Home / Headline / Berita Sepak Bola Musim Pandemi

Berita Sepak Bola Musim Pandemi

Oleh : Maspril Aries

Wartawan Utama/ Penggiat Kaki Bukit Literasi

Denyut jantung sepak bola berdetak kembali. Setelah lama terhenti akibat imbas dari pandemi virus corona Covid-19 yang melanda dunia membuat banyak tatanan di muka bumi ini berubah. Roda kompetisi sepak bola pada banyak negara di dunia berhenti, jeda musim kompetisi dilakukan pada beberapa liga top Eropa, juga liga sepak bola Asia, Amerika Selatan termasuk di Indonesia.

Sejak 17 Mei 2020 denyut jantung sepak bola berdetak kembali dengan berputarnya roda kompetisi liga sepak bola Jerman atau Bundesliga. Salah satu liga top dunia, Bundesliga melanjutkan kembali kompetisi dengan mempertandingkan laga pekan 26 dengan menerapkan protokol ketat.

Saat kompetisi sepak bola memasuki masa jeda atau berhenti seperti pada Liga Prancis, Liga Belanda, Liga Belgia, dan Liga Skotlandia dengan tidak melanjutkan roda kompetisi. Bahkan Liga1 Prancis walau belum seluruh pertandingan usai telah menetapkan Paris St Germain (PSG) sebagai juara musim ini.

Terhentinya roda kompetisi, berimbas pada berita olahraga khususnya sepak bola yang disajikan media massa baik surat kabar, media daring atau media elektronik. Media massa kesulitan atau mendapat pasokan berita serunya pertandingan sepak bola di stadion Santiago Bernabeu atau dari stadion Anfield.

Apa imbas dari berhentinya kompetisi sepak bola di liga top Eropa tersebut? Banyak pencinta sepak bola tidak bisa lagi menyaksikan nuansa dan atmosfir laga-laga seru antar klub papan atas dari layar kaca. Berhentinya roda kompetisi sepak bola juga berimbas kepada pemain dan ofisial.

Andai tidak ada pandemi Corona maka berita berita olahraga khususnya berita sepak bola tidak kalah pamor dibandingkan dengan berita politik, hukum dan ekonomi. Berita sepak bola itu memiliki pembaca, dan pemirsa tersendiri. Fanatisme seseorang terhadap sebuah klub atau tim nasional sepak bola, maka akan membuatnya mencari dan berburu berita tentang klub atau pemain idolanya melalui media massa atau media sosial.

Adanya banyak media yang menyajikan berita sepak bola. Di luar negeri ESPN, Star Sports, dan Vision 1 yang merupakan televisi berbayar. Dari media cetak terdapat La Gazzetta dello Sport (Italia), Marca (spanyol), dan The Press Association (Inggris). Di Indonesia juga ada media cetak olahraga dan media online yang khusus mengulas habis tentang sepak bola demi memanjakan pada pembacanya.

Namun pada musim pandemi Corona saat ini berita seputar sepak bola tampil jauh berbeda dengan berita pada masa normal. Berita sepak bola yang tersaji dalam dua bulan terakhir banyak berita tentang pertandingan sepak bola yang satu tahun atau beberapa tahun yang lalu. Juga ada berita tentang pemain legenda baik dari luar negeri atau pemain legenda tim nasional Indonesia.

Berita tersaji adalah berita daur ulang dengan gaya penulisan yang berbeda, bukan lagi berita langsung (straight news) melainkan ditulis dalam format indepth news dan ada menulis dengan gaya jurnalisme sastra. Ternyata berita-berita daur ulang tersebut asyik juga membacanya, karena informasi yang disajikan mungkin pembaca sudah lupa atau belum pernah membacanya.

Berita sepak bola musim pandemi Corona atau Covid-19 berguna bagi suporter sepak bola generasi milenial. Pembaca milenial jadi tahu penjaga gawang legendaris tim nasional Indonesia Ronny Pasla yang pernah menggagalkan tendangan pinalti pemain legenda dunia Pele. Atau tentang pemain lainnya dan cerita di balik pertandingan, dan sebagainya.

Berita Sepak bola

Sebuah survei yang dilakukan Nielsen Company pada 2010 menyebutkan, olahraga adalah tayangan yang paling banyak ditonton, salah satunya adalah sepak bola. Kemudian riset yang dilakukan The Nielsen Company Indonesia tahun 2017 menemukan bahwa terdapat 77 persen penduduk Indonesia menyukai olahraga sepak bola. Peringkat pertama Nigeria sebanyak 83 persen dan peringkat ketiga Thailand sebanyak 75 persen menyukai sepak bola.

