Home / Headline / Anthon Sihombing: Perang Dagang AS-Tiongkok Momentum Baik Bagi Indonesia

Anthon Sihombing: Perang Dagang AS-Tiongkok Momentum Baik Bagi Indonesia

Anthon Sihombing

Jakarta, BP–Ketua Umum Lembaga Transparansi, Reformasi, Aparatur, Pengawasan, Aset Negara (TRAPAN) Anthon Sihombing mengatakan, konflik antara Amerika Serikat ( AS) dengan Tiongkok, merupakan kabar baik bagi Indonesia. Sebab, perang dagang tersebut merupakan momentum bagi Indonesia menangkap industri AS di Tiongkok untuk kepentingan Indonesia.
“Kepentingan AS di Tiongkok yang terhambat karena perang dagang, harus bisa digantikan Indonesia. Industri AS di Tiongkok yang direncanakan akan direlokasi ke luar Tiongkok, harus bisa digarap Indonesia,” ujar Anthon di Jakarta, Rabu (24/6).
Artinya, kata Anthon, Indonesia bisa memainkan catur dagang untuk menekan Tiongkok agar mau berinvestasi di Indonesia.
Menurut Anthon, selama ini, eksport bahan baku ( raw material) ke Tiongkok yang dikeruk dari bumi Indonesia tidak memiliki nilai tambah, sehingga tidak dapat mempengaruhi neraca perdagangan ke arah yang positif.
Saat ini, lanjut dia, Indonesia punya kesempatan memaksa Tiongkok mengimpor barang setengah jadi, atau barang jadi dari Indonesia. Dengan demikian, eksport Indonesia memiliki nilai tambah dibandingkan dengan hanya mengeksport bahan baku.
“Perang Dagang AS-Tiongkok berdampak pada pelambatan pertumbuhan ekonomi global, dan Indonesia termasuk di dalamnya. Pelambatan ini kian diperparah oleh pandemic Covid-19, karena AS sebagai kekuatan ekonomi utama dunia menjadi negara paling menderita akibat Covid-19,” tegas mantan anggota DPR ini.
Kader Partai Gilkar ini melihat, disatu sisi, perang dagang AS-Tiongkok semakin dalam. Bukan lagi hanya terkait dengan urusan dagang, melainkan sudah masuk ranah kedaulatan negara. Supremasi militer dan pertahan kedua negara semakin ditonjolkan untuk menguji kekuatan masing-masing.
“ Hampir tidak ada negara di dunia yang diuntungkan, bila eskalasi perang AS-Tiongkok semakin tajam “ jelas Anthon sambil menambahkan, dalam kondisi objektif seperti itu Indonesia tidak bisa larut mengikuti suasana, tetapi harus menghindari peperangan yang lebih keras, namun mengutamakan diplomasi.
Dikatakan, Indonesia tidak bisa berpangku tangan, menanti hubungan AS-Tiongkok pulih kembali, agar terhindar dari kemerosotan pertumbuhan ekonomi.
Justru dalam kesempatan ini, Indonesia harus memaksimalkan potensinya, membangun ekonomi yang kompetitif, unggul, sehingga dapat menawarkan solusi di bidang ekonomi.
Memang, kata dia, tantangan bagi Indonesia adalah kesiapan Sumber Daya Manusia(SDM). Karena itu, harus dipersiapkan SDM yang produktif, kreatif dan inovatif. Hanya seperti itu, Indonesia mampu menciptakan ekonomi unggul. Jika, Indonesia masih memosisikan diri sebagai konsumen atas keberhasilan ekonomi negara lain, Indonesia bisa diombang ambingkan konstelasi politik-ekonomi global.
Akibatnya, tidak bisa berbuat banyak dalam kancah internasional dan sangat tergantung pada dua kekuatan ekonomi kedua negara , AS dan Tiongkok. Makanya, Indonesia harus mampu menciptakan pasar baru bagi produknya, diluar pasar utama.
Wilayah Indonesia yang sangat luas dengan jumlah populasi penduduk sangat banyak, merupakan keunggulan tersendiri menghadapi ekonomi global.
Dominasi Tiongkok di Asia Tenggara harus bisa diambil alih Indonesia. Setidaknya, Indonesia berpeluang menciptakan blok ekonomi baru di Asia Tenggara.#duk

.

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Satgas Peradaban Bangsa Minta RUU HIP Dihapus dari Prolegnas

Jakarta, BP–Ketua Satgas Peradaban Bangsa (SPB) Aan Rohana minta RUU HIP dihapus dari Prolegnas. “SPB bertugas mengkritisi produk hukum dan ...