersih. Zat ini bisa menyebabkan sakit ginjal, kanker dsb.

Para pemasok susu kemungkinan telah mencampur susu dengan air lalu menambahkan melamin. Tujuannya, agar tingkat protein susu terlihat lebih tinggi dari sebenarnya. /nor/dts/okz

BACK | HOME