Data tersebut juga didukung riset Nielsen pada Asian Games XVIII – 2018 lalu bahwa pertandingan sepak bola antara tim nasional Indonesia melawan Hongkong meraih rating tertinggi 9,4 persen dan share sebesar 35,6 persen. Kemudian menyusul cabang bulu tangkis.

Data lain dari Google Indonesia merilis hasil riset mengenai topik paling banyak dicari masyarakat Indonesia pada tahun 2018, muncul 15 topik. Dari 15 topik tersebut terdapat 7 topik tentang olahraga, dari 7 topik olahraga tersebut, terdapat 6 topik membahas secara khusus tentang sepak bola. Diantaranya topik “Piala Dunia Russia 2018,” “Piala AFF 2018,” “Liga 1 Indonesia 2018,” sampai “Piala Presiden 2018.”

Ini membuktikan informasi atau berita seputar sepak bola sangat populer di Indonesia. Kini di dunia sepak bola adalah cabang olahraga yang bukan hanya permainan tetapi telah menjelma menjadi industri yang dikelola organisasi bisnis dengan perubahan yang sangat fundamental, dari sport menjadi industri hiburan. Menurut Sosiolog Prancis Jean Baudrillard, tayangan langsung pertandingan sepak bola di televisi dan berita-berita seputar sepak bola di media massa telah membentuk bahwa sepak bola memasuki sebuah hiperrealitas.

Populernya sepak bola di Indonesia juga mendongkrak berita sepak bola ikut menjadi populer dan mendorong jurnalis atau wartawan olahraga untuk terus memproduksi berita sepak bola walau di tengah pandemi Corona. Berita sepak bola yang diproduksi pada musim pandemi Corona, apakah ini yang namanya new normal dalam dunia pers Indonesia, menulis berita dengan pakem berbeda pada masa normal sebelum pandemi mewabah?

Menurut Fajar Junaedi dosen Ilmu Komunikasi di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan penulis buku Merayakan Sepak Bola: Fans, Identitas, dan Media bahwa sepak bola dalam jurnalisme awalnya hanyalah merupakan salah satu bagian pemberitaan media massa. Berita tentang sepak bola di Indonesia setua sepak bola di Indonesia itu sendiri.

Sebagai peristiwa yang memiliki nilai berita, umumnya sepak bola, sebagaimana juga dengan cabang olahraga yang lain mengutip Raymond Boyle dianggap sebagai ‘toy a departement,’ a bastion of easy living, sloppy journalisme and ‘soft’ news dalam jurnalisme profesional. Berita olahraga itu bukan suatu yang berat melainkan berita yang halus, ringan, dan seperti permainan.

Dalam perkembangannya, berita olahraga atau sepak bola menjadi media khusus dalam format surat kabar, tabloid, majalah dan media daring. Walaupun kemudian satu persatu surat kabar, tabloid, dan majalah khusus olahraga atau sepakbola memasuki era senja kala tak lagi terbit namun berita olahraga tetap hadir menyapa pembaca dan pemirsanya. Media cetak sepakbola mati, namun jurnalisme sepak bola tidak.

Mengutip Mitchell V Charnley dalam bukunya yang berjudul Reporting menyebutkan bahwa berita merupakan laporan mengenai fakta atau opini yang memiliki daya tarik atau hal penting bagi banyak orang.

Berita di media massa ada beberapa jenis atau kategori. Menurut waktu penyajiannya terdiri dari News Bulletin meliputi hard news, soft news, straigth news, spot news, dan human interest. News Magazine (berita yang bersifat feature dan diperdalam, relatif tidak terikat pada waktu (timeliness).

Berita menurut macam masalahnya mencakup berita politik, berita ekonomi, berita hukum dan kriminal, berita olahraga, berita pendidikan, berita gaya hidup dan sebagainya.

Berita olahraga menurut Dja’far Assegaff dalam buku Jurnalistik Masa Kini, merupakan salah satu berita yang terdapat unsur pertentangan dalam isi beritanya. Selain itu berita olahraga juga memiliki nilai hiburan dalam penyajiannya. Pada media daring berita olahraga merupakan salah satu berita yang memiliki rating klik cukup tinggi.

