Home / Budaya / Palembang Tempo Dulu

Palembang Tempo Dulu

Atoeran Boedjang Gadis No. 8-18

Oleh FRIEDA AMRAN Sepuluh hari setelah ayah atau wali si gadis kembali dari rumah si pemuda, mereka mengutus beberapa orang untuk mengantarkan uang djoedjoer (‘anter herta’) dan ‘kempek’ (semacam keranjang) berisi ikan, lemang, dodol dan ...

GJ Gersen dan Atoeran Boedjang Gadis

Oleh FRIEDA AMRAN Pada tahun 1868, pemerintah Hindia-Belanda membiarkan penduduk pedalaman Residensi Palembang mengatur kehidupan sosialnya sesuatu dengan aturan-aturan adat yang berlaku. Perkara-perkara kriminalitas dan pertikaian yang melibatkan orang di daerah pedalaman Palembang pun diselesaikan ...

Orang Gunung di Banka

Penduduk pedalaman Banka biasanya disebut Orang Gunung. Mereka termasuk bangsa Melayu, namun di mata Horsfield, peradaban mereka kurang maju dibandingkan dengan orang-orang Melayu di tempat-tempat lain. Oleh FRIEDA AMRAN TAMPAKNYA Orang Gunung di Banka sama ...

Orang Laut

Oleh FRIEDA AMRAN Perpindahan begitu banyak keluarga di Minto karena kekejaman perlakuan terhadap Abang Tawi terjadi pada tahun 1792; pelarian Raden Japhar dari Palembang terjadi pada tahun 1797; penyerangan Jebus oleh orang Lanons pada tahun ...

Tripang, Ikan Asin dan Perompakan

Oleh FRIEDA AMRAN Setiap perahu berlayar besar. Setiap hari, perahu-perahu itu berlayar—tidak terlalu jauh; dan setiap malam, setiap perahu berlabuh di tepian pantai, teringat dengan tali ke sebuah tonggak. Perahu-perahu yang kecil biasanya dinaikkan sama ...

Rentetan Malapetaka di Banka

Penduduk Minto tidak mengalami derita diserang oleh orang Lanon seperti penduduk di daerah-daerah lain di Pulau Banka. Malapetaka lain—yang menunjukkan ketidakpedulian Palembang atas nasib orang Banka—menimpa mereka. Oleh FRIEDA AMRAN TAK lama setelah orang Lanon ...

Sahur Berdarah di Ibukota Kesultanan Palembang

Palembang, BP Minggu, 24 Juni 1821, ketika rakyat Kesultanan Palembang Darussalam sedang makan sahur, pasukan Kolonial Belanda secara tiba-tiba menyerang ibukota kota Kesultanan Palembang Darussalam. Perang ini merupakan pertempuran ketiga antara Kesultanan Palembang Darussalam dan ...

Ketenteraman Semu di Palembang

Dokter Belanda di Palembang menyarankan agar Leicher dan isterinya tinggal di atas air Moesi untuk memulihkan kesehatan perempuan itu. Oleh FRIEDA AMRAN LEICHER segera menuruti saran itu dan memanggil beberapa orang buruh untuk membangun sebuah ...