Home / Headline / “Secepat Mungkin Berlakukan PSBB di Kota Palembang”

“Secepat Mungkin Berlakukan PSBB di Kota Palembang”

BP/DUDY OSKANDAR
Aripin Kalender

Palembang, BP

Kota Palembang ditetapkan menjadi zona merah penyebaran Covid-19 (Virus Corona). Penetapan ini berdasarkan riwayat infeksi Corona yang berdasarkan transmisi lokal.Sampai Jumat (17/4), terdapat penambahan 17 pasien positif Corona di Sumsel, 15 diantaranya domisili di Palembang. Sehingga total konfirmasi positif Corona di Sumsel sampai hari ini berjumlah 54 kasus positif.

Namun Sabtu (18/4) berdasarkan situs www.covid19.go.id kasus Covid-19 di Sumsel naik berjumlah 84. Dengan kata lain, ada penambahan kasus sebanyak 30 pasien.

Desakan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSSB) untuk kota Palembang semakin menguat dari berbagai kalangan di kota Palembang.

Salah satu dikemukakan oleh Ketua Masyarakat Miskin Kota (MMK) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Aripin Kalender, dia meminta pemerintah kota (Pemkot) Palembang untuk secepat mungkin kalau perlu dalam waktu dua tiga hari ini mengajukan usulan PSBB untuk kota Palembang kepada pemerintah pusat.

Menurutnya jangan lagi sampai menunda nunda lagi atau jangan sampai menunggu nunggu lagi untuk penerapan PSBB di kota Palembang ini.

“ Rakyat sudah siap dari kemarin untuk PSBB , dari kemarin rakyat sudah mendem (berdiam) dalam rumah selama satu bulan , jadi kita minta Pemkot Palembang segera secepatnya mengajukan PSBB suka tidak suka, senang tidak senang Pemkot segera mengusulkan PSBB,” katanya, Sabtu (18/4).

Selain itu menurutnya ajak keterlibatan RT, RW guna tutup memasang portal depan lorong agar jangan ada orang masuk dan keluar.

“TNI Polri tinggal keliling siapa keluar ditindak, jangan ribuan oranglah keno baru nak PSBB,” katanya.

Selain itu pihaknya meminta pengawasan kepada pemerintah daerah termasuk Pemkot Palembang terhadap mereka yang melakukan isolasi mandiri di rumah baik mereka masuk dalam katagori Orang dalam Pemantauan atau ODP dan Pasien dalam Pengawasan (PDP).

“ Bagaimana cara pengawasannya , selain itu pemerintah harus membuat tim khusus yang benar benar bisa mengurusi orang sakit selain medis, tim inilah turun ikut mengurus, dan mereka ini dilatih dan didik , apalabila ada yang meninggal mereka yang membungkus mayat korban Covid-19 ini dan menguburkannya jangan tenaga medis, karena sekarang banyak tenaga medis yang kena covid,” katanya.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Tiga Punggawa Petro PALI Ikut Seleksi di Kancah Nasonal UBL

PALI, BP–Tiga pilar Petro Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), yakni Ridho Vria Pratama, Akbar Yuda Tama, Vito Irgi A, ...