Berita sepak bola adalah berita olahraga yang selalu menarik perhatian pembaca atau pemirsa. Berita sepak bola atau berita olahraga kaya dengan gaya bahasa kiasan. Gaya bahasa kiasan (figurative language) menurut ahli bahasa Indonesia Gorys Keraf adalah bahasa yang sudah menggunakan perubahan makna, entah berupa makna konotatif atau sudah menyimpang jauh dari makna denotatifnya. Dalam berita sepak bola menggunakan bahasa dengan perubahan makna di dalamnya, baik berupa makna konotatif maupun yang sudah menyimpang jauh dari makna denotatifnya.

Gaya bahasa kiasan dalam bahasa Indonesia adalah gaya bahasa metafora, sinekdoke, simile, metonimia, personifikasi, antonomasia, ironi sampai gaya bahasa sarkasme. Gaya bahasa metafora adalah semacam analogi yang membandingkan dua hal secara langsung, tetapi dalam bentuk yang singkat tanpa menggunakan kata-kata seperti, bak, bagai, bagaikan, dan sebagainya. Contoh gaya bahasa metafora, “Klub-klub Liga 1 sudah mendapat lampu hijau menyelenggarakan pertandingan.”

Gaya bahasa personifikasi adalah semacam gaya bahasa kiasan yang menggambarkan benda-benda mati atau barang-barang tidak bernyawa seolah-olah memiliki sifat-sifat kemanusiaan. Contoh gaya bahasa personifikasi, “Aliran bola dari lini tengah sangat minim.”

Selain gaya bahasa kiasan, dalam berita sepak bola atau berita olahraga kerap dijumpai adanya unsur opini wartawan. Opini wartawan atau redaktur dalam berita politik, ekonomi dan lainnya adalah hal tabu atau dilarang. Dalam Kode Etik Jurnalistik pasal 3 menyebutkan wartawan tidak mencampurkan fakta dan opini.

Wartawan olahraga senior Sumohadi Marsis (almarhum) pada pembekalan wartawan peliput SEA Games XXVI tahun 2011 menjelaskan, berita olahraga itu sangat demokratis dan transparan itu merupakan ciri khasnya. Di dalamnya ada konflik yakni pertandingan, ada kejujuran dan keadilan, semua jelas, jika ada yang curang, maka nanti akan terungkap siapa yang curang.

Menurut pendiri Tabloid Bola, ciri khas berita olahraga adalah fakta, data, grafis dan statistik sebagai kelengkapan berita, dalam berita olahraga opini bisa masuk. Beda dengan hukum dan ekonomi, tetapi pada berita olahraga opini bisa masuk. Pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) SIWO PWI 1982/1983 tokoh pers Rosihan Anwar (almarhum) setuju wartawan olahraga bisa memasukkan opini dalam beritanya.

Dengan catatan, opini tersebut berdasarkan fakta-fakta yang ada dan disaksikan langsung. Artinya tidak keluar dari semua fakta pemberitaan yang dibuat. Opini wartawan dalam berita olahraga tetap mengacu pada fakta (faktual).

Dalam berita olahraga atau berita sepak bola, opini dibolehkan, selama bukan berupa “penghakiman” (judge) kepada altlet, pemain, atau tim karena berisiko terkena “delik pers.”

Contoh opini dalam berita sepak bola. Masih ingat pada laga semi final liga Champions Eropa 2019 yang mempertemukan Barcelona FC melawan Liverpool FC. Pada leg pertama di Camp Nou Barcelona sudah unggul 3 – 0. Namun pada leg kedua yang berlangsung di stadion Anfield, Liverpool meraih kemenangan 4 – 0 dan melaju ke babak final. Usai pertandingan hampir banyak media massa menulis berita dengan judul “Liverpool Permalukan Barcelona.”

Kata permalukan dalam judul atau tubuh berita berasal dari mana, kalau bukan dari opini atau interpretasi wartawan? Adakah sumber berita mengatakan, “kami kalah kami malu” atau “kami dipermalukan” pada saat jumpa pers usai pertandingan? 𝞨𝞨

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Peletakan Batu Pertama Pembangunan RSUD Ibnu Sutowo Baturaja oleh Gubernur Sumsel

Baturaja, BP–Setelah hampir tiga tahun terbengkalai, RSUD Ibnu Sutowo Baturaja akhirnya dibangun. Pembangunan RSUD Ibnu Sutowo ditandai dengan peletakan batu ...